Arsenal Buktikan Diri Tanpa Striker Anyar: Havertz-Odegaard Hancurkan Chelsea di Derby London
Baca dalam 60 detik
- Arsenal memetik kemenangan comeback 2-1 atas Chelsea berkat gol Kai Havertz dan Martin Odegaard, memperpanjang rekor sempurna di awal musim.
- Meski gagal mendatangkan penyerang elite di bursa transfer, The Gunners menunjukkan kedalaman skuad dan mentalitas juara yang sulit ditandingi rival.
- Kemenangan ini menegaskan status Arsenal sebagai kandidat kuat juara bertahan, dengan ujian sesungguhnya menanti di Liga Champions melawan Napoli.

Arsenal membuktikan bahwa mereka tetap menjadi kekuatan dominan di Premier League meski tanpa tambahan penyerang bintang pada bursa transfer musim panas. Dalam laga derbi London yang berlangsung sengit di Emirates Stadium, Minggu (14/9), tim asuhan Mikel Arteta sukses membalikkan keadaan untuk menaklukkan Chelsea dengan skor 2-1. Gol-gol dari Kai Havertz dan Martin Odegaard memastikan tiga poin penuh, sekaligus mempertahankan rekor sempurna The Gunners di tiga laga awal musim 2026-27.
Kemenangan ini terasa istimewa mengingat rival mereka, Chelsea, telah menghabiskan hampir ยฃ350 juta untuk belanja pemain sejak akhir musim lalu. Namun, Arsenal justru tampil efisien dan matang. Meski sempat tertinggal cepat lewat gol Morgan Rogers pada menit kedua, anak asuh Arteta tidak panik. Havertz menyamakan kedudukan sebelum turun minum, dan Odegaard memastikan kemenangan pada menit ke-50. Hasil ini menegaskan bahwa kekuatan Arsenal tidak hanya terletak pada nama besar, melainkan pada kolektivitas dan mentalitas juara yang telah tertanam sejak musim lalu.
Menariknya, Arsenal sebenarnya menggelontorkan dana hampir ยฃ200 juta untuk rekrutan anyar, tetapi gagal mendapatkan target utama mereka di lini depan. Julian Alvarez, Morgan Rogers, Bradley Barcola, hingga Vinicius Jr sempat masuk radar, namun semuanya memilih bertahan atau pindah ke klub lain. Rogers bahkan memperkuat Chelsea dan menjadi mimpi buruk bagi Arsenal di awal laga. Meski demikian, keputusan untuk tidak memaksakan pembelian penyerang top justru terlihat tepat. Havertz dan Odegaard, dua pemain yang sudah lama memperkuat Arsenal, tampil sebagai pembeda dan membuktikan bahwa kualitas internal klub sudah cukup untuk bersaing di level tertinggi.
Bagi pengamat sepak bola, performa Arsenal ini menjadi sinyal kuat bahwa mereka serius mempertahankan gelar juara yang diraih musim lalu setelah penantian 22 tahun. Chris Sutton, mantan pemenang Premier League, bahkan dengan tegas menyatakan, "Saya tidak melihat ada yang bisa menghentikan Arsenal." Pandangan serupa disampaikan Ashley Young, yang memuji koneksi apik antara Odegaard, Bukayo Saka, dan Havertz di sisi kanan serangan. Menurut Young, pemahaman antar pemain yang sudah terbangun lama menjadi senjata utama Arsenal, sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Chelsea. Meski telah menginvestasikan dana fantastis, The Blues masih kesulitan menemukan keseimbangan tim. Keputusan menempatkan dua bek kanan di lini tengah menuai kritik, dan performa mereka di laga besar kembali dipertanyakan. Bagi Arsenal, kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga pernyataan mentalitas. Mereka kini menjadi satu dari dua tim, bersama Manchester City, yang meraih sembilan poin penuh di awal musim. Catatan defensif pun impresif: hanya satu gol kebobolan dalam tiga laga, sebuah fondasi kokoh untuk perjalanan panjang musim ini.
Kapten Arsenal, Martin Odegaard, menegaskan bahwa mentalitas tim menjadi kunci kebangkitan mereka. "Kami tidak pernah ingin kebobolan cepat, tetapi reaksi tim luar biasa. Kami menunjukkan kualitas dengan dan tanpa bola," ujarnya. Sementara itu, Havertz menambahkan bahwa kepercayaan diri tim semakin meningkat setelah melewati ujian berat melawan Chelsea. "Chelsea memiliki skuad yang luar biasa, tetapi kami juga punya kualitas. Kami percaya pada diri sendiri dan mampu membalikkan keadaan," kata pemain asal Jerman itu.
Kemenangan ini tentu menjadi perhatian bagi pencinta sepak bola di Indonesia, yang selama ini mengikuti perkembangan Premier League dengan antusias. Keberhasilan Arsenal bertahan di puncak klasemen tanpa striker anyar memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya membangun tim yang solid dan tidak bergantung pada satu bintang. Bagi para penggemar The Gunners di Tanah Air, momen ini layak dinikmati, tetapi perjalanan masih panjang. Ujian sesungguhnya akan datang saat Arsenal bertandang ke markas Napoli pada laga perdana Liga Champions, Rabu (17/9), disusul laga tandang melawan Sunderland di akhir pekan.
Pertanyaannya kini, akankah Arsenal mampu mempertahankan konsistensi ini sepanjang musim? Atau justru keputusan tidak mendatangkan striker top akan menjadi bumerang ketika jadwal padat mulai menghantam? Satu hal yang pasti, Arsenal telah menempatkan diri mereka sebagai kandidat terkuat peraih gelar, dan rival-rival mereka harus berpikir ulang untuk meremehkan kekuatan tim asuhan Mikel Arteta.



