Selamat dari Maut di Bawah Bus, Petarung Inggris Ini Kini Berebut Kontrak UFC
Baca dalam 60 detik
- Liam McCracken, petarung MMA asal Liverpool, akan bertarung di Dana White's Contender Series setelah selamat dari kecelakaan mengerikan tiga tahun lalu.
- Kecelakaan itu menyebabkan cedera parah, termasuk patah tulang belakang dan ligamen lutut, yang nyaris mengakhiri kariernya.
- Kemenangan di ajang ini bisa membawanya meraih kontrak UFC, sebuah pencapaian luar biasa setelah perjuangan panjang melawan rasa sakit dan keraguan.

Liam McCracken, petarung MMA asal Liverpool, Inggris, akan memasuki oktagon Dana White's Contender Series di Las Vegas, Selasa (11/6/2024), dengan satu target: mengamankan kontrak UFC. Namun, perjalanannya menuju panggung bergengsi itu jauh dari kata mudah. Tiga tahun silam, ia nyaris kehilangan nyawa setelah tertabrak bus saat berlari di dekat rumahnya. Kini, ia berdiri di ambang mimpi yang sempat ia yakini mustahil.
Kecelakaan itu terjadi pada 2021. McCracken, yang saat itu berusia 25 tahun, mengaku tidak melihat bus datang hingga detik-detik terakhir. Ia terseret sejauh 18 meter di bawah kendaraan tersebut selama tujuh detik sebelum akhirnya berhenti. Sekelompok saksi, termasuk seorang paramedis yang kebetulan lewat, menolongnya. Tanpa pertolongan cepat mereka, McCracken yakin ia akan kehabisan darah sebelum ambulans tiba.
Cedera yang dideritanya sangat parah: empat patah tulang belakang, dua cakram bergeser di leher, tiga tulang rusuk retak, panggul patah, hidung patah, ligamen anterior cruciate (ACL) lutut robek, serta meniscus robek. Dokter sempat mengatakan ia mungkin memerlukan batang logam di punggungnya, yang akan mengakhiri kariernya. Namun, setelah serangkaian rontgen, ia dinyatakan tidak membutuhkannya. Meski begitu, proses pemulihan hampir dua tahun penuh dengan pasang surut, termasuk operasi lutut besar yang memaksanya memulai dari nol.
McCracken menceritakan momen-momen tergelapnya dengan nada yang justru penuh humor. "Anak perempuan saya baru berusia satu tahun saat itu. Lucunya, dia baru belajar berjalan tepat sehari atau dua hari setelah kecelakaan itu. Saya berhenti bisa berjalan sementara dia baru saja belajar berjalan," ujarnya kepada BBC Sport. Ia juga mengaku terus bertanya tentang putrinya saat terbaring di jalan, sebelum kehilangan kesadaran. "Hal utama adalah saya bersyukur masih hidup," tambahnya.
Peristiwa itu mengubah cara pandangnya terhadap hidup. Frasa "kamu bisa tertabrak bus besok" kini terasa sangat nyata. "Ketika itu benar-benar terjadi pada Anda, itu nyata. Saya bisa pergi dari wawancara ini, menyeberang jalan, dan hidup saya bisa berakhir. Itu membuat Anda jauh lebih bersyukur," tuturnya. Ia juga mengaku lebih menghargai kemampuan untuk berjalan, karena pernah merasakan kehilangan martabat saat terbaring tak berdaya.
Kecelakaan itu juga mengubah motivasinya dalam ber-MMA. Awalnya hanya hobi, kini ia melihat olahraga ini sebagai jalan menuju "kebebasan finansial" untuk keluarganya yang kini memiliki dua anak. "Saya ingin memberi mereka kehidupan yang tidak bisa saya berikan dengan pekerjaan biasa," katanya. Kemenangan di Contender Series akan menjadi langkah besar menuju tujuan itu, sekaligus melengkapi kisah pemulihan yang luar biasa.
McCracken mengaku mentalnya kini lebih siap daripada sebelumnya. "Setelah semua yang saya lalui, saya merasa siap menghadapi apa pun dalam hidup. Pertarungan ini tidak terasa terlalu besar. Dua tahun lalu saya mungkin akan merasa seperti penipu, tapi sekarang semuanya terasa tepat," ujarnya. Ia akan menghadapi petarung lightweight asal Meksiko, Silvestre Sanchez, dalam laga yang bisa menjadi titik balik kariernya.
Kisah McCracken bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang ketangguhan manusia. Di Indonesia, di mana MMA semakin populer, perjalanan hidup seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi atlet muda bahwa kegagalan dan cedera bukanlah akhir segalanya. Yang terpenting adalah bagaimana bangkit dan terus berjuang mengejar mimpi.



