Netflix Konfirmasi The Inbetweeners 3: Empat Sekawan Kembali, Syuting Dimulai
Baca dalam 60 detik
- Netflix resmi memulai produksi film ketiga The Inbetweeners, dengan empat pemeran utama kembali memerankan karakter ikonik mereka.
- Kreator asli Damon Beesley dan Iain Morris kembali menulis dan menyutradarai, menjanjikan kelanjutan humor khas yang menggelitik.
- Keputusan ini mengakhiri spekulasi tentang reboot dengan aktor baru, sekaligus menegaskan strategi Netflix dalam menghadirkan konten nostalgia bagi penonton global.

Netflix akhirnya mengonfirmasi kabar yang dinanti para penggemar sitkom kultus asal Inggris: film ketiga The Inbetweeners resmi memasuki tahap produksi. Empat pemeran utamanya—Simon Bird, James Buckley, Blake Harrison, dan Joe Thomas—dipastikan kembali menghidupkan karakter Will, Jay, Neil, dan Simon dalam petualangan baru yang mulai digarap sejak Senin (7/9/2026).
Kepastian ini sekaligus memupus kekhawatiran akan adanya reboot dengan aktor muda yang selama ini menjadi spekulasi. Sebelumnya, beredar isu bahwa Netflix mungkin akan mengganti deretan pemain asli dengan wajah-wajah baru yang lebih muda, mengingat karakter mereka digambarkan sebagai remaja. Namun, keputusan untuk mempertahankan empat sekawan tersebut disambut antusias oleh basis penggemar setia yang telah tumbuh bersama serial ini sejak pertama kali tayang di Channel 4 pada 2008–2010.
Damon Beesley dan Iain Morris, kreator di balik kesuksesan serial dan dua film sebelumnya, kembali dipercaya menulis naskah sekaligus duduk di kursi sutradara. Dalam pernyataan resminya, keduanya mengungkapkan kegembiraan bisa kembali berkumpul dengan para pemain dan berjanji akan bekerja keras setiap minggu untuk memastikan film ini layak dinikmati para penggemar. "Sangat menyenangkan bisa kembali menghabiskan waktu bersama teman-teman kami, dan kami akan bekerja keras setiap minggu untuk memastikan tidak ada masalah dalam pembuatan film baru ini," ujar mereka.
Produksi film ini melibatkan nama-nama besar di balik layar. Claire Jones bertindak sebagai produser, didampingi Patrick Holland dari Banijay dan Mark Lesbirel dari Fudge Park Productions. Sederet eksekutif produser juga ikut memperkuat tim, termasuk Caroline Levy, Caroline Leddy, Phil Gilbert, Suzanne Knight, Tom Jordan, dan Farhana Bhula, bersama Iain dan Damon.
Momen pengumuman yang dirilis Netflix pun dibuat semenarik mungkin. Dalam video resmi, keempat tokoh terlihat kembali masuk ke dalam Fiat Cinquecento Hawaii milik Simon—mobil ikonik yang dulu berwarna kuning cerah, kini tertutup debu dan kotoran. Saat Simon mencoba menyalakan mesin, mobil sempat mogok, memunculkan keluhan khasnya yang diiringi umpatan khas Inggris. Namun, mobil itu akhirnya bergerak, dan di kaca belakang yang kotor terlihat angka "3" yang ditulis dengan jari—isyarat sederhana namun penuh makna bagi para penggemar.
Waralaba The Inbetweeners memang memiliki rekam jejak yang mengesankan. Serial aslinya yang hanya berdurasi tiga musim berhasil melahirkan dua film layar lebar: The Inbetweeners (2011) dan The Inbetweeners 2 (2014). Film pertamanya bahkan mencatat rekor sebagai pembukaan akhir pekan terbesar untuk film komedi Inggris pada masanya. Kesuksesan ini menunjukkan daya tarik abadi dari humor canggung dan situasi khas masa remaja yang diangkat dengan gaya khas Inggris.
Di tengah kabar gembira ini, muncul pula spekulasi mengenai kembalinya Emily Atack sebagai Charlotte "Big Jugs" Hinchcliffe. Sumber internal menyebutkan bahwa naskah telah selesai ditulis dan tim produksi siap bergulir, tetapi kehadiran Emily dianggap sebagai "kepingan yang hilang" yang ingin segera mereka lengkapi. "Para penggemar pasti senang karena empat pemeran utama kembali, karena ada kekhawatiran reboot akan menggunakan aktor baru yang lebih muda. Tapi, mengembalikan Emily akan menjadi pelengkap yang sempurna," ungkap sumber tersebut kepada The Sun.
Bagi penonton Indonesia, kabar ini mungkin terasa nostalgia tersendiri. The Inbetweeners sempat populer di kalangan penggemar komedi internasional, termasuk di Indonesia, melalui platform streaming dan saluran televisi berbayar. Humor yang mengangkat awkwardness masa remaja ternyata mampu menembus batas budaya, menjadikannya relevan bagi siapa saja yang pernah merasakan masa-masa canggung di bangku sekolah. Kehadiran Netflix sebagai rumah baru waralaba ini juga membuka peluang lebih besar bagi penonton Indonesia untuk menikmati film ketiga secara bersamaan dengan penonton global, mengingat strategi rilis global yang kerap dilakukan platform tersebut.
Dengan konfirmasi ini, pertanyaan selanjutnya adalah: akankah The Inbetweeners 3 mampu menyamai atau bahkan melampaui kesuksesan pendahulunya? Atau justru akan menjadi penutup yang layak bagi kisah empat sekawan yang telah menjadi bagian dari budaya pop? Satu hal yang pasti, para penggemar setia kini memiliki alasan untuk menantikan kembalinya kekacauan khas Will, Jay, Neil, dan Simon di layar lebar.



