Arsenal Masuk Perburuan Lamine Camara: Gelandang Senegal yang Gagal ke Chelsea Kini Jadi Incaran
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengirim pemantau bakat untuk menyaksikan aksi Lamine Camara saat Monaco menaklukkan PSG, menandakan minat serius The Gunners.
- Kesepakatan 47 juta poundsterling Camara ke Chelsea batal di menit akhir karena Monaco batal menjual Folarin Balogun ke Everton.
- Persaingan merebut Camara diprediksi memanas, dengan Liverpool dan Manchester City juga ikut memantau performa gelandang berusia 22 tahun itu.

Arsenal dikabarkan telah mengirim pemantau bakat untuk menyaksikan langsung aksi gelandang AS Monaco, Lamine Camara, saat timnya menaklukkan Paris Saint-Germain (PSG) 2-1 di Ligue 1 akhir pekan lalu. Langkah ini menegaskan minat serius The Gunners untuk memboyong pemain asal Senegal tersebut, yang sebelumnya gagal pindah ke Chelsea pada hari terakhir bursa transfer.
Kegagalan transfer Camara ke Chelsea menjadi salah satu drama terbesar di bursa transfer musim panas lalu. The Blues sebenarnya telah menyepakati nilai transfer sebesar 47 juta poundsterling dengan Monaco, namun kesepakatan itu batal di menit-menit akhir. Monaco membatalkan transfer karena berharap dapat menjual Folarin Balogun ke Everton, tetapi striker tersebut justru mundur setelah menjalani tes medis. Akibatnya, Camara tetap bertahan di Stade Louis II dan langsung kembali menjadi pilar utama tim.
Keputusan Monaco untuk mempertahankan Camara terbukti tepat. Dalam laga melawan PSG, gelandang berusia 22 tahun itu tampil solid dan menjadi salah satu kunci kemenangan mengejutkan Monaco atas juara Eropa tersebut. Statistik menunjukkan Camara memenangi tekel terbanyak di Ligue 1 musim ini dengan 20 tekel, serta memenangi 33 duel dalam tiga pertandingan liga. Catatan impresif ini pun menarik perhatian sejumlah klub besar Eropa, termasuk Arsenal, Liverpool, dan Manchester City yang juga mengirim pemantau ke pertandingan tersebut.
Manajer Monaco, Filipe Luis, sebelumnya mengungkapkan keinginannya mempertahankan Camara. "Saya berharap dia bertahan. Anda bisa melihat kualitasnyaโluar biasa. Hingga akhir bursa transfer, apa pun bisa terjadi. Semua orang berharap dia bertahan. Dia pemain elit," ujarnya. Namun, performa konsisten Camara di Ligue 1 musim ini membuatnya semakin dipandang sebagai komoditas panas di bursa transfer. Agennya dikabarkan masih bekerja keras untuk memastikan kepindahannya pada tahun 2026, dan kemungkinan besar ia akan meninggalkan klub Prancis tersebut.
Meski demikian, muncul keraguan apakah Arsenal benar-benar membutuhkan tambahan gelandang tengah. The Gunners telah mendatangkan Bruno Guimaraes dari Newcastle United pada musim panas lalu, sehingga lini tengah mereka kini dihuni oleh nama-nama seperti Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Myles Lewis-Skelly. Kehadiran Camara tentu akan menambah kedalaman skuad, tetapi Arteta mungkin harus mempertimbangkan kembali apakah ia perlu menambah pemain di posisi yang sudah padat tersebut. Di sisi lain, Chelsea justru terlihat lebih membutuhkan gelandang setelah kehilangan Enzo Fernandez yang hengkang ke Manchester City pada hari terakhir bursa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika transfer ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berlomba mendapatkan pemain muda berbakat asal Afrika. Keberhasilan Camara menembus papan atas Ligue 1 bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bahwa kerja keras dan konsistensi dapat membuka pintu menuju liga top Eropa. Selain itu, persaingan antara Arsenal dan Chelsea dalam perburuan pemain juga menambah warna persaingan di Premier League, yang selalu dinantikan para penggemar di tanah air.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah apakah Arsenal akan serius mengajukan tawaran resmi untuk Camara pada Januari mendatang, atau justru memilih fokus mengembangkan pemain muda yang sudah ada. Sementara itu, Chelsea yang gagal di bursa lalu mungkin akan kembali mencoba merekrut Camara, mengingat kebutuhan mereka akan gelandang bertahan yang tangguh. Satu hal yang pasti: nama Lamine Camara akan terus menjadi sorotan hingga bursa transfer berikutnya dibuka.



