Gasly Rebut Pole Position Monza, Kemenangan Bersejarah Alpine di GP Italia
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Alpine, Pierre Gasly, mencatatkan waktu tercepat di kualifikasi GP Italia, mengalahkan George Russell dari Mercedes.
- Pole position ini merupakan yang pertama bagi Gasly sejak 190 grand prix, menjadikannya kualifikasi terbaik Alpine di era mesin Mercedes.
- Hasil ini membuka peluang besar bagi Gasly untuk meraih podium, sekaligus memperketat persaingan gelar juara dunia.

Pierre Gasly mengukir sejarah di Sirkuit Monza, Sabtu (7/9), dengan merebut posisi terdepan (pole position) pada kualifikasi Grand Prix Italia. Pebalap Alpine itu mencatatkan waktu tercepat, mengungguli George Russell dari Mercedes yang harus puas menempati posisi kedua. Ini merupakan pole position pertama Gasly sepanjang kariernya di Formula 1, setelah menanti selama 190 grand prixโhanya Sergio Perez yang menunggu lebih lama, yakni 215 balapan.
Kualifikasi di Monza selalu menyimpan kejutan, namun kali ini di luar dugaan banyak pihak. Gasly, yang sebelumnya hanya menargetkan lolos ke Q3, tampil konsisten sejak sesi pertama. Ia memuncaki Q1, kemudian berada di posisi keempat di Q2, dan pada sesi penentu, ia mampu mempertahankan performa terbaiknya. "Saya merasa punya peluang nyata untuk pertama kalinya, dan saya mencoba memberikan segalanya," ujar Gasly seusai kualifikasi. "Saat melewati tikungan Ascari dan Parabolica, saya tahu lap ini akan membuahkan hasil, tapi tidak menyangka bisa sampai di posisi terdepan."
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Alpine, yang musim ini mulai menunjukkan kebangkitan setelah pindah menggunakan mesin Mercedes. Direktur pelaksana Alpine, Steve Nielsen, menyebut pencapaian ini sebagai kebangkitan tim setelah melewati masa sulit. "Dua atau tiga hari lalu kami terpuruk, sekarang kami di puncak dunia. Ini luar biasa," katanya kepada Sky Sports. "Pierre adalah pebalap kelas satu. Jika kami memberinya mobil yang kompetitif, dia akan memberikan hasil terbaik."
Namun, di balik euforia ini, ada drama yang mewarnai akhir pekan Alpine. Pada Jumat, Gasly kehilangan podium Monaco yang sempat diberikan kembali setelah banding, karena pengadilan FIA memutuskan untuk memberlakukan kembali penalti yang dijatuhkan. Tak lama kemudian, bos de facto tim, Flavio Briatore, membuat pernyataan kontroversial yang menuduh salah satu hakim memiliki hubungan dengan McLaren, tuduhan yang kemudian dibantah keras oleh McLaren dan FIA. Meski demikian, hasil kualifikasi ini menjadi jawaban manis bagi tim yang berbasis di Enstone tersebut.
Bagi Russell, hasil ini tentu mengecewakan, apalagi ia sempat menjadi favorit pole. Pebalap Mercedes itu mengakui bahwa Gasly tampil luar biasa sepanjang sesi. "Dia terbang sepanjang hari, tercepat di Q1 dan terus berada di depan. Saya turut berbahagia untuk Pierre, meski kecewa tidak bisa start terdepan," ujar Russell. Ia juga menyoroti insiden dengan Max Verstappen yang mengganggu upayanya mendapatkan slipstream dari rekan setim, Kimi Antonelli. "Kami sedikit kacau dengan kehadiran Max di akhir lap, saya harus memulai lap 1,5 detik di belakangnya. Itu tidak ideal."
Dengan start dari posisi kedua, Russell memiliki peluang besar untuk memperkecil jarak poin dengan Antonelli yang memimpin klasemen sementara. Antonelli sendiri akan start dari posisi ke-20 akibat penalti penggantian mesin. Russell yang tertinggal 59 poin, menyadari pentingnya balapan ini untuk menjaga asa juara dunianya. "Kemenangan besok sangat penting, tapi saya lebih senang dengan performa ini. Sejak libur musim panas, setiap lap saya berada di tiga besar," katanya.
Di sisi lain, Ferrari kembali gagal memaksimalkan potensi mobilnya. Untuk ketiga kalinya secara beruntun, kesalahan operasional membuat mereka kehilangan hasil kualifikasi yang lebih baik. Charles Leclerc dan Lewis Hamilton nyaris tersingkir di Q2, dan saat sesi final, Hamilton bahkan belum sempat memasang ban. Mereka akan start dari posisi ketiga dan keempat setelah Oscar Piastri terkena penalti tiga posisi karena menghalangi Liam Lawson. Hamilton, yang juga tertinggal 59 poin dari Antonelli, mengisyaratkan perlunya kerja sama tim untuk mengejar ketertinggalan. "Kami harus bekerja sebagai tim untuk mencoba menjegal mereka," ujarnya.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, hasil ini menambah warna persaingan musim ini. Dengan Antonelli yang masih memimpin klasemen, namun performa Russell yang meningkat tajam, serta kebangkitan Alpine, musim ini masih menyimpan banyak kejutan. Apakah Gasly mampu mengonversi pole position menjadi kemenangan pertamanya sejak 2020? Atau akankah Russell atau duo Ferrari merebut podium tertinggi di Monza? Balapan Minggu akan menjadi jawabannya.



