Richarlison Terjebak di Tottenham: Saudi, Brasil, atau Portugal Jadi Pelarian Berikutnya
Baca dalam 60 detik
- Gagal pindah ke Trabzonspor karena kuota pemain asing, Richarlison kini diincar klub-klub Arab Saudi dengan bursa transfer yang masih terbuka hingga Oktober.
- Tottenham tidak ingin mempertahankan pemain berbayar tinggi yang tidak masuk skuad utama, sementara Richarlison butuh menit bermain untuk menjaga peluangnya di timnas Brasil.
- Bursa transfer Brasil dan Portugal segera ditutup, sehingga keputusan harus segera diambil dalam beberapa pekan ke depan.

Nasib Richarlison di Tottenham Hotspur semakin tidak menentu setelah rencana kepindahannya ke Trabzonspor gagal total. Kini, pemain asal Brasil itu dilaporkan tengah menjajaki opsi pindah ke Arab Saudi, Brasil, atau Portugal, dengan agennya yang bergerak cepat mencari klub baru sebelum jendela transfer di negara-negara tersebut ditutup.
Kegagalan transfer ke klub Turki itu menjadi pukulan telak bagi penyerang berusia 29 tahun yang musim lalu menjadi pencetak gol terbanyak Tottenham di Premier League. Richarlison sebenarnya sudah sepakat secara lisan dengan Trabzonspor, bahkan mendapat dorongan dari Mohamed Salah dan Fabinho yang kini bermain di liga Turki. Namun, kesepakatan batal karena Trabzonspor tidak memiliki slot pemain asing setelah merekrut Franculino Dju dari Midtjylland.
Manajer Tottenham, Roberto De Zerbi, telah mengonfirmasi bahwa Richarlison menolak perpanjangan kontrak dan kini berlatih terpisah dari skuad utama. Pemain yang sempat memperkuat Everton itu juga tidak masuk dalam daftar 25 pemain Premier League, sehingga ia tidak bisa tampil di liga hingga Januari 2025. Situasi ini kontras dengan statusnya sebagai andalan lini depan musim lalu.
Sebelumnya, Richarlison ingin kembali ke Everton, tetapi kesepakatan batal karena terkait dengan transfer Iliman Ndiaye yang akhirnya dibajak Manchester City. Tottenham pun sempat membuka negosiasi dengan Trabzonspor, namun perbedaan nilai transfer menjadi penghalang. Kini, agen Richarlison dikabarkan telah menjalin komunikasi dengan sejumlah klub di Arab Saudi, yang bursa transfernya masih berlangsung hingga Oktober.
Selain Arab Saudi, opsi kembali ke Brasil juga terbuka, dengan jendela transfer liga Brasil ditutup pekan depan. Sementara itu, klub-klub Portugal masih punya waktu hingga 15 September untuk mendatangkan pemain. Namun, setiap kepindahan akan membutuhkan persetujuan Tottenham, baik dalam bentuk pinjaman maupun solusi finansial lain terkait sisa kontrak Richarlison yang dijamin hingga akhir musim.
Konteks Indonesia: Kisruh ini menarik untuk disimak, mengingat banyak penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti perkembangan liga Eropa. Selain itu, fenomena pemain bintang pindah ke liga Arab Saudi juga berdampak pada pasar siaran langsung dan minat sponsor di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jika Richarlison akhirnya merapat ke klub Saudi, hal itu bisa semakin menguatkan tren liga tersebut sebagai destinasi baru pemain top dunia.
Menurut laporan TEAMtalk, Tottenham tidak ingin mempertahankan pemain berbayar tinggi yang tidak masuk skuad utama. Di sisi lain, Richarlison sangat membutuhkan menit bermain untuk menjaga peluangnya tampil di Piala Dunia 2026 bersama Brasil. Kedua pihak sama-sama membutuhkan solusi, dan waktu semakin sempit.
Pertanyaannya, apakah Richarlison akan segera menemukan klub baru sebelum bursa transfer Brasil dan Portugal ditutup, atau ia harus menunggu hingga Januari untuk kembali merumput? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan masa depan kariernya.



