Mbappe Yakin Musim Ini Jadi Momen Tepat Raih Ballon d'Or Pertama
Baca dalam 60 detik
- Penyerang Real Madrid itu menilai status klubnya kini menjadi nilai tambah dalam perburuan penghargaan individu tertinggi.
- Rekor golnya di Piala Dunia serta konsistensi di level klub disebut sebagai modal utama, meski tanpa trofi mayor dalam dua tahun terakhir.
- Persaingan diprediksi ketat dengan kehadiran Harry Kane, Lamine Yamal, dan Rodri sebagai pesaing terdepan dalam ajang yang akan diumumkan akhir Oktober.

Kylian Mbappe membuka peluang besar untuk mengunci Ballon d'Or pertamanya pada musim ini. Penyerang Real Madrid itu menilai statusnya sebagai pemain di klub terbaik dunia menjadi nilai tambah di mata para pemilih, terlebih setelah ia mencatatkan sejarah sebagai top skor sepanjang masa Piala Dunia.
Pemain berusia 27 tahun itu mengaku percaya diri, tetapi tetap menyerahkan keputusan akhir kepada jurnalis yang berhak memberikan suara. "Banyak orang membicarakan saya dan Ballon d'Or. Tentu saya telah membuat sejarah di kompetisi terpenting. Mungkin ini tahun yang baik, tapi orang bisa memilih sesuai penilaian mereka," ujarnya dalam wawancara yang dikutip media Inggris.
Sepanjang musim lalu, Mbappe memang tampil impresif dengan koleksi 42 gol dalam 44 pertandingan bersama klubnya. Namun, kegagalan meraih trofi menjadi catatan tersendiri. Meski demikian, ia tetap optimistis karena kontribusinya di pentas internasional tidak bisa diabaikan. Sepuluh golnya pada Piala Dunia 2026 lalu mengantarnya meraih Sepatu Emas sekaligus memecahkan rekor total 22 gol sepanjang karier di turnamen tersebut, meski Perancis harus puas di posisi keempat.
Konteks persaingan tahun ini terasa lebih menarik dengan hadirnya sejumlah kandidat kuat. Harry Kane, kapten Timnas Inggris, menjadi favorit utama setelah mencetak 61 gol dalam 51 laga serta membawa Bayern Munich meraih double winner musim lalu. Ia juga menyumbang enam gol di Piala Dunia. Di belakangnya, ada Lamine Yamal yang sukses mempersembahkan gelar La Liga bagi Barcelona dan trofi Piala Dunia untuk Spanyol, disusul Rodri yang kini membela tim yang sama setelah hengkang dari Manchester City.
Menariknya, Mbappe justru belum pernah merasakan juara Liga Champions. Sejak kepergiannya dari Paris Saint-Germain pada 2024, klub lamanya itu justru dua kali beruntun mengangkat trofi Si Kuping Besar. Ia menanggapinya dengan santai. "Saya tidak bisa mengubahnya. Sejujurnya saya tidak terlalu peduli. Saya tahu cara menganalisis sepak bola dan saya paham alasannya," katanya.
Soal paceklik trofi di Real Madrid, Mbappe memilih fokus pada proses. "Pengalaman saya bersama Real Madrid mengajarkan untuk tidak berpikir terlalu panjang karena banyak hal bisa berubah. Saya ingin fokus bagaimana saya bisa siap membantu tim memenangi pertandingan dan memulai Liga Champions dengan baik," tuturnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, persaingan Ballon d'Or tahun ini menjadi tontonan menarik karena menghadirkan wajah-wajah baru di papan atas. Kehadiran Yamal yang masih muda menunjukkan regenerasi pemain top dunia, sementara konsistensi Kane dan Mbappe menjadi pembanding gaya bermain Eropa yang berbeda. Momen pengumuman pada 26 Oktober nanti akan menjadi penentu apakah status Real Madrid benar-benar menjadi berkah bagi Mbappe, atau justru tekanan yang harus ia buktikan dengan trofi.



