Osaka Bangkit dari Ketertinggalan, Lolos ke Babak Keempat AS Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Naomi Osaka menaklukkan Elise Mertens dalam duel tiga set yang menegangkan di Flushing Meadows.
- Kemenangan ini menegaskan konsistensi Osaka di turnamen Grand Slam setelah dua tahun penuh gejolak.
- Performa Osaka akan diuji lebih berat di babak keempat, menghadapi lawan-lawan dengan peringkat lebih tinggi.

Naomi Osaka, mantan petenis nomor satu dunia asal Jepang, memastikan tempat di babak keempat AS Terbuka setelah melewati ujian berat melawan Elise Mertens dari Belgia dengan skor 6-3, 3-6, 7-5 di New York, Sabtu waktu setempat. Kemenangan ini menjadi sinyal kebangkitan Osaka yang sempat kehilangan konsistensi dalam beberapa musim terakhir.
Unggulan ke-13 yang pernah dua kali juara di turnamen ini (2018 dan 2020) itu sempat tertinggal satu break di set penentuan. Namun, mental juara yang pernah membawanya ke puncak klasemen WTA kembali muncul. Ia berhasil menyamakan kedudukan dan akhirnya memenangi pertandingan yang berlangsung selama 2 jam 38 menit tersebut. Ini adalah tahun kedua beruntun Osaka menembus babak 16 besar di Flushing Meadows.
Pertarungan melawan Mertens, unggulan ke-23, berjalan alot sejak awal. Osaka merebut set pertama dengan satu break di game keempat. Di set kedua, ia sempat unggul break lebih dulu, tetapi Mertens bangkit dan memaksa set ketiga. Pada set penentuan, Osaka tertinggal lebih dulu, tetapi kemudian melakukan break krusial yang dipicu oleh double fault lawan. Mertens yang tampil agresif akhirnya menyerah setelah forehand-nya melebar di momen kritis.
Statistik menunjukkan performa Osaka yang impresif namun juga rentan. Ia mencatatkan sembilan ace berbanding tiga milik Mertens, serta 39 winner berbanding 22. Akan tetapi, jumlah unforced errors-nya juga tinggi, mencapai 41, sementara lawannya hanya 32. Angka ini menegaskan bahwa Osaka masih bermain dengan risiko tinggi, mengandalkan kekuatan pukulan untuk menekan lawan.
Usai pertandingan, Osaka mengaku tidak percaya dengan kemenangannya. "Sejujurnya saya tidak percaya bisa memenangi pertandingan ini. Saya merasa telah mengerahkan seluruh hati di lapangan dan terus berjuang di setiap poin. Saya benar-benar terkejut," ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan betapa beratnya laga tersebut, sekaligus menunjukkan sisi emosional yang sering kali menjadi bahan bakar permainannya.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, perjalanan Osaka di turnamen ini menarik untuk disimak. Meski bukan berasal dari Asia Tenggara, popularitas Osaka di kawasan ini cukup besar, terutama setelah ia menjadi duta merek global dan aktif menyuarakan isu kesehatan mental. Keberhasilannya bangkit dari keterpurukan peringkat dan cedera menjadi inspirasi bagi atlet muda, termasuk di Indonesia yang tengah mengembangkan bakat tenisnya.
Osaka sendiri sadar bahwa tantangan ke depan akan semakin berat. "Setiap lawan semakin sulit, dan saya benar-benar ingin melaju lebih jauh. Saya harus bermain poin demi poin. Ini pelajaran berharga bagi saya hari ini," katanya. Dengan performa yang masih naik-turun, konsistensi menjadi kunci jika ia ingin kembali merebut gelar Grand Slam.
Pertanyaan besarnya kini: dapatkah Osaka mempertahankan fokus dan mengurangi kesalahan sendiri saat menghadapi lawan yang lebih konsisten di babak keempat? Jika ya, bukan tidak mungkin ia kembali menjadi kandidat kuat juara di turnamen yang pernah dua kali ia taklukkan.



