Pegula Jinakkan Cirstea di Flushing Meadows, Lolos ke Perempat Final AS Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Petenis Amerika Serikat, Jessica Pegula, melaju mulus ke perempat final AS Terbuka setelah menaklukkan Sorana Cirstea dengan skor telak 6-3, 6-4.
- Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Pegula atas Cirstea dalam tiga pekan terakhir, setelah sebelumnya menang di Cincinnati Open.
- Pegula akan menghadapi pemenang duel Emma Navarro versus Anna Kalinskaya untuk memperebutkan tiket semifinal, sekaligus mengincar gelar Grand Slam pertamanya.

NEW YORK โ Petenis Amerika Serikat, Jessica Pegula, memastikan tempat di perempat final AS Terbuka 2026 setelah menaklukkan Sorana Cirstea dari Rumania dengan skor 6-3, 6-4 di lapangan Louis Armstrong, Minggu (6/9) waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus mengubur mimpi Cirstea yang tampil untuk terakhir kalinya di turnamen Grand Slam sebelum gantung raket.
Pegula, yang menjadi runner-up pada edisi 2024, masih memburu gelar mayor pertamanya. Ia tampil dominan meski sempat menghadapi perlawanan sengit dari Cirstea yang mengalami kebangkitan karier di usia senja. Petenis Rumania itu sempat menembus peringkat 20 besar dunia sebelum memutuskan pensiun pada akhir musim ini.
Babak pertama berlangsung alot dengan hanya tiga game servis yang dipertahankan. Pegula beberapa kali memberi peluang, termasuk saat melakukan double fault ketika hendak menutup set, dan menyia-nyiakan empat set point sebelum akhirnya memanfaatkan peluang kelima setelah Cirstea yang menjadi unggulan ke-16 kembali kehilangan servisnya.
Pada set kedua, pola permainan serupa kembali terjadi. Pegula, yang pada babak sebelumnya membutuhkan tiga set untuk menyingkirkan finalis AS Terbuka lainnya, Leylah Fernandez, berhasil melakukan satu break lebih banyak dibandingkan Cirstea. Keunggulan itu cukup untuk mengamankan kemenangan dan tiket ke babak delapan besar.
Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Pegula atas Cirstea dalam tiga pekan terakhir. Sebelumnya, ia menang tipis atas petenis Rumania tersebut di babak 16 besar Cincinnati Open. "Saya sangat menghormatinya. Dia petarung sejati," ujar Pegula di lapangan Louis Armstrong. "Kami sebenarnya sudah lama tidak bertemu hingga beberapa pekan terakhir. Dua pertandingan yang sangat sulit dan intens."
Pegula selanjutnya akan menunggu pemenang duel sesama petenis Amerika Serikat, Emma Navarro, melawan Anna Kalinskaya dari Rusia yang dijadwalkan berlangsung larut malam. Pemenang laga tersebut akan menjadi lawan Pegula untuk memperebutkan tiket semifinal, yang merupakan pencapaian ketiga kalinya secara beruntun bagi Pegula di turnamen ini.
Bagi penggemar tenis Indonesia, performa Pegula menjadi sorotan menarik. Ia adalah salah satu dari sedikit petenis Amerika yang konsisten tampil di papan atas, dan perjalanannya di turnamen ini bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Tanah Air yang bercita-cita menembus level Grand Slam. Meski Indonesia belum memiliki wakil di ajang sebesar ini, perkembangan tenis Asia Tenggara perlahan menunjukkan peningkatan, dan kesuksesan petenis seperti Pegula membuktikan bahwa kerja keras dan konsistensi adalah kunci.
Dengan performa yang semakin matang, akankah Pegula akhirnya mampu merebut gelar Grand Slam pertamanya di usia 32 tahun? Atau justru langkahnya akan terhenti di tangan Navarro atau Kalinskaya? Jawabannya akan segera terungkap dalam laga perempat final yang dinanti.



