Lens Kembali Terpuruk: Suporter Mencemooh, Lorient Raih Kemenangan Perdana
Baca dalam 60 detik
- Kekalahan kandang 0-1 dari Lorient membuat Lens menelan dua kekalahan beruntun di Ligue 1, memicu kekecewaan suporter.
- Gol tunggal Mamadou Kone pada usia 19 tahun menjadi penentu, sekaligus mengakhiri puasa kemenangan Lorient di musim ini.
- Brest meraih kemenangan perdana berkat dua gol Kamory Doumbia, sementara Nice dan Le Mans masih belum terkalahkan namun juga belum menang.

Lens kembali menuai hasil buruk di Ligue 1. Bertanding di hadapan pendukung sendiri, mereka takluk 0-1 dari Lorient pada Sabtu (5/9). Kekalahan ini menjadi yang kedua beruntun bagi tim asuhan Dino Toppmoller, dan suporter yang memadati stadion tak kuasa menahan kekecewaan—ejekan keras terdengar saat para pemain meninggalkan lapangan.
Gol semata wayang Lorient dicetak oleh pemain muda Mamadou Kone. Berawal dari kesalahan umpan di lini tengah Lens, bola cepat dialirkan ke sisi kanan. Umpan silang Panos Katseris disambut Kone dengan sepakan jarak dekat yang tak mampu dihalau kiper. Ini gol perdana Kone di kasta tertinggi Prancis, sekaligus menjadi penentu kemenangan perdana Lorient musim ini.
Sepanjang laga, Lens sebenarnya mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal mencetak gol. Kiper Lorient, Yvon Mvogo, tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial. Situasi semakin sulit bagi tuan rumah ketika bek Souleymane Sagnan menerima kartu kuning kedua di penghujung laga, memaksa Lens bermain dengan sepuluh orang.
Pelatih Lens, Dino Toppmoller, mengakui timnya kurang klinis di depan gawang. "Kami banyak bermain di area lawan dan mendapatkan peluang, tetapi kami harus lebih efektif di momen akhir," ujarnya. Ia juga membela para pemain yang sudah berjuang maksimal, meski memahami kekecewaan suporter. "Saya tidak akan mengkritik fans karena mereka selalu mendukung kami," tambahnya.
Di laga lain, Brest akhirnya meraih kemenangan perdana musim ini dengan menaklukkan Le Havre 2-1. Kamory Doumbia menjadi bintang dengan dua golnya, satu dari titik penalti dan satu lagi di babak kedua. Le Havre harus bermain dengan sepuluh orang setelah Junior Mwanga diganjar kartu merah menjelang turun minum. Meski sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti Rayan Fofana, mereka gagal menyamakan kedudukan.
Sementara itu, Nice dan Le Mans bermain imbang 1-1. Kedua tim sama-sama belum meraih kemenangan di awal musim ini. Adil Bourabaa membawa Le Mans unggul lebih dulu, namun Elye Wahi menyamakan kedudukan menjelang jeda. Hasil ini membuat keduanya masih tertahan di papan bawah klasemen.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, performa tim-tim Ligue 1 ini menarik dicermati, terutama karena sejumlah pemain Asia Tenggara kerap menjadi incaran klub-klub Prancis. Kegagalan Lens memanfaatkan peluang menjadi pengingat bahwa konsistensi adalah kunci, sebuah pelajaran yang relevan bagi klub-klub Indonesia yang sedang membangun skuad kompetitif. Pertanyaan besarnya, akankah Lens segera bangkit atau justru terjerembab lebih dalam? Semua akan terjawab pada pekan-pekan berikutnya.



