Pelatih Baru Newcastle Bersinar, Eddie Howe Dikabarkan Masuk Radar Utama Timnas Inggris
Baca dalam 60 detik
- Kabar mencuat bahwa Eddie Howe menjadi kandidat kuat pengganti Thomas Tuchel sebagai manajer Timnas Inggris pasca-evaluasi Piala Dunia 2026.
- Newcastle United memulai era baru bersama Matthias Jaissle dengan hasil positif, meski performa di laga terakhir menunjukkan pekerjaan rumah yang masih menumpuk.
- Jika Howe resmi menukangi The Three Lions, ia akan membawa rekam jejak sukses membangun budaya tim dan mengembangkan pemain, sebuah aset berharga bagi skuad penuh bakat.

Kabar mengejutkan datang dari sepak bola Inggris: Eddie Howe, yang baru saja meninggalkan Newcastle United pada Juli lalu, dikabarkan menjadi kandidat utama pengganti Thomas Tuchel sebagai manajer Timnas Inggris. Spekulasi ini menguat setelah Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dikabarkan tengah melakukan evaluasi menyeluruh atas kegagalan The Three Lions di Piala Dunia 2026, di mana mereka tersingkir di semifinal setelah kalah dramatis 1-2 dari Argentina.
Howe, yang berusia 48 tahun, dianggap siap menerima tawaran tersebut jika memang ditawarkan. Menurut laporan Wayne Veysey dari Football Insider, pelatih asal Inggris itu telah lama dikaitkan dengan kursi manajer tim nasional, dan kini peluang itu tampak semakin nyata. Dengan rekam jejaknya yang impresif di Newcastle—membawa klub dari jurang degradasi ke Liga Champions serta mempersembahkan trofi Carabao Cup 2025, gelar domestik pertama dalam 70 tahun—Howe jelas bukan nama sembarangan.
Kepergian Howe dari St James' Park memang meninggalkan jejak yang dalam. Meski musim terakhirnya diwarnai kekecewaan dan ketidakpuasan terhadap arah rekrutmen, warisan yang ia tinggalkan tetap terasa. Newcastle kini berada di bawah asuhan Matthias Jaissle, pelatih muda asal Jerman yang direkrut dengan kompensasi sekitar £9,5 juta dan kontrak empat tahun. Jaissle memulai kiprahnya dengan cukup menjanjikan: imbang 2-2 melawan Liverpool, menang 2-0 atas Tottenham, dan comeback dramatis 2-2 melawan Bournemouth berkat gol Jacob Ramsey di menit 88. Namun, performa di babak pertama melawan Bournemouth menunjukkan bahwa masih banyak yang harus dibenahi, terutama dalam hal soliditas pertahanan.
Di sisi lain, situasi Tuchel kini berada di ujung tanduk. Kegagalan di Piala Dunia, terutama setelah kehilangan keunggulan di menit akhir melawan Argentina, memicu kritik tajam terhadap keputusan taktiknya. FA dikabarkan akan melakukan tinjauan menyeluruh, dan jika hasilnya mengarah pada pergantian, Howe menjadi kandidat yang paling masuk akal. Pengalamannya membangun budaya tim yang kuat, mengembangkan pemain, dan kemampuannya menghadapi tekanan di klub besar membuatnya cocok untuk menangani skuad Inggris yang penuh dengan pemain muda berbakat dan berpengalaman di Premier League.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bagaimana dinamika manajemen tim nasional bisa berubah cepat. Jika Howe benar-benar mengambil alih, ia akan membawa filosofi sepak bola menekan yang agresif, yang bisa mengubah gaya bermain Inggris menjadi lebih intens. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi; Tuchel masih memegang kendali. Yang jelas, FA memiliki opsi kredibel jika ingin melakukan perubahan besar.
Pertanyaan besarnya kini: apakah FA berani mengambil keputusan radikal mengganti Tuchel di tengah persiapan menuju turnamen berikutnya? Atau justru mereka akan memberi kesempatan kedua bagi pelatih asal Jerman itu untuk membuktikan diri? Sementara itu, Howe tampaknya tidak akan kekurangan tawaran, baik dari klub maupun tim nasional. Dengan reputasi yang terus menanjak, masa depannya di dunia kepelatihan tampak cerah, dan keputusan yang ia ambil dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi sorotan utama.



