WSL 2025-26 Dimulai: Manchester City Kokoh, Chelsea dan Arsenal Tersendat
Baca dalam 60 detik
- Manchester City mengawali musim dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Birmingham City, sementara Chelsea hanya bermain imbang melawan Aston Villa.
- London City Lionesses, dengan debut Alexia Putellas, mengejutkan Manchester United 2-1, menandakan perubahan peta kekuatan di papan atas.
- Liverpool tampil impresif dengan kemenangan telak 4-0 atas Charlton, memberikan sinyal kebangkitan setelah musim lalu yang sulit.

Liga Super Wanita Inggris (WSL) musim 2025-26 resmi bergulir akhir pekan ini, langsung menyajikan kejutan dan konfirmasi awal kekuatan tim-tim unggulan. Manchester City, juara bertahan, memulai langkah dengan gemilang, sementara dua rival beratnya, Chelsea dan Arsenal, justru tersendat di laga perdana.
Di Joie Stadium, The Citizens menundukkan pendatang baru Birmingham City dengan skor telak 3-1. Penampilan mereka dianggap meyakinkan, meski pelatih Andree Jeglertz mengakui ada sedikit kekecewaan karena timnya tidak mampu menambah gol di babak pertama yang dinilainya "ragu-ragu". Namun, superioritas City tetap terlihat jelas sepanjang pertandingan.
Sebaliknya, Chelsea gagal memanfaatkan status juara bertahan enam kali. Mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Aston Villa di Stamford Bridge. Statistik menunjukkan dominasi The Blues: 57 sentuhan di kotak penalti lawan, 23 tembakan, satu bola mengenai mistar, dan satu gol dianulir. Namun, kegagalan memanfaatkan peluang menjadi masalah klasik yang kembali menghantui tim asuhan Sonia Bompastor, mengingat musim lalu mereka jatuh ke posisi ketiga.
Sementara itu, Arsenal, yang diunggulkan bandar judi, juga kesulitan menaklukkan Brighton. Gol semata wayang dari pemain debutan berusia 19 tahun, Lisa Baum, memastikan kemenangan tipis 1-0 bagi The Gunners. Meski meraih tiga poin, performa mereka belum sepenuhnya meyakinkan.
Kejutan terbesar datang dari London City Lionesses. Tim yang diperkuat sederet bintang anyar, termasuk pemenang Ballon d'Or dua kali Alexia Putellas dan bek Spanyol Mapi Leon, sukses mengalahkan Manchester United 2-1. Penampilan mereka yang solid, dengan 60% penguasaan bola, menunjukkan bahwa proyek ambisius klub ini layak diperhitungkan untuk bersaing di papan atas dan memperebutkan tiket Liga Champions Wanita.
Liverpool juga tampil mengejutkan. Setelah musim lalu terpuruk di dasar klasemen, The Reds langsung tancap gas dengan menghancurkan Charlton Athletic 4-0. Penyerang anyar mereka, Vivien Endemann, menjadi sorotan dengan performa impresifnya. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi tim asuhan Gareth Taylor untuk membuktikan bahwa mereka telah bangkit.
Di sisi lain, kemenangan tipis Crystal Palace atas Everton 1-0 membuktikan bahwa tim promosi tidak bisa dianggap remeh. Gol Lexi Lloyd-Smith di babak pertama sudah cukup untuk mengamankan tiga poin, meski Everton sempat mengancam di masa injury time. Bagi konteks Indonesia, perkembangan WSL ini menarik untuk dicermati, terutama bagi para penggemar sepak bola wanita yang mulai melirik kompetisi Eropa. Meski belum ada pemain Indonesia yang berlaga di liga ini, peningkatan kualitas dan profesionalisme WSL bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan sepak bola putri di tanah air yang tengah berbenah.
Pekan pembuka ini memang belum menjadi penentu segalanya, tetapi memberikan gambaran awal tentang persaingan musim ini. Manchester City tampak kokoh, namun tantangan dari London City Lionesses yang ambisius dan Liverpool yang bangkit tidak bisa diabaikan. Pertanyaannya, akankah Chelsea mampu memperbaiki penyelesaian akhir mereka, dan dapatkah Arsenal tampil lebih konsisten? Musim ini diprediksi akan menjadi salah satu musim paling kompetitif dalam sejarah WSL.



