Kiper Anyar Newcastle, Lukas Hornicek, Jadi Pembelian Terbaik Sejak Isak?
Baca dalam 60 detik
- Lukas Hornicek, kiper asal Ceko, tampil impresif di tiga laga awal Newcastle United, bahkan disebut sebagai rekrutan terbaik sejak Alexander Isak.
- Rekrutan mahal Newcastle, Nico Gonzalez, justru kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain tim yang lebih bertahan, terlihat dari statistik duel yang buruk.
- Keputusan Newcastle menjual dua gelandang bintangnya dan mendatangkan Hornicek mulai terbayar, dengan potensi keuntungan finansial di masa depan.

Newcastle United tampaknya menemukan berlian tersembunyi di balik keputusan berani mereka melepas dua gelandang bintangnya pada bursa transfer musim panas lalu. Kiper anyar asal Ceko, Lukas Hornicek, yang direkrut dengan biaya sekitar 26 juta poundsterling dari Braga, justru tampil menonjol dan disebut-sebut sebagai pembelian terbaik klub sejak era Alexander Isak.
Keputusan Newcastle untuk menjual Sandro Tonali ke Tottenham Hotspur senilai 100 juta poundsterling dan Bruno Guimaraes ke Arsenal dengan banderol 75 juta poundsterling memang sempat dipertanyakan. Namun, dana segar tersebut digunakan untuk membangun ulang skuad, termasuk mendatangkan gelandang bertahan asal Spanyol, Nico Gonzalez, dari Manchester City dengan harga 52 juta poundsterling. Sayangnya, performa Gonzalez di lapangan belum sebanding dengan ekspektasi dan label harganya.
Gonzalez, yang akrab dengan gaya bermain penguasaan bola di Barcelona, Porto, dan Manchester City, kesulitan beradaptasi dengan pendekatan Newcastle yang lebih pragmatis. Dalam tiga laga awal Premier League, Newcastle hanya menguasai bola rata-rata 46,6 persen. Akibatnya, lini tengah harus lebih banyak bertahan transisional, sebuah tuntutan yang belum mampu dipenuhi Gonzalez. Data mencatat, ia kalah dalam 16 dari 20 duel darat pada dua penampilan pertamanya dan gagal melakukan satu pun tekel. Kecepatan dan mobilitasnya menjadi kelemahan yang dieksploitasi lawan.
Di tengah kekecewaan tersebut, Hornicek muncul sebagai pahlawan tak terduga. Kiper internasional Ceko ini direkrut untuk menggantikan Aaron Ramsdale yang kembali ke Southampton setelah masa pinjamannya usai. Meski Nick Pope sempat menjadi pilihan utama di era Eddie Howe, pelatih Matthias Jaissle langsung memberikan kepercayaan penuh kepada Hornicek. Keputusan itu tampaknya tepat. Dalam tiga laga awal, Hornicek kebobolan empat gol, tetapi hampir semuanya sulit dicegah. Yang lebih mengesankan, ia berhasil mencegah 1,87 gol lebih banyak dari perkiraan berdasarkan nilai xG (expected goals) tembakan lawan.
Penampilan gemilang Hornicek, terutama saat menjaga clean sheet melawan Tottenham Hotspur, menunjukkan kualitasnya sebagai penjaga gawang andal. Catatannya di Braga musim lalu—20 clean sheet dalam 50 pertandingan dan mencegah 3,81 gol dalam 33 laga liga—menjadi bukti konsistensinya. Kini, ia dinilai sebagai pemain paling konsisten di lini belakang Newcastle. Meski bukan penyerang haus gol seperti Isak, kontribusinya dalam mencegah gol sama berharganya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, fenomena Hornicek ini menarik karena menunjukkan bahwa adaptasi pemain asing di liga sekeras Premier League tidak selalu berbanding lurus dengan harga transfer. Kiper seperti Hornicek, yang datang dengan harga relatif terjangkau, bisa menjadi bukti bahwa scouting yang cermat lebih penting daripada sekadar mengeluarkan dana besar. Hal ini relevan dengan strategi klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang kerap tergoda membeli pemain mahal tanpa mempertimbangkan kecocokan gaya bermain.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah apakah Hornicek bisa mempertahankan performa ini sepanjang musim. Jika ya, bukan tidak mungkin ia akan menjadi aset berharga yang bisa dijual dengan harga selangit, seperti yang terjadi pada Isak yang dibeli £63 juta dari Real Sociedad dan dijual ke Liverpool £125 juta tiga tahun kemudian. Newcastle tampaknya telah belajar dari kesuksesan Isak: investasi pada pemain muda berbakat dengan mentalitas kuat bisa menghasilkan keuntungan ganda, baik di dalam maupun di luar lapangan. Apakah Hornicek akan mengikuti jejak Isak? Waktu yang akan menjawab.



