Jak Jones Kalahkan Mark Selby 10-6, Raih Gelar British Open 2025
Baca dalam 60 detik
- Jak Jones menaklukkan Mark Selby 10-6 di final British Open, meraih gelar peringkat keduanya.
- Kemenangan ini menegaskan kebangkitan Jones setelah menjadi runner-up Kejuaraan Dunia 2024.
- Dengan dua gelar dalam satu musim, Jones diprediksi menjadi ancaman serius di turnamen-turnamen berikutnya.

Jak Jones, pemain asal Wales, mencatatkan kemenangan bersejarah dengan mengalahkan Mark Selby, juara dunia empat kali, dalam partai final British Open 2025. Skor akhir 10-6 memastikan gelar peringkat kedua bagi Jones, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan baru di dunia snooker profesional.
Pertandingan yang berlangsung di arena yang penuh ketegangan ini memperlihatkan perlawanan sengit sejak sesi pertama. Kedua pemain sempat imbang 4-4 setelah sesi siang, dengan Selby mencatatkan break tertinggi 139. Namun, Jones yang tampil konsisten berhasil mengambil alih kendali permainan setelah interval, memenangkan tiga frame beruntun untuk unggul 7-5.
Momentum tersebut tidak disia-siakan oleh Jones. Break 53 dan 62 membawanya ke ambang kemenangan, sebelum kesalahan Selby pada bola hijau di frame penentu memastikan kemenangan Jones. Bagi Selby, kekalahan ini menjadi pukulan telak mengingat ia tampil impresif sepanjang turnamen, termasuk mengalahkan beberapa pemain top.
Kemenangan ini memiliki makna mendalam bagi Jones, yang mengawali karier profesionalnya pada 2010 di usia 16 tahun. Perjalanan kariernya tidak selalu mulus; ia sempat dua kali terdegradasi dari World Snooker Tour sebelum akhirnya menjadi pemain tetap sejak 2016. Puncak kariernya terjadi pada 2024 ketika ia mencapai final Kejuaraan Dunia, meski harus mengakui keunggulan Kyren Wilson.
"Saya tidak percaya bisa mengalahkan Mark Selby dalam pertarungan yang melelahkan seperti ini," ujar Jones kepada Channel 5. "Saya tidak pernah berpikir bisa mengalahkannya, tapi hari ini saya berhasil." Pernyataan tersebut menggambarkan betapa berartinya kemenangan ini bagi pemain yang kerap dianggap underdog.
Bagi penggemar snooker di Indonesia, kemenangan Jones menambah daftar kejutan di musim ini. Meski olahraga ini belum sepopuler bulu tangkis atau sepak bola, popularitas snooker di Tanah Air perlahan meningkat, terutama dengan siaran langsung turnamen internasional. Kemenangan pemain non-unggulan seperti Jones menjadi inspirasi bahwa kerja keras dan konsistensi dapat mengalahkan nama besar.
Kemenangan ini juga mengirim sinyal bahwa persaingan di puncak snooker dunia semakin terbuka. Dengan Selby, Ronnie O'Sullivan, dan Judd Trump yang masih dominan, kehadiran Jones sebagai pemenang turnamen besar menambah warna kompetisi. Jones sendiri mengakui perjuangannya selama 15 tahun terakhir tidak mudah, dan kemenangan ini dipersembahkan untuk keluarga yang selalu mendukungnya.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Jones mampu mempertahankan performa ini. Dengan dua gelar dalam satu musim, ia diprediksi akan menjadi unggulan di turnamen-turnamen berikutnya. Tekanan sebagai juara tentu akan berbeda, tetapi pengalaman mengalahkan pemain sekelas Selby memberikan kepercayaan diri yang besar. Akankah ini menjadi awal dari era baru bagi snooker Wales? Hanya waktu yang bisa menjawab.



