Rybakina Kian Dekat ke Puncak Ranking: Kemenangan Perdana di US Open Jadi Pembuka Jalan
Baca dalam 60 detik
- Elena Rybakina memulai US Open dengan kemenangan telak atas Thea Frodin, sekaligus memperkecil jarak poin dengan Aryna Sabalenka menjadi 434 poin.
- Petenis Kazakhstan itu berpeluang menjadi nomor satu dunia untuk pertama kalinya jika melaju ke semifinal, terlepas dari hasil Sabalenka.
- Kebugaran Rybakina menjadi sorotan setelah cedera tumit di Cincinnati, namun performa awalnya menunjukkan tanda-tanda positif.

Elena Rybakina mengawali petualangannya di US Open 2024 dengan kemenangan meyakinkan 6-3, 6-2 atas petenis muda Thea Frodin, sekaligus menegaskan ambisinya mengejar takhta nomor satu dunia yang saat ini dipegang Aryna Sabalenka. Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bagi para pesaingnya bahwa petenis berusia 27 tahun itu siap tampil penuh di Flushing Meadows, terlepas dari cedera yang sempat mengganggunya.
Pertandingan yang sempat tertunda hujan ini menjadi ujian pertama Rybakina sejak ia mundur dari perempat final Cincinnati Masters bulan lalu akibat cedera tumit. Meski begitu, ia tampil tanpa ragu, menunjukkan servis yang solid dan pukulan baseline yang agresif. Kemenangan ini pun menempatkannya hanya 434 poin di belakang Sabalenka dalam peringkat WTA. Jika Rybakina mampu menembus semifinal di New York, ia akan menggeser Sabalenka dari posisi puncak, bahkan jika Sabalenka berhasil mempertahankan gelarnya.
Peluang Rybakina untuk menjadi petenis nomor satu dunia untuk pertama kalinya juga terbuka lebar jika Sabalenka, Coco Gauff, atau Jessica Pegula gagal mengangkat trofi. Situasi ini menjadi kontras dengan posisinya di musim semi lalu, ketika ia tertinggal lebih dari 3.000 poin dari Sabalenka yang kemudian mengalami penurunan performa di pertengahan musim.
"Saya tentu termotivasi untuk menjadi nomor satu dunia," ujar Rybakina, yang juga mengakui bahwa ia pernah memiliki peluang sebelumnya namun belum berhasil. "Ini akan menjadi pencapaian luar biasa, tapi masih jauh. Saya harus fokus pada hari istirahat besok, pemulihan, dan terus melangkah."
Pertanyaan terbesar menjelang turnamen ini adalah kondisi fisik Rybakina. Ia tiba di New York dengan catatan mundur dari Cincinnati karena cedera. Namun, dalam laga melawan Frodin, pergerakannya tampak baik, meski lawannya yang berperingkat 585 dunia belum mampu memberikan tekanan berarti. Frodin, yang pernah menjadi pemeran pengganti Serena Williams dalam film 'King Richard', tampil impresif di beberapa momen, bahkan menyelamatkan tiga match point dengan ace, namun itu tidak cukup untuk menghentikan laju Rybakina.
Rybakina sendiri mengaku belum sepenuhnya pulih, namun ia memilih untuk tidak memaksakan diri. "Saya tidak banyak bermain atau berlatih fisik menjelang turnamen ini. Yang terpenting adalah pulih dan mendengarkan tubuh. Untuk sekarang, saya baik-baik saja," katanya. Ia juga memuji permainan Frodin yang dianggapnya tidak mudah dikalahkan.
Kemenangan ini juga menjadi modal berharga bagi Rybakina yang pernah menjuarai Wimbledon 2022 dan Australian Open 2023. Dengan dua gelar Grand Slam di saku, ia kini mengincar gelar ketiga sekaligus menahbiskan dirinya sebagai penguasa baru tenis putri. Persaingan menuju puncak klasemen pun semakin menarik, mengingat Sabalenka juga tengah berjuang mempertahankan posisinya.
Bagi penggemar tenis Indonesia, persaingan ini tentu menambah seru turnamen Grand Slam terakhir tahun ini. Meski tidak ada wakil Indonesia di nomor tunggal, dinamika perebutan peringkat satu dunia selalu menjadi tontonan menarik. Selain itu, performa Rybakina yang konsisten bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Tanah Air untuk terus mengembangkan permainan mereka.
Dengan kondisi fisik yang masih dipertanyakan, mampukah Rybakina menjaga konsistensinya hingga babak akhir? Atau justru Sabalenka yang akan kembali membuktikan dominasinya? Jawabannya akan terjawab dalam dua pekan ke depan di New York.



