Tembok Schalke Mengguncang Bayern: Karius Pahlawan, Rekor 59 Laga Berakhir
Baca dalam 60 detik
- Schalke menahan imbang Bayern Munich 0-0 di Veltins-Arena, menghentikan laju kemenangan juara bertahan.
- Penjaga gawang Loris Karius tampil gemilang dengan serangkaian penyelamatan krusial, termasuk menepis tembakan keras Harry Kane.
- Hasil ini menjadi sinyal kebangkitan Schalke dan membuka peluang persaingan Bundesliga musim ini.

Schalke 04 memaksa Bayern Munich berbagi angka 0-0 dalam laga pekan kedua Bundesliga di Veltins-Arena, Sabtu (14/9/2025). Hasil ini sekaligus memutus catatan impresif Bayern yang selalu mencetak gol dalam 59 pertandingan kompetitif beruntun.
Bermain di hadapan publik sendiri untuk pertama kalinya sejak Mei 2023, Schalke tampil dengan disiplin tinggi. Pelatih Miron Musliฤ melakukan tiga perubahan susunan pemain, termasuk memberikan debut Bundesliga kepada gelandang asal Jepang, Satoshi Tanaka. Di kubu tamu, Vincent Kompany justru melakukan rotasi besar di lini serang dengan mengistirahatkan Harry Kane dan Michael Olise, memberi tempat bagi Ismael Saibari dan Lennart Karl.
Bayern memang mendominasi penguasaan bola sejak menit awal. Peluang pertama lahir dari kaki Karl pada menit ketiga, namun sepakannya masih mudah diamankan Karius. Joshua Kimmich nyaris membuka keunggulan melalui umpan terukur kepada Nathaniel Brown, tetapi lagi-lagi Karius tampil sigap menepis bola. Schalke perlahan keluar dari tekanan dan beberapa kali mengancam lewat serangan balik. Adil Aouchiche melepaskan tendangan bebas yang mengarah ke pojok gawang, tetapi Manuel Neuer masih bisa menepisnya. Luis Dรญaz sempat mendapat peluang emas saat berhadapan satu lawan satu dengan Neuer, namun tendangannya melebar di bawah tekanan Timo Becker.
Memasuki babak kedua, Kompany memasukkan Kane untuk menambah daya gedor. Namun, pertahanan Schalke yang dikomandoi Nikola Katiฤ tampil solid. Kane nyaris mencetak gol spektakuler dari jarak 25 yard, tetapi Karius terbang menepis bola melewati mistar. Kompany kemudian menarik Karl dan Saibari, menggantinya dengan Olise dan Jamal Musiala. Serangan Bayern semakin intensif, tetapi penyelesaian akhir yang buruk dan penampilan gemilang Karius membuat skor tetap imbang.
Penampilan Karius menjadi sorotan utama. Kiper pinjaman dari Liverpool itu dinobatkan sebagai pemain terbaik dengan perolehan suara 68 persen. Ia melakukan penyelamatan penting terhadap tembakan Brown, Olise, dan Kane. Data statistik menunjukkan Bayern menciptakan peluang dengan nilai xGoals 1,70 berbanding 0,10 milik Schalke, tetapi efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Bayern yang sebelumnya tampil perkasa. Kegagalan memanfaatkan peluang menjadi pekerjaan rumah bagi Kompany. Di sisi lain, Schalke membuktikan diri sebagai tim yang sulit dikalahkan, terutama saat bermain di kandang. Bagi pengamat sepak bola Jerman, hasil ini juga membuka peluang persaingan yang lebih ketat di Bundesliga musim ini.
Bagi publik Indonesia, laga ini menarik karena menampilkan dua pemain yang pernah merumput di Asia, yaitu Satoshi Tanaka (Jepang) dan Luis Dรญaz (Kolombia, pernah bermain di Liga Indonesia). Keberhasilan Tanaka menjalani debutnya di liga top Eropa menjadi inspirasi bagi pesepak bola Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk menembus kompetisi elite Eropa.
"Kami tampil luar biasa sebagai sebuah tim. Semua pemain berjuang habis-habisan dan Karius tampil di atas rata-rata. Ini poin yang sangat berharga bagi kami," ujar pelatih Schalke, Miron Musliฤ, dalam konferensi pers usai laga.
Ke depan, Schalke dihadapkan pada ujian konsistensi. Mampukah mereka mempertahankan performa impresif ini di laga-laga berikutnya? Sementara bagi Bayern, pertanyaan besarnya adalah bagaimana Kompany merespons kegagalan ini dan mengembalikan ketajaman lini depannya. Bundesliga musim ini dipastikan semakin menarik untuk diikuti.



