Arsenal Pede Lampaui Level Juara Musim Lalu Usai Bungkam Chelsea: Sinyal Kuat untuk Perebutan Gelar
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan 2-1 atas Chelsea menegaskan kapasitas Arsenal untuk tampil lebih baik dari musim lalu, menurut Mikel Arteta.
- Trio lini serang Havertz-Odegaard-Saka mulai menemukan ritme, menjadi modal utama The Gunners bersaing dengan Manchester City.
- Kekalahan perdana Chelsea di bawah Xabi Alonso membuka pekerjaan rumah besar di lini pertahanan yang sudah kebobolan tujuh gol dalam tiga laga.

LONDON โ Mikel Arteta percaya diri menyatakan Arsenal mampu melampaui level permainan yang mengantarkan mereka menjadi juara musim lalu. Keyakinan itu muncul setelah The Gunners menaklukkan Chelsea dengan skor 2-1 di Emirates Stadium, Minggu (6/9), dalam laga yang berlangsung sengit dan penuh intensitas sejak menit awal.
Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol cepat Morgan Rogers pada menit kedua, Arsenal bangkit dengan determinasi tinggi. Kai Havertz dan kapten Martin Odegaard masing-masing mencetak gol untuk membalikkan keadaan, sekaligus memastikan kemenangan ketiga beruntun di awal musim ini. Sebelumnya, pasukan Arteta hanya menang meyakinkan atas Coventry City dan menang tipis 1-0 di kandang Aston Villa. Namun, performa kontra Chelsea dianggap sebagai ujian sesungguhnya yang berhasil mereka lewati dengan impresif.
โSaya menikmati setiap menit pertandingan ini. Awalnya memang berat, tetapi reaksi tim sangat luar biasa. Keyakinan, tekad, dan kualitas yang saya harap selalu konsisten tampak indah,โ ujar Arteta dalam konferensi pers usai laga. Ia menambahkan bahwa hasil ini menjadi indikator kapasitas timnya untuk tampil di level yang lebih tinggi dibanding musim lalu, dengan syarat mereka mampu menjaga dan mempertahankan hasrat juara tersebut.
Yang menarik, Arsenal tidak melakukan perombakan besar di lini depan pada bursa transfer musim panas ini. Beberapa pemain seperti Gabriel Jesus, Gabriel Martinelli, dan Leandro Trossard justru hengkang. Namun, ketajaman Havertz, Odegaard, dan Bukayo Saka yang mulai padu, ditambah penampilan cemerlang rekrutan anyar Christos Tzolis di sisi sayap, membuat lini serang Arsenal tetap tampak hidup dan berbahaya.
Odegaard, khususnya, dinilai kembali ke performa terbaiknya setelah musim lalu diganggu cedera berkepanjangan. Arteta menyoroti pentingnya kebersamaan para pemain kunci yang musim lalu jarang tampil bareng karena cedera. โOdegaard punya motivasi besar untuk membuktikan diri. Kai juga, Bukayo juga. Kami kehilangan banyak pemain menyerang musim lalu dalam waktu yang lama. Ketika mereka mulai merasakan chemistry di antara mereka, itu hal yang hebat,โ jelas pelatih asal Spanyol itu.
Kemenangan ini juga menegaskan persaingan ketat di papan atas Premier League. Arsenal dan Manchester City kini menjadi dua tim yang belum terkalahkan dengan catatan sempurna. Sementara itu, Chelsea yang tampil meyakinkan di dua laga awal di bawah manajer anyar Xabi Alonso, harus menerima kenyataan pahit. Mereka kehilangan poin perdana musim ini dan menunjukkan bahwa lini pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah besar.
โKami ingin segera mencatatkan clean sheet. Para pemain berkomitmen bekerja keras dan kami tahu sedang dalam proses untuk bersaing di setiap pertandingan. Kami tidak senang tidak mendapat apa-apa, tapi harus tetap tenang dan melanjutkan perjuangan,โ kata Alonso.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini memberikan gambaran menarik tentang persaingan gelar juara yang semakin sengit. Arsenal yang musim lalu tampil dominan, kini menunjukkan bahwa mereka belum puas dan terus mencari peningkatan. Sementara itu, kekalahan Chelsea justru menjadi alarm bagi tim yang tengah membangun proyek besar. Dengan musim yang masih panjang, pertanyaan besarnya adalah: akankah Arsenal mampu menjaga konsistensi ini dan benar-benar melampaui pencapaian musim lalu, atau justru Chelsea yang akan bangkit dan menjadi pesaing serius? Jawabannya akan terungkap dalam laga-laga berikutnya.



