Alcaraz Hadapi Tembok Amerika di US Open, Sabalenka Incar Hat-trick
Baca dalam 60 detik
- Carlos Alcaraz berpotensi melawan tiga petenis tuan rumah beruntun mulai dari perempat final, ujian berat bagi juara bertahan.
- Aryna Sabalenka tampil perkasa tanpa kehilangan set dan menargetkan gelar ketiga beruntun di Flushing Meadows.
- Dua duel internal Amerika di sektor putra dan putri memastikan satu wakil tuan rumah di semifinal.

Flushing Meadows memasuki fase paling krusial. Carlos Alcaraz, sang juara bertahan, harus melewati rintangan berat yang seluruhnya berasal dari petenis tuan rumah jika ingin mempertahankan gelar. Sementara Aryna Sabalenka, unggulan teratas, melangkah mantap menuju sejarah tiga gelar beruntun di New York.
Alcaraz, yang baru saja menyingkirkan Tommy Paul dalam tiga set langsung, kini berhadapan dengan Ben Shelton di perempat final. Jika melaju, ia berpotensi bertemu pemenang antara Frances Tiafoe dan Alex Michelsen di semifinal. Ini adalah ujian mental yang tidak biasa bagi pemain yang biasanya mendapat dukungan penuh penonton.
“Shelton adalah pemain yang sangat kuat. Dia memanfaatkan penonton, orang-orang di belakangnya, terutama saat bermain di kandang sendiri,” ujar Alcaraz. Ia juga mengaku senang dengan level permainannya setelah mengalahkan Paul, yang menjadi indikator bagus untuk mengetahui posisinya.
Menariknya, Alcaraz baru pulih dari cedera pergelangan tangan yang membuatnya absen hampir lima bulan. Namun, penampilannya di turnamen ini terlihat mulus, bahkan Shelton yang sempat berlatih bersamanya mengaku terkesan. “Dia bermain di level sangat tinggi. Menurut saya, dia terlihat sangat normal—maksud saya, normalnya dia—yang mengesankan setelah tidak bermain selama lima bulan,” kata Shelton, yang memiliki rekor 0-3 melawan Alcaraz.
Shelton, yang kalah dari Alcaraz di Roland Garros 2025, merasa permainannya kini meningkat. “Saya pikir saya bermain bagus di Paris, tapi sekarang saya melayani lebih baik, pengembalian lebih baik, toleransi pukulan dari baseline, kualitas keseluruhan, dan pergerakan saya juga membaik,” ujarnya. Ia mengaku antusias menghadapi laga ini, yang merupakan pertemuan pertama mereka di New York.
Di sektor putri, Aryna Sabalenka kembali berusaha mencatatkan namanya dalam buku sejarah. Setelah gagal meraih "three-peat" di Australia tahun lalu, ia kini punya kesempatan kedua di lapangan keras. Sabalenka melaju ke perempat final tanpa kehilangan satu set pun, menunjukkan dominasi yang mengesankan. Lawannya adalah Linda Noskova, juara Wimbledon yang mengejutkan, yang baru saja meraih gelar Grand Slam pertamanya kurang dari dua bulan lalu.
Sabalenka mewaspadai permainan agresif Noskova. “Linda adalah pemain hebat lain. Baru saja memenangkan Wimbledon, gaya bermainnya sangat agresif. Servisnya bagus, bermain sangat cepat. Kita harus tetap rendah untuk bisa menghadapi kekuatan dan energinya,” kata Sabalenka. Meski unggul 2-0 dalam rekor pertemuan, termasuk kemenangan di semifinal Indian Wells tahun ini, Sabalenka tidak meremehkan lawannya.
Noskova, yang pernah menganggap lapangan keras sebagai permukaan favoritnya, bersiap menghadapi "tenis cepat" dari Sabalenka. “Kami memang bermain dua kali. Dua-duanya sangat berbeda. Yang terakhir di Indian Wells, itu ketat, tapi dia bermain bagus. Dia memenangkan semuanya, seperti yang dia lakukan di sini selama dua tahun terakhir,” kata Noskova. Ia mengaku belum banyak menonton permainan Sabalenka, tapi mengenal betul gaya bermainnya.
Bagi pecinta tenis Indonesia, perjalanan Alcaraz dan Sabalenka di US Open selalu menarik untuk diikuti. Meski tidak ada wakil Indonesia, turnamen ini menjadi tontonan kelas dunia yang menginspirasi petenis muda tanah air. Performa Alcaraz yang comeback dari cedera menunjukkan pentingnya manajemen fisik dan mental, sementara dominasi Sabalenka di lapangan keras bisa menjadi pelajaran tentang konsistensi.
Dengan dua duel internal Amerika di perempat final, tuan rumah dipastikan memiliki wakil di semifinal. Namun, pertanyaan besarnya: akankah Alcaraz mampu menembus "benteng Amerika" dan mempertahankan gelar? Atau momen kejutan akan kembali terjadi seperti yang dilakukan Noskova di Wimbledon? Semua akan terjawab dalam beberapa hari ke depan di Flushing Meadows.



