Kejutan di English Open: Oliver Lines Singkirkan Juara Dunia Zhao Xintong
Baca dalam 60 detik
- Petenis peringkat 53 dunia, Oliver Lines, menumbangkan Zhao Xintong, juara dunia 2025, dengan skor 4-2 di babak pertama English Open.
- Kemenangan ini menandai salah satu kejutan terbesar turnamen, mengingat Zhao adalah unggulan teratas dan baru saja meraih gelar juara dunia.
- Lines akan menghadapi Yuan Sijun di babak 32 besar, sementara kekalahan Zhao membuka peluang bagi pemain lain untuk bersaing di puncak klasemen.

Oliver Lines, pemain asal Inggris yang berada di peringkat 53 dunia, menciptakan kejutan besar dengan mengalahkan Zhao Xintong, pemain nomor satu dunia sekaligus juara dunia 2025, dalam babak pertama English Open yang berlangsung di Brentwood. Kemenangan 4-2 ini tidak hanya menghentikan laju Zhao, tetapi juga menjadi sinyal bahwa persaingan di dunia snooker semakin tidak terduga.
Pertandingan yang berlangsung sengit ini memperlihatkan kualitas kedua pemain. Zhao, yang dikenal dengan permainan agresifnya, sempat menunjukkan taringnya dengan membuat dua century break untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah empat frame awal. Namun, Lines yang berusia 31 tahun tidak gentar. Ia merespons dengan break 77 dan 84 pada dua frame berikutnya, memastikan kemenangan dan tiket ke babak 32 besar.
Bagi Lines, kemenangan ini adalah buah dari persiapan mental yang matang. "Anda tahu harus meningkatkan permainan," ujarnya. "Anda mencoba untuk tidak memikirkannya, tetapi Anda sadar jika tidak bermain mendekati yang terbaik, Anda akan pulang." Pernyataan ini menggambarkan tekanan yang dirasakan pemain non-unggulan saat menghadapi raksasa dunia.
Kejutan lain terjadi di partai yang sama. Neil Robertson, yang menempati peringkat empat dunia, harus mengakui keunggulan pemain China, Luo Zetao, dengan skor tipis 4-3. Sementara itu, Kyren Wilson, mantan juara dunia, melaju mulus setelah menaklukkan Mateusz Baranowski dari Polandia 4-1. Ding Junhui, peraih tiga gelar UK Championship, juga memastikan tempatnya setelah menang dramatis 4-3 atas Michael Holt.
Kekalahan Zhao ini tentu menjadi perhatian besar, terutama karena ia baru saja dinobatkan sebagai juara dunia 2025. Hasil ini menunjukkan bahwa status unggulan tidak menjamin kelancaran di turnamen bergengsi seperti English Open. Bagi para penggemar snooker di Indonesia, momen ini mengingatkan bahwa olahraga ini penuh dengan ketidakpastian dan kejutan, mirip dengan turnamen-turnamen sebelumnya di mana pemain non-unggulan kerap menjadi kuda hitam.
Dari perspektif yang lebih luas, hasil ini bisa menjadi titik balik bagi Lines yang selama ini berkarier di bayang-bayang pemain top. Kemenangan atas Zhao tidak hanya meningkatkan kepercayaan dirinya, tetapi juga membuka peluang untuk melangkah lebih jauh. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan performa ini saat menghadapi Yuan Sijun yang juga dalam kondisi apik? Atau justru kekalahan Zhao akan memicu motivasi bagi pemain lain untuk meniru jejak Lines?



