Aroma Ganja Ganggu Fokus di US Open, Sabalenka Minta Wasit Turun Tangan
Baca dalam 60 detik
- Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka menghentikan pertandingan babak ketiga US Open karena mencium bau ganja yang menyengat dari luar stadion.
- Insiden ini menambah daftar keluhan pemain tenis profesional soal aroma cannabis di Flushing Meadows, yang legal di New York namun dilarang di area venue.
- Sabalenka tetap melaju mulus ke babak keempat dan kini memburu gelar ketiga beruntun, sebuah pencapaian yang terakhir diraih Serena Williams.

Unggulan teratas Aryna Sabalenka meminta jeda di tengah pertandingan babak ketiga US Open setelah mencium bau ganja yang menurutnya sangat menyengat. Kejadian berlangsung saat ia unggul 3-0 atas Kamilla Rakhimova di set pertama, ketika Sabalenka menghentikan permainan dan melaporkan hal itu kepada wasit Eva Asderaki-Moore. "Seseorang sedang merokok ganja," ujarnya, seraya menambahkan bahwa aromanya terlalu kuat untuk diabaikan.
Wasit pun menghubungi petugas melalui radio dan memberi isyarat merokok ke arah belakang, sebelum pertandingan dilanjutkan. Sabalenka, yang juga juara bertahan dua tahun terakhir, akhirnya menang telak 6-3, 6-4 di Louis Armstrong Stadium. Kemenangan ini memperpanjang catatan impresifnya menjadi 16 kemenangan beruntun di Flushing Meadows, sekaligus menjaga asanya untuk menjadi wanita pertama sejak Serena Williams (2012-2014) yang meraih tiga gelar tunggal putri secara beruntun.
Insiden ini bukan yang pertama di US Open tahun ini. Sebelumnya, petenis Inggris Katie Boulter mengeluhkan hal serupa, diikuti Harriet Dart dan Francesca Jones yang juga mencium bau ganja di lapangan. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, nama-nama besar seperti Novak Djokovic dan Alexander Zverev pernah menyampaikan protes serupa. Meski merokok dilarang di area Flushing Meadows, aroma ganja kerap terbawa angin dari Corona Park yang berdekatan, tempat di mana konsumsi ganja legal bagi warga New York yang berusia di atas 21 tahun.
Fenomena ini memunculkan diskusi tentang kebijakan pengelolaan turnamen dan kenyamanan pemain. Menurut analis olahraga, aroma yang mengganggu dapat memengaruhi konsentrasi atlet profesional yang membutuhkan fokus tinggi. "Ini bukan soal legal atau tidak, melainkan soal etika dan kenyamanan bersama di ruang publik yang digunakan untuk ajang olahraga," ujar seorang pengamat tenis yang enggan disebut namanya. Ia menambahkan bahwa penyelenggara perlu mempertimbangkan langkah-langkah pencegahan, seperti penempatan petugas keamanan di sekitar taman atau sosialisasi yang lebih tegas kepada pengunjung.
Bagi Indonesia, isu ini relevan dengan maraknya penyelenggaraan turnamen tenis internasional di dalam negeri, seperti Piala Davis atau turnamen ITF. Regulasi tentang larangan merokok di area stadion memang sudah ada, namun pengawasan di luar venue sering kali longgar. Jika Indonesia ingin menarik lebih banyak event bergengsi, kenyamanan pemain dan penonton harus menjadi prioritas. Pengalaman di US Open bisa menjadi pelajaran bahwa detail kecil seperti aroma dari luar stadion dapat mencuri perhatian dunia dan berpotensi merusak citra turnamen.
Secara teknis, Sabalenka tampil dominan sejak awal. Ia hanya kehilangan empat poin saat servis di set pertama dan terus menekan Rakhimova yang mencoba bangkit di set kedua. Break krusial terjadi saat kedudukan 5-4 untuk Sabalenka, yang kemudian menutup pertandingan dengan tenang. Statistik menunjukkan ketangguhannya: 10 ace berbanding dua, dan tanpa satu pun break point yang harus ia hadapi. Kemenangan ini menegaskan statusnya sebagai favorit kuat, meski ia harus mewaspadai potensi kejutan dari lawan-lawannya di babak berikutnya.
Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah aroma ganja akan terus menjadi gangguan di turnamen-turnamen berikutnya? Atau justru menjadi pemicu bagi penyelenggara untuk memperketat pengawasan di area sekitar stadion? Yang jelas, para pemain profesional menuntut lingkungan yang kondusif untuk berlaga, dan sudah saatnya kebijakan di luar lapangan mendapat perhatian yang sama seriusnya dengan kualitas pertandingan di dalam lapangan.



