Pukulan Telak All Blacks: Ardie Savea Dipastikan Absen di Laga Penentu Lawan Springboks
Baca dalam 60 detik
- Kapten Selandia Baru, Ardie Savea, mengalami cedera bahu dan harus menepi dari laga keempat melawan Afrika Selatan di Baltimore.
- Cedera tersebut terjadi saat All Blacks menelan kekalahan 24-29 dari Springboks, membuat mereka tertinggal 1-2 dalam seri empat pertandingan.
- Absennya Savea menjadi ujian besar bagi kedalaman skuat All Blacks, sementara pelatih Dave Rennie masih mengevaluasi opsi pengganti.

Kapten tim nasional rugby Selandia Baru, Ardie Savea, dipastikan absen pada laga penentu melawan Afrika Selatan akhir pekan depan setelah mengalami cedera bahu saat timnya tumbang 24-29 dari Springboks di Johannesburg, Sabtu (5/9/2026). Kehilangan pemain berusia 32 tahun itu menjadi pukulan telak bagi All Blacks yang tengah berjuang menyamakan kedudukan dalam seri empat pertandingan.
Savea terpaksa keluar lapangan sembilan menit sebelum turun minum di Stadion Soccer City. Sebelum cedera, ia sempat mencetak dua percobaan dan menjadi motor serangan tim. Tanpa kehadirannya, Afrika Selatan yang merupakan juara dunia bertahan mampu mendominasi laga dan memastikan kemenangan yang membuat mereka unggul 2-1 dalam seri ini.
Pelatih Dave Rennie mengonfirmasi bahwa Savea tidak akan ikut serta dalam perjalanan ke Amerika Serikat untuk laga keempat di Baltimore, Sabtu depan. โDia tidak akan berangkat sekarang. Kami akan memutuskan langkah selanjutnya dalam beberapa jam ke depan,โ ujar Rennie dalam konferensi pers usai pertandingan. Selain Savea, pemain tengah Quinn Tupaea juga mengalami cedera lutut dan diragukan tampil.
Kedua tim dijadwalkan bertolak ke AS pada Minggu pagi dengan menumpang satu pesawat sewaan bersama. Laga keempat menjadi penentu bagi All Blacks untuk menyamakan kedudukan, setelah mereka unggul pada pertemuan pertama dua pekan lalu, namun kemudian menelan dua kekalahan beruntun. Rennie mengakui keunggulan lawan, tetapi menilai perbedaan kualitas kedua tim tidak terlalu jauh.
โMereka juara dunia karena suatu alasan. Sangat kuat di lini depan dan mereka bermain apik malam ini. Kami mungkin membuat beberapa kesalahan yang memberi mereka peluang. Saya pikir mereka tampil lebih kuat dibanding dua laga sebelumnya. Namun, bukan berarti ada jurang pemisah antara kedua tim; ini sangat ketat. Saya rasa tidak banyak yang membedakan,โ kata Rennie.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, kabar ini menambah dramatisasi rivalitas klasik yang selalu menyajikan tensi tinggi. Meski rugby belum sepopuler sepak bola di Tanah Air, animo terhadap ajang internasional seperti The Rugby Championship mulai tumbuh, terutama dengan siaran langsung yang semakin mudah diakses. Absennya pemain sekaliber Savea tentu mengubah dinamika laga, namun justru menjadi peluang bagi pemain muda untuk unjuk gigi.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah All Blacks bangkit tanpa pemimpin mereka di lapangan? Atau justru Springboks akan mempertegas dominasi dan menutup seri dengan kemenangan meyakinkan di Baltimore? Jawabannya akan menjadi bahan perbincangan hangat bagi pecinta olahraga di kawasan, termasuk Indonesia yang mulai melirik perkembangan rugby dunia.



