Shelton Jinakkan Tsitsipas, Tantang Alcaraz di Perempat Final AS Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Ben Shelton melaju mulus ke perempat final AS Terbuka setelah menaklukkan Stefanos Tsitsipas tiga set langsung.
- Kemenangan ini menegaskan kebangkitan tenis Amerika dan membuka peluang juara Grand Slam pertama sejak Andy Roddick 2003.
- Shelton akan menghadapi Carlos Alcaraz, yang dianggapnya sebagai lawan superhuman, dalam duel yang diprediksi sengit.

NEW YORK โ Petenis tuan rumah Ben Shelton memastikan langkahnya ke perempat final AS Terbuka setelah menundukkan unggulan kesembilan asal Yunani, Stefanos Tsitsipas, dengan skor telak 6-2, 6-3, 6-4 di Arthur Ashe Stadium, Minggu (6/9) waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus menghidupkan kembali asa publik Amerika untuk melihat petenis putra mereka menjadi juara Grand Slam pertama dalam lebih dari dua dekade.
Shelton, yang kini berusia 23 tahun, tampil dominan sejak awal. Ia memadukan servis keras, pukulan groundstroke yang akurat, serta sentuhan halus di depan net untuk membongkar pertahanan Tsitsipas. Set pembuka hanya berlangsung 31 menit, menunjukkan betapa cepatnya Shelton mengambil alih kendali pertandingan. Kegagalan Tsitsipas dalam mengantisipasi variasi permainan lawan membuatnya kesulitan membangun ritme, dan ia pun harus mengakui keunggulan lawan yang tampil tanpa cela.
Pertandingan ini menjadi sorotan karena Shelton dianggap sebagai salah satu harapan terbesar Amerika Serikat untuk mengakhiri puasa gelar sejak Andy Roddick menjuarai Flushing Meadows pada 2003. Meski demikian, Shelton menegaskan bahwa fokus penuh adalah kuncinya. "Tim saya bercanda bahwa jika saya tidak tampil fokus, mereka akan pergi," ujarnya sambil tersenyum. "Saya bermain fokus dan ini menjadi pertandingan yang solid dari awal hingga akhir. Ini kemenangan straight-sets pertama saya tahun ini, dan saya senang bisa melakukannya di depan publik sendiri."
Di babak berikutnya, Shelton akan menghadapi tantangan terbesar: Carlos Alcaraz, sang juara bertahan asal Spanyol yang baru pulih dari cedera. Alcaraz menunjukkan performa impresif setelah absen hampir lima bulan, dan Shelton pun memberikan pujian tinggi. "Level permainannya luar biasa. Tidak bermain selama hampir lima bulan dan langsung tampil seperti itu adalah sesuatu yang superhuman. Kami senang dia kembali," kata Shelton. "Dia mampu menyalakan stadion, dan saya yakin akan ada pertunjukan hebat pada Selasa nanti."
Bagi penggemar tenis di Indonesia, pertarungan Shelton melawan Alcaraz ini menarik untuk disimak, mengingat Alcaraz memiliki basis penggemar yang besar di Asia Tenggara. Gaya bermainnya yang agresif dan karismatik kerap menjadi tontonan yang dinanti. Selain itu, performa Shelton yang semakin matang bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Asia, termasuk Indonesia, bahwa kerja keras dan konsistensi dapat membawa hasil di panggung terbesar.
Dengan kemenangan ini, Shelton menunjukkan bahwa ia bukan sekadar petenis dengan servis kencang. Ia mampu membaca permainan lawan dan beradaptasi dengan cepat, kualitas yang dibutuhkan untuk menaklukkan pemain sekelas Alcaraz. Namun, ia pun sadar bahwa lawan berikutnya adalah ujian yang jauh lebih berat. "Untuk mengalahkan Carlos, saya harus bermain di level yang sangat spesial. Dia juara bertahan dan sedang dalam performa terbaiknya," akunya.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Shelton mempertahankan konsistensi dan mengatasi tekanan saat menghadapi Alcaraz di hadapan publik sendiri? Atau justru Alcaraz yang akan kembali menunjukkan dominasinya dan melaju lebih jauh mempertahankan gelar? Duel keduanya dijadwalkan berlangsung pada Selasa (8/9) dan dipastikan akan menjadi salah satu laga paling dinanti di turnamen tahun ini.



