Comeback Spektakuler Rheza Danica di Sepang: Podium Ketiga dari Posisi ke-30 dan Ancaman Baru di Klasemen ARRC
Baca dalam 60 detik
- Rheza Danica finis ketiga di Race 1 ARRC Sepang setelah start dari posisi ke-30, memangkas jarak poin menjadi 54 dari pemimpin klasemen.
- Pembalap AHRT ini menunjukkan konsistensi luar biasa di tengah persaingan ketat AP250, dengan rekan setim Irfan Ardiansyah juga bertahan di posisi tiga besar.
- Balapan kedua di Sepang akan menjadi penentu: apakah Rheza mampu memperkecil defisit dan membuka peluang juara di sisa musim?

Rheza Danica Ahrens membuktikan mental juaranya di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Sabtu (5/9). Start dari posisi ke-30, pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) itu menyelesaikan Race 1 kelas AP250 di podium ketiga, sebuah pencapaian yang langsung mengubah peta persaingan gelar juara Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026.
Performa impresifnya bersama Honda CBR250RR itu bukan sekadar raihan angka. Dengan tambahan 16 poin, Rheza kini mengoleksi 108 poin dan memangkas jarak menjadi 54 poin dari pemimpin klasemen, Krittapat Keankum dari Yamaha Thailand Racing Team. Pebalap Thailand itu masih kokoh di puncak dengan 162 poin, tetapi tren kecepatan Rheza di akhir pekan ini memberi sinyal bahwa perburuan gelar belum usai.
โSaya senang bisa menyelesaikan balapan di podium ketiga hari ini,โ ujar Rheza dalam keterangan resmi yang dirilis AHRT. Namun, di balik rasa syukur itu, tersirat ambisi yang lebih besar. โSaya berharap besok bisa melakukan penyesuaian yang tepat dan kembali ke podium tertinggi,โ tambahnya, merujuk pada Race 2 yang akan digelar Minggu (6/9).
Kebangkitan Rheza di Sepang menjadi sorotan karena ia memulai balapan dari posisi yang sangat terbelakang. Start di barisan ke-11 bukanlah modal ideal, tetapi strategi balapan yang agresif dan penguasaan trek yang baik memungkinkannya menembus barisan depan. Ini bukan kali pertama pebalap muda Indonesia menunjukkan daya juang di kancah Asia; sebelumnya, Irfan Ardiansyah dan Herjun Atna Firdaus juga pernah naik podium di seri Motegi.
Hasil ini juga menegaskan dominasi AHRT di kelas AP250. Selain Rheza yang naik podium, Irfan Ardiansyah menyelesaikan balapan di posisi kelima dan tetap bertahan di peringkat ketiga klasemen dengan 93 poin. Sementara itu, Muh Badly Ayatullah yang masih berjuang menemukan konsistensi finish di posisi ke-11, mengumpulkan 16 poin dan menempati peringkat ke-19. Di kelas SS600, Herjun Atna Firdaus juga menunjukkan performa solid dengan finis keempat, memperkuat posisinya di peringkat kelima dengan 104 poin, hanya terpaut 39 poin dari pemimpin klasemen.
Bagi penggemar balap motor Indonesia, performa Rheza dan kawan-kawan di Sepang adalah angin segar. ARRC memang menjadi ajang pembuktian pebalap Asia, dan konsistensi AHRT di papan atas menunjukkan bahwa Indonesia memiliki bibit-bibit pebalap yang mampu bersaing di level tertinggi. Keberhasilan ini juga menjadi kredit bagi program pembinaan Astra Honda yang terus melahirkan talenta baru.
Namun, pekerjaan rumah masih menanti. Defisit 54 poin dengan dua seri tersisa (empat balapan) bukanlah jurang yang mustahil ditutup, tetapi menuntut kemenangan konsisten dan sedikit keberuntungan dari hasil minor sang pemimpin klasemen. Krittapat Keankum bukan pebalap yang mudah goyah, dan tekanan psikologis akan semakin terasa saat musim mendekati finale.
Race 2 di Sepang, Minggu (6/9), akan menjadi ujian mental bagi Rheza. Akankah ia mampu mengulang performa gemilangnya dan memangkas jarak lebih tipis lagi? Atau justru Krittapat yang semakin menjauh? Satu hal yang pasti: persaingan menuju gelar juara ARRC 2026 kini memasuki babak yang lebih menegangkan, dan mata publik balap Asia tertuju pada aksi pebalap Indonesia di sirkuit berkapasitas 120.000 penonton itu.



