Nasib Federico Chiesa di Liverpool Makin Suram: Tergusur dari Skuad UCL, Siap Pergi?
Baca dalam 60 detik
- Federico Chiesa terpinggirkan di Liverpool setelah absen dari skuad Liga Champions dan tiga laga perdana Premier League.
- Bek sayap Jeremie Frimpong juga kesulitan beradaptasi dengan skema full-back, memperkuat sinyal perombakan besar-besaran oleh Andoni Iraola.
- Kedua pemain berpotensi hengkang pada bursa transfer mendatang, memberi peluang bagi klub lain untuk memanfaatkan situasi ini.

Musim 2026/27 baru berjalan tiga pekan, namun gelombang perubahan di Liverpool sudah mulai terasa. Andoni Iraola, manajer anyar asal Spanyol, tak ragu menepikan sejumlah nama besar. Sorotan tajam kini tertuju pada Federico Chiesa, winger Italia yang nyaris kehilangan tempat di skuad utama, bahkan tak masuk daftar pemain untuk fase grup Liga Champions.
Keputusan Iraola mencoret Chiesa dari skuad Eropa menjadi sinyal paling gamblang bahwa masa depan pemain berusia 28 tahun itu di Anfield telah berakhir. Sejak bergabung dari Juventus dengan biaya sekitar 10 juta poundsterling pada musim panas 2024, Chiesa tak pernah mampu menunjukkan performa konsisten. Total 50 penampilan di semua kompetisi dengan hanya lima gol dalam dua musim terakhir—atau rata-rata satu gol setiap sepuluh laga—jelas jauh dari ekspektasi.
Masalah kebugaran menjadi momok utama. Sejak tiba di Merseyside, Chiesa tercatat absen dalam 35 pertandingan liga akibat cedera. Angka tersebut bahkan melampaui jumlah penampilannya di kompetisi yang sama. Gaji mingguan yang dilaporkan mencapai 107 ribu poundsterling semakin memberatkan neraca keuangan klub, menjadikannya aset yang tidak sebanding dengan kontribusinya di lapangan.
Kedatangan Bradley Barcola pada bursa transfer musim panas lalu semakin mendorong Chiesa ke posisi paling bawah dalam hierarki tim. Dengan opsi penyerang lain yang lebih muda dan lebih bugar, peluang mantan pemain Fiorentina itu untuk kembali bersinar di Anfield nyaris tertutup. Situasi ini membuka peluang bagi klub-klub lain, termasuk yang berasal dari liga-liga Eropa, untuk mendapatkan servisnya dengan harga yang relatif murah.
Sementara itu, Jeremie Frimpong yang direkrut dari Bayer Leverkusen sebagai penerus Trent Alexander-Arnold juga menuai sorotan tajam. Dalam laga imbang 2-2 melawan Nottingham Forest, bek sayap asal Belanda itu gagal menunjukkan kualitasnya. Ia tidak berhasil menuntaskan satu pun dribel, dan dari empat umpan silang yang dicoba, tak satupun menemui rekan setim. Lebih parah lagi, ia dua kali dilewati lawan dan hanya mampu melakukan satu tekel, yang berujung pada dua gol yang bersarang di gawang Liverpool.
Penampilan buruk tersebut berujung pada pencadangan Frimpong saat Liverpool mengalahkan Ipswich Town. Keputusan Iraola ini mengindikasikan bahwa manajer asal Spanyol itu mulai meragukan kesesuaian Frimpong dengan skema full-back murni. Pemain 25 tahun itu memang lebih nyaman beroperasi sebagai wing-back dalam formasi lima bek, seperti yang ia jalani di Leverkusen. Namun, di Anfield, tuntutan untuk bertahan dan menyerang secara seimbang menjadi ujian yang belum mampu ia lewati.
Fenomena ini bukan sekadar masalah individu. Iraola, yang ditunjuk menggantikan Arne Slot pada musim panas lalu, tengah membangun tim sesuai visinya. Dengan belanja lebih dari 150 juta poundsterling untuk pemain baru, ia jelas ingin meninggalkan jejak yang kuat. Namun, perombakan besar-besaran juga berarti menyingkirkan pemain yang dianggap tidak cocok, dan Chiesa serta Frimpong tampaknya menjadi korban pertama dari kebijakan tersebut.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk dicermati. Liverpool adalah klub dengan basis penggemar yang besar di Tanah Air. Keputusan Iraola untuk menepikan dua pemain berprofil tinggi ini bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya adaptasi terhadap gaya bermain pelatih. Selain itu, peluang Chiesa untuk pindah ke klub lain—mungkin ke liga yang lebih kompetitif secara fisik—akan menjadi sorotan tersendiri bagi para penggemar yang ingin melihat kariernya bangkit kembali.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Liverpool mampu melepas Chiesa dan Frimpong dengan harga yang menguntungkan? Atau justru kedua pemain ini akan bertahan dan membuktikan bahwa mereka masih layak berseragam merah? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal yang pasti: era baru di Anfield telah dimulai, dan tidak ada tempat bagi mereka yang tidak siap berjuang.



