Gasly Rebut Pole Perdana di Monza, Sinyal Kebangkitan Alpine
Baca dalam 60 detik
- Pierre Gasly mencatat waktu tercepat 1:21.786 di kualifikasi GP Italia, mengungguli George Russell untuk pole position pertamanya.
- Hasil ini menjadi pole perdana Alpine sejak berganti nama dari Renault pada 2021, menandai kebangkitan tim di tengah dominasi Mercedes dan Red Bull.
- Dengan start terdepan di sirkuit tercepat kalender, peluang Gasly bertahan di depan akan menjadi ujian besar saat balapan Minggu.

MONZA โ Pierre Gasly memecahkan dominasi tim-tim besar dengan merebut pole position pertamanya sepanjang karier di Formula One, pada sesi kualifikasi Grand Prix Italia, Sabtu (5/9). Pebalap Alpine asal Prancis itu mencatatkan waktu lap 1 menit 21,786 detik, unggul tipis 0,060 detik atas George Russell dari Mercedes di sirkuit yang dijuluki 'Kuil Kecepatan' ini.
Kemenangan kualifikasi ini menjadi kejutan besar, mengingat Alpine belum pernah meraih pole sejak berganti nama dari Renault pada 2021. Gasly, yang juga pernah menjuarai GP Italia 2020 bersama AlphaTauri, tampil konsisten sejak sesi Q1 dengan memimpin, dan memuncaki segalanya di lap terakhir yang mendebarkan. Timnya langsung merayakan euforia, sehari setelah Gasly kehilangan podium ketiga di Monaco akibat penalti.
Bagi Gasly, momen ini terasa sangat pribadi. Pebalap 30 tahun yang tinggal di Milan itu mengaku telah mengejar pole selama sembilan tahun. "Saya memenangkan balapan pertama saya di Monza dan sekarang pole pertama juga di trek ini. Ada sesuatu yang istimewa di sini," ujarnya. Rekan setimnya, Franco Colapinto, juga tampil impresif dengan mengamankan posisi ketujuh setelah penalti pebalap lain.
Di belakang Gasly, persaingan ketat terjadi. Oscar Piastri dari McLaren sebenarnya finis ketiga, namun harus turun tiga posisi karena menghalangi Liam Lawson. Alhasil, barisan kedua diisi dua pebalap Ferrari, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton. Sementara Max Verstappen (Red Bull) start kelima, dan Lando Norris (McLaren) kedelapan. Kimi Antonelli, pemimpin klasemen Mercedes, harus start dari posisi belakang akibat penalti mesin, sehingga peluang Russell untuk memangkas jarak 59 poin di klasemen menjadi terbuka lebar.
Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, mengakui kecepatan lurus Alpine yang luar biasa. "Mereka punya kecepatan garis lurus yang besar, telah mengurangi drag, dan pada satu lap itu terbukti cukup," katanya. Namun Wolff mengingatkan bahwa balapan adalah "permainan yang berbeda". Ferrari, yang tampil di depan pendukungnya sendiri, harus puas dengan posisi keempat dan kelima, dan tampaknya hanya bisa berharap banyak pada hari Minggu.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, hasil ini menambah warna persaingan musim ini. Meski tidak ada pebalap Indonesia, dinamika tim seperti Alpine yang bangkit menunjukkan bahwa kompetisi tidak lagi didominasi dua tim saja. Ini juga menjadi pelajaran bahwa strategi pengembangan mobil yang fokus pada kecepatan lurus bisa menjadi pembeda di sirkuit cepat seperti Monza.
Pertanyaan besarnya kini: dapatkah Gasly mempertahankan posisinya saat balapan? Dengan slipstream dan peluang menyalip yang melimpah, serta ancaman dari Russell dan Verstappen di belakangnya, balapan Minggu diprediksi berlangsung sengit. Jika Gasly mampu bertahan, ini akan menjadi kemenangan bersejarah bagi Alpine dan sinyal bahwa tim asal Prancis itu layak diperhitungkan kembali di papan atas.



