Ndiaye Pilih City di Menit Akhir: 'Saat Manchester City Menelepon, Anda Tak Bisa Menolak'
Baca dalam 60 detik
- Iliman Ndiaye resmi berseragam Manchester City setelah kepindahan mengejutkan dari Everton di hari pamungkas bursa transfer, mengungguli Tottenham yang sempat lebih dulu dekat.
- Debut langsung di laga Premier League kontra Coventry, pemain asal Senegal itu langsung menunjukkan taringnya dengan delapan percobaan dribel, terbanyak di antara semua pemain.
- Keputusan ini menegaskan ambisi Ndiaye untuk tampil di Liga Champions dan mengukur dirinya di panggung terbaik Eropa, sebuah langkah yang dinilai sebagai puncak perjalanan kariernya.

Laga perdananya bersama Manchester City langsung menjadi panggung pembuktian. Iliman Ndiaye, pemain sayap berusia 26 tahun yang direkrut dari Everton dengan nilai transfer mencapai 60 juta pound sterling, mengaku tidak bisa menolak ketika klub sekelas City mengajaknya bekerja sama. Ia pun langsung dipercaya mengisi posisi starter dalam kemenangan tipis 1-0 atas Coventry City di ajang Premier League, akhir pekan kemarin.
Kepindahan ini menjadi salah satu drama paling menarik di hari penutupan bursa transfer. Semula, Tottenham Hotspur dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Everton untuk memboyong Ndiaye. Namun, rencana tersebut gagal di menit-menit akhir karena Spurs tidak berhasil melepas Richarlison, yang menjadi prasyarat utama untuk mendanai transfer tersebut. Situasi ini justru membuka peluang bagi Manchester City untuk bergerak cepat dan memenangkan perlombaan perburuan tanda tangan pemain berkebangsaan Senegal tersebut.
Ndiaye mengaku tidak pernah merasa cemas atau panik selama proses negosiasi yang alot tersebut. Ia memilih untuk bersabar dan menyerahkan segalanya pada takdir. "Tuhan yang menentukan masa depan, semuanya sudah tertulis," ujarnya. Ketika tawaran dari City datang, ia mengaku sangat antusias. "Saya selalu ingin bermain di Liga Champions dan berada di salah satu tim terbaik dunia. Bukan berarti Tottenham tidak hebat, tetapi ketika Manchester City menelepon, Anda tidak bisa berkata tidak," tegasnya kepada BBC Sport.
Perjalanan karier Ndiaye memang penuh liku. Sebelum menembus papan atas Liga Inggris, ia sempat bermain di level non-liga bersama Boreham Wood dan Hyde United, klub yang berjarak hanya tujuh mil dari Stadion Etihad. Ia kemudian menimba pengalaman di Sheffield United, sempat mencicipi kompetisi Prancis bersama Marseille, sebelum akhirnya bergabung dengan Everton pada 2024 dengan nilai transfer 15 juta pound. Selama dua musim di Goodison Park, meski timnya kerap berkutat di papan bawah, Ndiaye berhasil mencuri hati para pendukung lewat kemampuan dribelnya yang memikat dan torehan 17 gol.
Kepindahannya ke City bukan sekadar perpindahan klub biasa. Bagi Ndiaye, ini adalah puncak dari kerja keras dan keyakinan dirinya. "Saya tidak suka menoleh ke belakang. Saya fokus ke depan dan terus bekerja. Ini langkah besar bagi saya," katanya. Ia menambahkan bahwa City adalah salah satu klub terbesar di dunia dengan pemain, stadion, dan suporter yang luar biasa. "Di sinilah saya merasa seharusnya berada," ucapnya penuh keyakinan.
Konteks Indonesia: Perpindahan pemain sekelas Ndiaye ke klub raksasa Premier League selalu menarik perhatian penggemar sepak bola Tanah Air yang menjadikan Liga Inggris sebagai tontonan utama. Fenomena ini juga kerap memicu diskusi tentang strategi transfer klub-klub besar Eropa, yang bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia dalam membangun skuad kompetitif. Selain itu, performa Ndiaye yang langsung moncer pada debutnya menjadi bukti bahwa perencanaan rekrutmen yang matang, meski dilakukan di menit-menit akhir, tetap bisa membuahkan hasil.
Keputusan Ndiaye untuk memilih City di atas Tottenham juga menyoroti daya tarik kompetisi antarklub Eropa, khususnya Liga Champions, sebagai magnet utama bagi para pemain top dunia. Bagi Ndiaye, kesempatan berlaga di kompetisi paling prestisius tersebut adalah puncak karier yang selama ini ia impikan. "Ini baru permulaan," ujarnya, menandakan bahwa ia siap bersaing di level tertinggi dan memberikan kontribusi nyata bagi skuad asuhan Pep Guardiola.
Pertanyaan besarnya kini: dapatkah Ndiaye mempertahankan performa impresifnya dan menjadi bagian penting dalam skema permainan City yang sarat bintang? Dengan persaingan ketat di lini serang, ia harus bekerja ekstra keras untuk mengamankan posisi reguler. Namun, jika debutnya menjadi indikasi, para penggemar City boleh berharap banyak pada pemain yang satu ini.



