Alcaraz Bangkit dari Cedera, Targetkan Gelar Kedua Beruntun di US Open
Baca dalam 60 detik
- Petenis Spanyol Carlos Alcaraz melaju mulus ke perempat final US Open setelah menaklukkan Tommy Paul tiga set langsung, memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya di Grand Slam menjadi 18 laga.
- Kemenangan ini menegaskan statusnya sebagai unggulan terdepan, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa cedera pergelangan tangan yang sempat menahannya selama lima bulan telah pulih total.
- Alcaraz kini menunggu pemenang antara Ben Shelton dan Stefanos Tsitsipas di babak delapan besar, dengan ambisi meraih gelar Grand Slam kedelapan kalinya.

Carlos Alcaraz kembali menunjukkan taringnya di Flushing Meadows. Petenis peringkat tiga dunia itu memastikan langkahnya ke perempat final US Open setelah menundukkan wakil tuan rumah, Tommy Paul, dengan skor telak 6-4, 6-3, 6-4, Minggu (6/9) waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang catatan impresifnya: 18 kemenangan beruntun di turnamen Grand Slam.
Bagi Alcaraz, turnamen tahun ini terasa berbeda. Ini merupakan uji kompetitif pertamanya sejak ia harus menepi hampir lima bulan akibat cedera pergelangan tangan. Di awal turnamen, ia sengaja menurunkan ekspektasi publik dan hanya berfokus pada bagaimana tubuhnya merespons beban pertandingan. Namun setelah melewati empat laga dengan performa yang kian meyakinkan, keyakinan untuk merebut gelar kedua berturut-turut di New York mulai tumbuh.
"Saya datang ke sini tanpa target muluk. Yang penting bagi saya adalah melihat reaksi tubuh, terutama pergelangan tangan, dan menikmati kembali atmosfer kompetisi," ujar Alcaraz dalam konferensi pers usai laga. "Setelah empat pertandingan yang bagus, sekarang saya merasa mampu memenangkan turnamen ini. Mentalitas saya tetap sama: setiap kali melangkah ke lapangan adalah sebuah anugerah dan momen untuk dinikmati."
Kemenangan atas Paul juga memperpanjang pola menarik dalam karier Alcaraz. Tiga pertemuan sebelumnya di ajang Grand SlamโWimbledon 2024, Roland Garros 2025, dan Australia Terbuka tahun iniโselalu berakhir dengan kemenangan Alcaraz yang kemudian berlanjut hingga ia mengangkat trofi juara. Meski demikian, petenis berusia 23 tahun itu enggan larut dalam statistik. "Itu membuat senang, tapi tidak berarti apa-apa. Saya selalu bilang, selalu ada yang pertama kali untuk segalanya. Jadi saya akan berusaha memastikan hal itu tidak terjadi," katanya merujuk pada kemungkinan kekalahan perdananya dari Paul.
Di sisi lain, perjalanan Alcaraz di turnamen ini menjadi sorotan karena ia tampil semakin nyaman di setiap babak. Pelatih dan pengamat menilai ia telah menemukan kembali ritme permainan terbaiknya setelah masa pemulihan yang panjang. "Dia bergerak lebih lincah dan pukulannya semakin tajam. Ini kabar buruk bagi lawan-lawannya," komentar seorang analis tenis internasional yang mengikuti perkembangan turnamen.
Bagi publik Indonesia, kebangkitan Alcaraz tentu menarik untuk diikuti, terutama mengingat animo masyarakat terhadap tenis dunia yang kian tinggi. Banyak penggemar tenis Tanah Air yang menantikan aksi-aksi spektakulernya, sekaligus berharap turnamen-turnamen besar seperti ini dapat menginspirasi lahirnya petenis-petenis muda berbakat dari Indonesia. Sayangnya, hingga saat ini belum ada wakil Indonesia yang mampu bersaing di level tertinggi, namun semangat juang Alcaraz bisa menjadi contoh bahwa kerja keras dan ketahanan mental adalah kunci sukses di olahraga profesional.
Selanjutnya, Alcaraz akan menghadapi pemenang antara petenis Amerika Serikat, Ben Shelton, dan wakil Yunani, Stefanos Tsitsipas. Kedua nama tersebut sama-sama memiliki kualitas yang tidak bisa diremehkan. "Keduanya akan menjadi lawan yang sangat sulit," aku Alcaraz. "Saya hanya akan berusaha menikmati setiap momen dan memberikan yang terbaik di lapangan."
Jika Alcaraz mampu melewati hadangan di perempat final, ia berpotensi bertemu dengan unggulan lainnya di semifinal. Dengan kondisi fisik yang semakin prima dan mental yang kuat, bukan tidak mungkin ia akan mengukir sejarah sebagai salah satu petenis dengan dominasi luar biasa di era modern. Pertanyaannya, akankah ia mampu mempertahankan konsistensi ini hingga partai puncak? Semua akan terjawab dalam beberapa hari ke depan di Flushing Meadows.



