Comeback Ajaib Zheng Qinwen: Dari Kualifikasi ke Perempat Final, Singkirkan Swiatek
Baca dalam 60 detik
- Zheng Qinwen, peraih emas Olimpiade, membalikkan ketertinggalan 0-5 di set pertama untuk menaklukkan Iga Swiatek 7-5, 6-3 di babak 16 besar US Open.
- Kemenangan ini menegaskan kebangkitan Zheng setelah operasi siku yang membuatnya terlempar dari 10 besar dunia ke peringkat 121.
- Di perempat final, Zheng akan menghadapi Elena Rybakina yang tengah dalam performa terbaik, dengan peluang merebut peringkat satu dunia.

Zheng Qinwen, peraih medali emas Olimpiade Paris, kembali mencatatkan keajaiban di lapangan keras New York. Setelah harus melewati babak kualifikasi, petenis asal China itu menaklukkan unggulan pertama Iga Swiatek dengan skor 7-5, 6-3 pada babak 16 besar US Open, Senin (7/9) waktu setempat. Kemenangan ini mengantarkannya ke perempat final dan menegaskan statusnya sebagai ancaman serius di turnamen Grand Slam terakhir musim ini.
Pertandingan berjalan dramatis sejak awal. Zheng tertinggal 0-5 di set pertama sebelum melancarkan tujuh game beruntun untuk merebut set tersebut. Pola comeback serupa juga ia peragakan pada putaran sebelumnya saat menyingkirkan Madison Keys. Kemampuan beradaptasi dan mental baja menjadi senjata utama Zheng, yang kini menempati peringkat 121 dunia setelah menjalani operasi siku tahun lalu.
"Saya memulai pertandingan dengan sangat lambat, itu sebabnya dia bisa unggul 5-0. Setelah itu, saya mulai bermain lebih lepas karena saya pikir saya perlu menemukan ritme saya setidaknya untuk set kedua," ujar Zheng. Ia mengaku tidak menyangka bisa membalikkan keadaan, tetapi fokusnya pada setiap poin membuatnya nyaris lupa skor. "Saat 4-5, saya pergi ke arah handuk karena mengira skornya 3-5. Tapi saat melihat papan skor, saya sadar harus duduk di kursi," tambahnya.
Kemenangan ini menjadi pembuktian bagi Zheng yang sempat kesulitan menerima penurunan peringkat akibat cedera. "Secara psikologis sangat sulit menerima. Saya dulu di 10 besar, juara Olimpiade. Proses ini sangat berat, saya menderita dan melalui banyak rasa sakit di setiap kekalahan," ungkapnya. Sementara itu, Swiatek meninggalkan lapangan dengan air mata setelah kembali gagal di Grand Slam. Ia hanya mampu memenangi satu turnamen mayor sejak Wimbledon tahun lalu, dengan kekalahan di perempat final Australia, babak keempat Roland Garros, dan putaran ketiga Wimbledon.
Di perempat final, Zheng akan menghadapi Elena Rybakina yang tampil perkasa dengan menyingkirkan Naomi Osaka 6-1, 6-4. Rybakina unggul head-to-head 4-1 atas Zheng, termasuk dua kemenangan tahun ini di Doha dan Madrid. Jika berhasil melaju ke semifinal, Rybakina dipastikan naik ke peringkat satu dunia. Bagi Zheng, laga ini menjadi ujian seberapa jauh kebangkitannya mampu menembus kembali 10 besar.
Konteks Indonesia: Prestasi Zheng Qinwen menjadi sorotan bagi pecinta tenis Tanah Air yang kerap menjadikan petenis Asia sebagai inspirasi. Dengan semakin kompetitifnya petenis Asia di panggung dunia, harapan muncul bahwa suatu saat Indonesia juga dapat melahirkan talenta serupa. Federasi Tenis Indonesia (Pelti) diharapkan dapat memetik pelajaran dari kesuksesan Zheng yang mampu bangkit dari keterpurukan cedera dan peringkat yang anjlok.
Pertanyaan besarnya, mampukah Zheng mempertahankan konsistensi dan menembus partai puncak? Atau justru Rybakina yang akan menunjukkan dominasinya dan mengamankan posisi nomor satu dunia? Laga perempat final nanti akan menjadi jawaban.



