Sabalenka Lolos ke Perempat Final AS Terbuka: Kemenangan Berat atas Townsend yang Berani
Baca dalam 60 detik
- Unggulan teratas asal Belarus itu menaklukkan petenis tuan rumah 6-4, 6-3 di lapangan Arthur Ashe, memastikan langkahnya ke babak delapan besar tanpa kehilangan satu set pun.
- Pertarungan berjalan ketat, terutama saat Townsend memanfaatkan dukungan penonton dan sempat unggul di set kedua, sebelum kesalahan ganda mengubah arah permainan.
- Kemenangan ini menegaskan konsistensi Sabalenka di turnamen Grand Slam, sekaligus menjadi sinyal bahaya bagi lawan-lawannya di sisa turnamen.

Petenis nomor satu dunia asal Belarus, Aryna Sabalenka, memastikan tiket ke perempat final AS Terbuka setelah menundukkan wakil tuan rumah, Taylor Townsend, dengan skor 6-4, 6-3 di lapangan Arthur Ashe, New York, pada Minggu (6/9). Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor sempurnanya di turnamen Grand Slam tahun ini, di mana ia belum pernah kehilangan satu set pun.
Meski di atas kertas pertandingan ini tampak timpang—Sabalenka berada di puncak peringkat dunia sementara Townsend menempati posisi ke-96—kenyataannya jauh dari prediksi. Sejak awal, Townsend tampil tanpa beban dan berani menyerang. Kedua petenis saling berbalas break di empat game pembuka, menciptakan atmosfer menegangkan yang membuat penonton di stadion ikut bergemuruh.
Sabalenka, yang sebelumnya mengaku mengalami masa persiapan yang frustrasi menuju turnamen terakhir tahun ini, akhirnya menemukan ritme terbaiknya di Flushing Meadows. Ia berhasil merebut break di game ketujuh set pertama melalui forehand winner yang mematikan. Namun, Townsend langsung merespons dengan memecah servis lawan hingga kedudukan kembali imbang. Sabalenka, yang dikenal dengan ketenangannya di momen krusial, berhasil menyelamatkan break point dengan servis yang tak mampu dikembalikan lawan, lalu menutup set pertama di game kesepuluh.
Set kedua menjadi ujian mental yang lebih berat. Townsend, yang mendapat dukungan luar biasa dari publik tuan rumah, berhasil unggul 3-1 setelah mampu membaca arah servis keras Sabalenka. Namun, kesalahan ganda yang dilakukannya justru menjadi titik balik. Sabalenka memanfaatkan momentum itu dengan agresif, memenangkan empat game beruntun untuk mengunci kemenangan dan melaju ke babak delapan besar.
"Dia petenis yang luar biasa saat maju ke net dan pengembali bola yang hebat. Sangat berani, Anda bisa lihat betapa fokusnya dia. Sungguh menantang bermain melawannya, terutama di sini," ujar Sabalenka dalam konferensi pers usai pertandingan, memberikan penghormatan kepada lawannya yang tampil di depan pendukung sendiri.
Kemenangan ini menempatkan Sabalenka pada posisi yang sangat kuat untuk mempertahankan gelar. Ia akan menghadapi pemenang antara Marta Kostyuk dari Ukraina (unggulan ke-11) atau Linda Noskova dari Ceko, yang merupakan juara Wimbledon. Keduanya sama-sama petenis muda berbakat, tetapi belum memiliki pengalaman sebesar Sabalenka di panggung Grand Slam.
Bagi penggemar tenis Indonesia, performa Sabalenka ini layak menjadi perhatian. Ia adalah salah satu pemain dengan servis tercepat di tur putri, dan ketenangannya di bawah tekanan menjadi contoh bagaimana mengelola emosi dalam pertandingan besar. Selain itu, keberanian Townsend yang tampil tanpa beban meski berstatus non-unggulan bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Indonesia yang kerap menghadapi lawan dengan peringkat lebih tinggi.
Pertandingan ini juga menunjukkan bahwa tenis putri semakin kompetitif. Meski Sabalenka dan beberapa nama besar lain mendominasi, para pemain di luar 50 besar kini mampu memberikan kejutan. Hal ini sejalan dengan tren peningkatan kualitas permainan di level bawah yang membuat setiap pertandingan di Grand Slam menjadi tidak terduga.
Ke depan, Sabalenka akan menghadapi tantangan yang lebih berat. Jika ia mampu mempertahankan performa seperti ini, bukan tidak mungkin ia akan kembali mengangkat trofi di New York. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah ia bisa menjaga konsistensi saat melawan lawan yang lebih berpengalaman di babak-babak akhir? Semua akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.



