Medvedev Bangkit di US Open, Singkirkan Gaston dalam Tiga Set Langsung
Baca dalam 60 detik
- Mantan juara 2021 itu menuntaskan perlawanan Hugo Gaston 6-4, 6-2, 6-4 di Arthur Ashe Stadium, New York, pada Minggu (30/8) waktu setempat.
- Penampilan agresif Medvedev, dengan 34 winner berbanding 11 milik lawan, menjadi sinyal pemulihan setelah tersingkir di babak pertama tahun lalu.
- Kemenangan ini membawanya ke babak kedua, menunggu pemenang duel Sebastian Gorzny melawan Raphael Collignon, sekaligus menguji konsistensinya di ajang Grand Slam.

NEW YORK โ Daniil Medvedev akhirnya menunjukkan tajinya di US Open 2025. Unggulan ketujuh asal Rusia itu melaju mulus ke babak kedua setelah menaklukkan petenis Prancis, Hugo Gaston, dengan skor telak 6-4, 6-2, 6-4 di Arthur Ashe Stadium, Minggu (30/8) waktu setempat. Kemenangan ini menjadi jawaban atas kegagalan pahitnya tahun lalu, ketika ia tersingkir di babak pertama turnamen yang pernah ia juarai pada 2021 itu.
Penampilan Medvedev kali ini jauh dari kesan ragu. Ia tampil agresif sejak set pertama, melesakkan 34 winner berbanding hanya 11 dari lawannya. Ia juga hanya kehilangan servis sekali sepanjang pertandingan. "Saya tahu dia akan banyak melakukan drop shot dan underarm serve. Saya harus bermain agresif dan memberi tekanan," ujar Medvedev seusai laga, seperti dikutip Channel News Asia.
Gaston, yang dikenal dengan kreativitas permainannya, kesulitan menghadapi postur tinggi Medvedev yang lincah. Kesalahan sendiri justru banyak menghantui petenis Prancis itu. Pada game ketujuh set pertama, backhand yang meleset memberinya keunggulan break. Di set kedua, forehand yang menyangkut di net kembali menghadiahkan break bagi Medvedev. Momentum itu tak disia-siakan; ia menutup set dengan backhand akrobatik yang melompat untuk menjangkau bola di luar jangkauan Gaston.
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Medvedev, yang beberapa hari lalu sempat bercanda tentang kemungkinan beralih ke pickleball setelah kekalahan di babak pertama Winston-Salem. "Saya hanya perlu fokus pada permainan sendiri. Hasilnya, saya bisa mengontrol jalannya pertandingan," tambahnya. Kini, langkahnya di turnamen Grand Slam terakhir musim ini pun dinanti, terutama setelah catatan buruknya di ajang serupa dalam dua tahun terakhir.
Bagi penggemar tenis Indonesia, performa Medvedev ini menarik dicermati. Ia adalah salah satu dari sedikit pemain top yang konsisten tampil di turnamen besar, dan kebangkitannya bisa menjadi tontonan menarik di babak-babak berikutnya. Selain itu, gaya bermainnya yang taktis sering menjadi bahan diskusi di komunitas tenis tanah air, yang juga tengah menantikan perkembangan petenis muda Indonesia di kancah internasional.
Medvedev sendiri mengaku tidak ingin merayakan berlebihan. Ia sadar lawan-lawannya di babak berikut akan lebih tangguh. "Setiap pertandingan punya tantangan sendiri. Saya harus tetap tenang dan konsisten," katanya. Sikap ini menunjukkan kedewasaan yang mungkin menjadi kunci untuk melaju jauh di turnamen ini.
Pertanyaannya, akankah Medvedev mampu mempertahankan performa ini hingga pekan kedua? Dengan kondisi fisik yang prima dan mental yang kembali stabil, bukan tidak mungkin ia kembali menjadi kandidat kuat juara. Namun, persaingan di US Open selalu ketat, dan banyak pemain muda yang siap mengejutkan. Yang jelas, langkah awal yang mulus ini memberi sinyal positif bagi penggemarnya, termasuk di Indonesia yang menantikan aksinya di babak-babak selanjutnya.



