Buffon Yakin Juventus Unggul Atas Milan, Beri Nasihat Khusus untuk Vicario
Baca dalam 60 detik
- Legenda Juventus menilai Bianconeri punya modal lebih dibanding Milan pada laga puncak Serie A pekan ini.
- Buffon menyoroti pentingnya pengalaman dan kestabilan tim, yang menurutnya menjadi keunggulan utama tuan rumah.
- Ia juga mengingatkan kiper anyar Juventus, Vicario, untuk menikmati tekanan bermain di klub sebesar Juventus.

Gianluigi Buffon, legenda hidup sepak bola Italia, meyakini Juventus memiliki keunggulan tersendiri saat menjamu AC Milan dalam lanjutan Serie A, Sabtu (19/10) malam WIB. Menurutnya, meski Milan datang dengan semangat baru, kestabilan yang sudah dibangun Juventus dalam sembilan bulan terakhir menjadi faktor pembeda yang signifikan.
Pertandingan di Allianz Stadium ini mempertemukan dua tim yang sama-sama meraih kemenangan pada dua laga perdana mereka. Namun, Buffon menilai Milan masih perlu waktu untuk menemukan keseimbangan setelah banyak perubahan, baik di kursi pelatih maupun komposisi pemain. Sebaliknya, Juventus sudah memiliki fondasi yang kuat di bawah arahan pelatih anyar mereka, yang juga menukangi tim nasional Italia.
“Milan bisa saja terbawa euforia kebaruan: proyek baru, pelatih baru, pemain baru. Tapi ketika terlalu banyak yang berubah, butuh waktu untuk menemukan ritme yang pas. Juventus justru diuntungkan oleh kerja sembilan bulan bersama Spalletti dan strategi transfer yang terarah,” ujar Buffon dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport.
Mantan kiper tim nasional Italia itu juga menyoroti potensi Nick Woltemade, rekrutan anyar Juventus yang memiliki postur menjulang 198 sentimeter. Buffon mengaku penasaran apakah Woltemade mampu mendominasi seperti yang diharapkan, mengingat perpaduan fisik dan tekniknya yang langka. “Woltemade bisa menjadi aset berharga di liga Italia, melihat perkembangan beberapa tahun terakhir,” tambahnya.
Soal sosok yang bisa menjadi penentu laga, Buffon menyebut dua nama: Francisco Conceição dan Randal Kolo Muani. Ia berharap kedua pemain tersebut mampu langsung tancap gas dan mencetak gol perdana mereka di laga sebesar ini. “Akan ideal jika mereka langsung memecah kebuntuan di pertandingan seperti ini,” tuturnya.
Selain membahas laga, Buffon juga memberikan pandangannya tentang Luciano Spalletti, pelatih yang pernah membesutnya di tim nasional Italia. Ia menggambarkan Spalletti sebagai sosok yang teliti dan perfeksionis, namun memiliki hati yang hangat. “Dia seperti Merlin, selalu mencari formula kimia yang tepat antara taktik dan hubungan personal,” kata Buffon.
Menariknya, Buffon mengaku tidak memberi nasihat apa pun kepada Spalletti. “Dunia Juventus harus dijalani langsung. Hanya dengan mengalaminya, kamu bisa memahaminya,” ujarnya. Ia menilai Spalletti sudah berhasil merebut hati para penggemar musim lalu dengan komunikasi yang terbuka dan kebanggaan membela sejarah besar klub.
Berbeda dengan Spalletti, Buffon justru memberikan satu pesan khusus kepada Guglielmo Vicario, kiper anyar Juventus yang direkrut dari Tottenham Hotspur. “Saya hanya bilang: nikmati pengalaman ini. Bermain untuk Juventus adalah sebuah keistimewaan. Di mana pun kamu berada, kamu akan merasakan betapa pentingnya seragam ini,” ungkap Buffon.
Buffon juga membela Vicario yang sempat dikritik tajam saat membela Tottenham musim lalu. Menurutnya, banyak pengamat yang tidak memahami peran kiper secara utuh. “Vicario adalah kiper yang sudah terbukti di Premier League. Musim lalu dia menjadi korban karena ketika tim tampil buruk, 99,9 persen kiper ikut menanggung akibatnya,” tegasnya.
Pertandingan Juventus melawan Milan diprediksi akan berjalan ketat. Namun, dengan modal pengalaman dan kestabilan tim, Juventus tampak lebih diunggulkan. Akankah prediksi Buffon terbukti? Atau justru Milan mampu membuktikan bahwa semangat baru bisa mengalahkan pengalaman?



