Sottil Batal ke Watford, El Shaarawy Siap Pulang ke Genoa
Baca dalam 60 detik
- Watford membatalkan kesepakatan pinjaman untuk Riccardo Sottil setelah pemain Fiorentina itu menjalani tes medis di London.
- Stephan El Shaarawy dikabarkan tinggal selangkah lagi bergabung dengan Genoa sebagai agen bebas, kembali ke klub yang membesarkan namanya.
- Keputusan Watford membuka peluang Sottil untuk mencari klub lain atau memutus kontraknya dengan Fiorentina.

Jelang penutupan bursa transfer Premier League, Watford secara mengejutkan membatalkan rencana merekrut winger Fiorentina, Riccardo Sottil, meski pemain berusia 27 tahun itu telah menjalani tes medis di London. Keputusan ini diumumkan pada menit-menit terakhir, memaksa Sottil untuk memutar haluan di tengah ketidakpastian kariernya.
Menurut laporan Sky Sport Italia, Watford sebenarnya telah sepakat untuk memboyong Sottil dengan skema pinjaman plus opsi pembelian. Pemain yang merupakan produk akademi Fiorentina itu bahkan sudah terbang ke Inggris dan menyelesaikan pemeriksaan kesehatan. Namun, secara tiba-tiba, manajemen The Hornets mengubah pendirian dan memutuskan untuk tidak melanjutkan transfer tersebut.
Keputusan Watford ini tentu menjadi pukulan telak bagi Sottil, yang sebelumnya menghabiskan musim lalu dengan status pinjaman di Lecce. Sebelumnya, ia juga sempat dipinjamkan ke Pescara, Cagliari, dan Milan. Kontraknya di Stadio Franchi masih tersisa hingga Juni 2027, tetapi dengan bursa transfer yang hampir tertutup di sebagian besar liga Eropa, opsi yang tersedia baginya semakin terbatas. Ia bisa mencari klub di liga yang masih membuka bursa, atau bernegosiasi untuk memutus kontrak secara mutual dengan Fiorentina agar bisa pindah sebagai agen bebas.
Sementara itu, kabar baik datang dari Genoa yang dikabarkan hampir mencapai kesepakatan dengan Stephan El Shaarawy. Pemain sayap berusia 33 tahun itu telah berstatus bebas transfer setelah kontraknya dengan Roma berakhir pada 30 Juni lalu. Kepulangan El Shaarawy ke Genoa akan menjadi cerita yang emosional, mengingat ia memulai karier profesionalnya di klub tersebut sebelum kemudian bersinar di Milan, AS Monaco, Roma, dan sempat merantau ke Shanghai Shenhua. Terakhir kali ia mengenakan seragam Genoa adalah pada Mei 2011, lebih dari satu dekade lalu.
Bagi Genoa, kedatangan El Shaarawy akan menjadi suntikan pengalaman dan kualitas di lini serang. Meski usianya tak lagi muda, kemampuan dribbling dan visi bermainnya masih diakui di Serie A. Kehadirannya juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi suporter, yang tentu merindukan aksi salah satu produk terbaik akademi mereka.
Konteks Indonesia: Meski berita ini murni dari kancah sepak bola Eropa, dinamika transfer seperti ini kerap menjadi perhatian penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti perkembangan liga-liga top Eropa. Keputusan Watford yang membatalkan transfer di menit akhir menunjukkan betapa tidak pastinya bursa transfer, dan bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang kerap berburu pemain asing di pasar Eropa. Selain itu, kembalinya El Shaarawy ke Genoa bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar yang mengidolakannya sejak era kejayaannya di Milan.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah ke mana arah karier Sottil. Apakah ia akan bertahan di Fiorentina dan berjuang merebut tempat di skuad utama, atau memilih untuk pindah ke klub lain di liga yang masih membuka bursa transfer? Sementara itu, Genoa berharap dapat segera mengumumkan resmi kedatangan El Shaarawy untuk memperkuat skuad mereka di musim 2024-2025. Jika transfer ini terealisasi, akankah El Shaarawy mampu mengembalikan kejayaan Genoa di Serie A?



