Gauff Melaju, Keys dan Anisimova Tersingkir: Hari Pahit Petenis Tuan Rumah di US Open
Baca dalam 60 detik
- Coco Gauff memastikan tempat di babak keempat US Open setelah menaklukkan Cristina Bucsa, memperpanjang tren positifnya sebagai salah satu petenis wanita paling konsisten.
- Madison Keys mengalami kekalahan dramatis dari Zheng Qinwen setelah memimpin 5-0 di set penentu, menyia-nyiakan match point dan mengakui dirinya dilanda ketakutan.
- Amanda Anisimova, finalis tahun lalu, tersingkir lebih awal, meninggalkan harapan AS di turnamen ini bertumpu pada Gauff dan sejumlah nama lain yang masih bertahan.

Flushing Meadows, New York โ Coco Gauff memastikan langkahnya ke babak keempat US Open untuk kelima kalinya secara beruntun, namun dua rekan senegaranya, Amanda Anisimova dan Madison Keys, harus mengakui keunggulan lawan pada hari yang penuh gejolak bagi petenis tuan rumah, Jumat (30/8) waktu setempat.
Gauff, yang pada 2023 menjadi juara Amerika terakhir di New York, menaklukkan Cristina Bucsa dari Spanyol dengan skor 6-3, 6-4. Kemenangan ini merupakan yang kedelapan beruntun dengan straight set di level WTA Tour bagi peraih gelar French Open 2025 itu. Namun, perjalanan Gauff tidak semulus yang terlihat; ia sempat tertinggal 3-1 di set pertama dan kehilangan servisnya di awal set kedua sebelum akhirnya bangkit.
Kekalahan paling menyakitkan dialami Madison Keys. Petenis peringkat 31 dunia itu sempat memimpin 5-0 di set penentuan melawan Zheng Qinwen, juara Olimpiade Tokyo, dan memiliki match point. Namun, ia kehilangan tujuh game terakhir secara beruntun dan kalah 1-6, 7-6 (7-3), 5-7. Keys, yang juga menjadi juara Australian Open 2025, mengaku merasa "takut" dan "tidak bisa bermain tenis lagi" di set final. "Saya memimpin jauh, lalu saya benar-benar ketakutan, seperti tidak bisa mengayunkan raket," ujarnya. "Rasanya ini lebih dari sekadar pertandingan tenis." Kekalahan ini menambah rentetan hasil buruk Keys yang mengaku telah berjuang dalam beberapa waktu terakhir dan berencana melakukan perubahan.
Sementara itu, Amanda Anisimova, finalis tahun lalu yang kalah dari Aryna Sabalenka, harus mengakui keunggulan Anastasia Potapova, unggulan ke-24 asal Austria kelahiran Rusia, dalam dua set langsung. Anisimova, yang berusia 25 tahun, tampak frustrasi sepanjang pertandingan, kehilangan servisnya dua kali di set pertama dan empat kali di set kedua yang berlangsung sengit.
Dengan hasil ini, harapan tuan rumah di sektor putri kini bertumpu pada Gauff dan sejumlah nama lain seperti Jessica Pegula, Taylor Townsend, Emma Navarro, serta Iva Jovic yang masih berpeluang menyusul. Di sektor putra, dominasi Amerika juga terlihat dengan enam dari delapan petenis yang melaju ke babak keempat berasal dari AS, termasuk Ben Shelton, Frances Tiafoe, Tommy Paul, dan Alex Michelsen.
Bagi penggemar tenis Indonesia, performa Gauff yang konsisten menjadi tontonan menarik, mengingat ia adalah salah satu wajah baru tenis wanita yang diharapkan bisa memecah dominasi Eropa. Namun, yang lebih relevan adalah pelajaran dari kekalahan Keys: tekanan mental di turnamen besar bisa mengubah segalanya, bahkan bagi petenis papan atas. Hal ini mengingatkan bahwa tenis bukan hanya soal fisik, tetapi juga ketahanan psikologis, sebuah aspek yang sering menjadi sorotan dalam pengembangan atlet muda di Indonesia.
Gauff sendiri mengaku telah belajar dari pengalaman tahun lalu ketika ia merasa terbebani ekspektasi sebagai petenis Amerika. "Saya merasa sudah terbiasa mencapai minggu kedua. Tahun lalu saya memberi terlalu banyak tekanan pada diri sendiri. Sekarang saya menikmati pengalaman ini," katanya. Dengan kepercayaan diri yang meningkat, Gauff akan menghadapi lawan di babak keempat dengan modal mental yang lebih baik. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan konsistensi ini dan menjadi juara kedua di kandang sendiri? Atau akankah tekanan itu kembali menghantuinya seperti dua edisi terakhir? Hanya waktu yang bisa menjawab.



