Rangers Kehilangan Dua Striker Utama: Siapa Pengganti Lawrence Shankland?
Baca dalam 60 detik
- Cedera hamstring yang dialami Lawrence Shankland memaksa Rangers mencari solusi darurat di lini depan.
- Dengan Youssef Chermiti juga absen, beban mencetak gol kini jatuh ke pundak Ryan Naderi dan Kevin Kelsy.
- Statistik menunjukkan kedua pengganti belum konsisten, memunculkan pertanyaan besar tentang kedalaman skuat Rangers.

Lawrence Shankland baru saja menemukan kembali sentuhan tajamnya di lini depan Rangers ketika cedera hamstring memaksanya keluar lebih awal pada kemenangan 1-0 atas Motherwell, Sabtu (22/2). Kapten sekaligus striker andalan itu harus ditarik keluar hanya lima menit setelah pertandingan dimulai, dan manajer Derek McInnes langsung mengonfirmasi bahwa cedera tersebut tergolong serius.
"Cederanya cukup signifikan, kami menduga ini mirip dengan yang dialaminya di Hearts pada Januari lalu," ujar McInnes kepada BBC Scotland. "Kami akan melakukan pemindaian pada Senin untuk melihat kondisinya secara pasti. Ini mengecewakan karena dia baru saja memimpin lini depan dan mencetak beberapa gol dalam beberapa pertandingan terakhir."
Kehilangan Shankland menjadi pukulan telak bagi Rangers, terutama karena mereka juga harus kehilangan Youssef Chermiti yang mengalami cedera ligamen anterior (ACL) sejak bulan lalu. Dengan dua striker utama absen, Rangers kini hanya memiliki Ryan Naderi dan Kevin Kelsy sebagai opsi di lini depan. Naderi, yang mencetak gol tunggal kemenangan atas Motherwell berkat blunder kiper lawan, dianggap pekerja keras, tetapi kemampuannya untuk menggantikan produktivitas Shankland masih diragukan.
Data menunjukkan Naderi mencetak tiga gol dalam delapan penampilan musim ini, sementara Shankland telah mengoleksi empat gol dalam sepuluh pertandingan. Sejak bergabung dengan Rangers pada Januari lalu, Naderi rata-rata mencetak gol setiap 189 menit, jauh di bawah Shankland yang mencatatkan satu gol setiap 146 menit sejak awal musim lalu. Sementara itu, Kelsy, rekrutan anyar dari Portland Timbers, belum menunjukkan naluri gol yang mumpuni. Dalam debutnya melawan Motherwell, ia gagal memanfaatkan peluang emas dari jarak dekat.
Mantan gelandang Rangers, Andy Halliday, menilai timnya tampil kurang tajam di lini depan. "Jika Shankland bermain penuh, dia bisa mencetak dua gol. Rangers agak tumpul di depan gawang meski menciptakan banyak peluang," katanya di Sportsound. Senada dengan itu, Ian McCall, mantan pemain Ibrox, mengkhawatirkan ketidakmampuan Naderi dan Kelsy sebagai finisher alami. "Mereka tidak terlihat seperti pencetak gol sejati," ujarnya.
Satu-satunya striker di skuat Rangers yang statistiknya sebanding dengan Shankland adalah Bojan Miovski, yang rata-rata mencetak gol setiap 148 menit. Namun, mantan pemain Aberdeen itu kesulitan mendapatkan tempat konsisten di tim utama. Situasi ini memperlihatkan betapa rentannya kedalaman skuat Rangers di sektor penyerangan, terutama saat bersaing di Liga Skotlandia dan kompetisi Eropa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini mengingatkan pada pentingnya manajemen skuat yang matang, terutama saat menghadapi jadwal padat. Klub-klub seperti Rangers yang memiliki ambisi besar di kompetisi domestik dan Eropa harus memiliki opsi cadangan yang mumpuni. Ketergantungan pada satu atau dua pemain bintang sering kali menjadi bumerang ketika cedera datang. Pelajaran ini relevan bagi klub-klub Indonesia yang mulai serius membangun kedalaman skuat, baik di Liga 1 maupun tim nasional.
Dengan Shankland dipastikan absen untuk beberapa pekan ke depan, Rangers harus segera menemukan solusi. Apakah Naderi mampu meningkatkan ketajamannya, atau justru Kelsy yang akan menunjukkan kelasnya? Atau akankah McInnes memutar otak untuk merotasi formasi? Pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawab dalam laga-laga berikutnya, tetapi satu hal yang pasti: Rangers membutuhkan seseorang untuk segera mengambil alih peran sebagai mesin gol utama.



