Gatti dan Conceicao Kirim Sinyal ke Milan: Juventus Tak Pernah Menyerah
Baca dalam 60 detik
- Dua gol dari bangku cadangan menyelamatkan Juventus dari kekalahan melawan AC Milan di Turin, memperpanjang tren imbang dalam duel klasik Serie A.
- Federico Gatti menegaskan mentalitas pantang menyerahnya setelah sempat dikabarkan akan dijual, sementara Francisco Conceicao mengkritik permainan Milan yang dinilainya pasif.
- Hasil ini menambah catatan lima hasil imbang dalam enam pertemuan terakhir kedua tim, mengindikasikan keseimbangan kekuatan yang sulit dipisahkan.

Dua gol dari bangku cadangan mewarnai laga sengit Juventus kontra AC Milan di Allianz Stadium, Kamis dini hari WIB. Federico Gatti menjadi pahlawan dengan sundulan penyeimbang di masa injury time, membalas keunggulan Milan yang dicetak Alphadjo Cisse. Hasil imbang 1-1 ini memperpanjang tren lima hasil seri dalam enam pertemuan terakhir kedua raksasa Italia tersebut.
Pertandingan berjalan dramatis sejak babak pertama. Milan unggul lebih dulu melalui aksi solo Cisse yang memanfaatkan umpan silang Samuel Chukwueze, sebelum menaklukkan Pierre Kalulu dengan tembakan yang menembus celah kaki bek Prancis itu. Namun, Juventus yang tampil dominan akhirnya membayar lunas tekanan mereka ketika Gatti melompat tinggi menyambut umpan silang Teun Koopmeiners di menit akhir.
Selebrasi Gatti yang berteriak ke arah tribun penonton menjadi sorotan. Bek berusia 26 tahun itu seolah ingin membuktikan bahwa dirinya masih punya tempat di skuat Bianconeri, setelah sepanjang musim panas namanya santer dikaitkan dengan kepindahan ke Napoli, Premier League, hingga Liga Turki. โSaya minta maaf jika kalian terkejut, tapi ini yang selalu saya lakukan. Ini sejarah saya, saya punya kekuatan batin, saya tidak pernah menyerah, saya berjuang melawan siapa pun dan apa pun dengan determinasi ini,โ ujarnya kepada DAZN Italia.
Francisco Conceicao, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan, tak segan melontarkan kritik tajam terhadap permainan Milan. Winger asal Portugal itu menilai tim tamu hanya mengandalkan satu momen dan tidak layak membawa pulang tiga poin. โSelama 90 menit, saya rasa kami pantas menang. Milan mencetak gol, tapi tidak melakukan apa-apa lagi. Saya membentur tiang, Fede mencetak gol, jadi bagus kami tidak kalah, tapi kami layak mendapat tiga poin,โ tegasnya.
Hasil ini menjadi cermin keseimbangan kekuatan kedua tim dalam beberapa musim terakhir. Dari enam pertemuan terakhir di Serie A, lima di antaranya berakhir imbang. Fakta bahwa kedua gol lahir dari pemain pengganti juga menunjukkan kedalaman skuat masing-masing pelatih menjadi faktor penentu dalam laga sekelas ini.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini memberikan pelajaran tentang pentingnya mentalitas pantang menyerah. Juventus, yang sempat kehilangan arah di awal musim, perlahan menemukan karakter mereka. Sementara itu, Milan yang tampil pragmatis harus segera berbenah jika ingin bersaing di papan atas. Pertanyaan besarnya: akankah tren imbang ini berlanjut pada pertemuan berikutnya, atau salah satu tim akhirnya mampu memutus dominasi hasil seri?



