Mourinho Sindir Jadwal Padat Real Madrid: 'Mungkin Pembuatnya Orang Italia'
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, melontarkan sindiran terkait jadwal padat timnya jelang laga Liga Champions melawan Inter Milan.
- Mourinho mengaku terkejut Inter belum pernah menjuarai Liga Champions dalam enam tahun terakhir meski konsisten tampil apik.
- Duel Santiago Bernabeu akan menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim yang sama-sama membutuhkan poin untuk memastikan langkah ke fase gugur.

Jose Mourinho, arsitek Real Madrid, melontarkan kritik pedas terhadap padatnya kalender pertandingan timnya menjelang duel Liga Champions melawan Inter Milan, Selasa (11/3/2025) dini hari WIB. Pelatih asal Portugal itu bahkan menyindir pihak yang menyusun jadwal, dengan nada bercanda mengatakan, "Mungkin orang yang membuat jadwal itu orang Italia." Komentar ini muncul di tengah kekhawatiran kelelahan pemain, apalagi Los Blancos baru saja menelan kekalahan perdana di La Liga akhir pekan lalu.
Pernyataan tersebut disampaikan Mourinho dalam konferensi pers pra-pertandingan di Santiago Bernabeu, Senin (10/3/2025) waktu setempat. Ia menilai timnya harus menghadapi rentetan laga berat dalam waktu singkat, termasuk delapan pertandingan dalam beberapa pekan ke depan. "Kami berada dalam fase di mana akan memainkan delapan pertandingan, dan tujuannya adalah lolos ke fase berikutnya. Saya ingin fokus pada laga ini," ujarnya, menegaskan prioritas jangka pendeknya.
Selain soal jadwal, Mourinho juga melontarkan pujian kepada Inter yang dinilainya sebagai tim hebat dalam enam tahun terakhir. "Dari era Conte ke Inzaghi dan kini Chivu, model permainannya sama. Ini tim yang bisa bermain dengan mata tertutup," kata Mourinho. Namun, ia mengaku heran mengapa Inter belum pernah menjuarai Liga Champions dalam periode tersebut, meski konsisten tampil kompetitif di kompetisi antarklub Eropa.
Pertandingan ini juga menjadi ajang reuni antara Mourinho dan Cristian Chivu, yang pernah menjadi anak asuhnya di Inter. Keduanya disebut memiliki hubungan yang dekat, meski Mourinho enggan berkomentar banyak. "Dia pernah menjadi pemain saya; kami bekerja sama. Kami melewati banyak hal bersama, baik dan buruk," ujarnya singkat. Ia juga menolak menjawab spekulasi mengenai kemungkinan Trent Alexander-Arnold dimainkan di posisi gelandang tengah, dengan alasan ketiga pemainnya yang absen karena akumulasi kartu telah ditentukan oleh "algoritma".
Kekalahan dari Real Betis akhir pekan lalu menjadi bahan evaluasi penting bagi Mourinho. Ia mengakui timnya tampil baik namun gagal memanfaatkan peluang. "Saya ingin menang. Saya bisa bilang saya ingin bermain bagus, tapi saya tidak ingin bermain bagus seperti saat melawan Real Betis lalu kalah," tegasnya. Ia juga mengungkapkan kondisi para pemainnya setelah kekalahan tersebut: "Saya melihat mereka seperti yang saya inginkan. Lelah di ruang ganti Sevilla, lalu siap untuk latihan pada hari Minggu."
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena mempertemukan dua raksasa Eropa dengan sejarah panjang. Selain itu, performa Lautaro Martinez yang sedang tajam bersama Inter menjadi sorotan, mengingat ia adalah salah satu penyerang terbaik dunia saat ini. Mourinho sendiri mengakui kualitas Lautaro dan membandingkannya dengan Kylian Mbappe: "Mbappe dan Lautaro adalah dua pemain yang berbeda tapi sama-sama penting bagi timnya."
Dengan tiga pemain kunci yang absen, Mourinho diprediksi akan melakukan rotasi. Namun, ia menegaskan bahwa di lapangan akan tetap 11 lawan 11. "Besok kami akan memiliki tiga pemain yang diskors, tapi di lapangan akan selalu 11 melawan 11," katanya. Ia juga menolak mengomentari lebih jauh soal susunan pemain, termasuk kemungkinan Endrick tampil sejak awal. "Dia siap bermain lima atau sepuluh menit maksimal. Kemarin dia berlatih untuk pertama kalinya dengan tim, dan dia belum bermain sejak Budapest. Dia tidak dalam kondisi untuk lebih dari itu," jelas Mourinho.
Pertanyaan besarnya, akankah Real Madrid mampu bangkit dari keterpurukan dan meraih hasil positif melawan Inter? Atau justru Inter yang akan mempermalukan tuan rumah di hadapan publik sendiri? Jawabannya akan terjawab dalam laga yang diprediksi berlangsung sengit dan penuh taktik ini.



