Kecelakaan Beruntun di LPT Tewaskan Satu Keluarga Usai Rayakan Hari Nasional di Putrajaya
Baca dalam 60 detik
- Sebuah keluarga beranggotakan tiga orang tewas dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan 11 kendaraan di LPT, Malaysia, saat kembali dari perayaan Hari Nasional.
- Korban adalah pasangan suami istri dan anak mereka yang berusia empat tahun; total korban jiwa mencapai empat orang.
- Peristiwa ini menyoroti pentingnya keselamatan berkendara di jalan tol, terutama pada musim libur dan perayaan nasional.

Kecelakaan beruntun yang melibatkan 11 kendaraan di Kilometer 110.3 Lintasan Timur (LPT) arah timur dekat Lanchang, Temerloh, pada Senin (31/8) malam merenggut nyawa tiga anggota keluarga yang baru saja merayakan Hari Nasional di Putrajaya. Pasangan suami istri, Muhammad Nazatul Nazmi (32) dan Nur Atiqah Sofiya (32), beserta putra mereka, Muhammad Armaan Nazeef (4), menjadi korban dalam insiden nahas tersebut.
Menurut Mohd Kazwan Mohd Kassim (59), ayah dari Nur Atiqah Sofiya, ini merupakan kali pertama putrinya sekeluarga merayakan Hari Nasional di Putrajaya. Kabar duka tersebut diterima keluarga pada Selasa (1/9) pagi sekitar pukul 07.50 waktu setempat, setelah melihat laporan kecelakaan yang beredar di media sosial. "Saya melihat berita dan unggahan Facebook tentang kecelakaan itu. Saya berharap itu bukan anak saya karena salah satu mobil mirip dengan mobilnya. Namun, saya tidak pernah menyangka akan menerima telepon yang mengonfirmasi bahwa itu memang anak saya," ujarnya di Unit Forensik Rumah Sakit Sultan Haji Ahmad Shah (HoSHAS), Temerloh.
Kecelakaan ini tidak hanya menewaskan satu keluarga, tetapi juga seorang penumpang kendaraan lain, Seow Beng Wain (55), asal Kota Kemuning, Shah Alam, Selangor. Dengan demikian, total korban jiwa dalam peristiwa ini mencapai empat orang. Polisi Pahang yang dijabat sementara oleh Deputi Komisioner Datuk Azry Akmar Ayob membenarkan identitas para korban dan menyebutkan bahwa mereka adalah pasangan suami istri beserta anaknya.
Keluarga korban, melalui sepupu Nur Atiqah Sofiya, Nur Awatif Adawiyah Abdul Aziz (30), mengungkapkan bahwa sebelum kecelakaan, Nur Atiqah sempat mengirim foto-foto perayaan Hari Nasional ke grup WhatsApp keluarga dan mengunggahnya di Instagram Story. "Mereka mengambil beberapa foto bersama sebagai sebuah keluarga. Kami tidak pernah menyangka foto-foto itu akan menjadi kenangan terakhir mereka," tuturnya dengan pilu.
Rencananya, jenazah ketiga korban akan disalatkan di Masjid Kampung Paya Luas sebelum dimakamkan di Pemakaman Muslim Setali, Kuantan. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan risiko perjalanan jauh, terutama saat musim libur dan perayaan nasional yang kerap diwarnai peningkatan volume kendaraan di jalan tol.
Kecelakaan beruntun di jalan tol sering kali disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kecepatan tinggi, jarak aman yang tidak dijaga, atau kondisi cuaca. Meski penyebab pasti masih dalam penyelidikan polisi, kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan pengemudi, terutama saat arus lalu lintas padat. Di Indonesia, fenomena serupa kerap terjadi pada musim mudik Lebaran atau libur panjang, di mana angka kecelakaan di jalan tol meningkat signifikan. Hal ini menegaskan perlunya edukasi keselamatan berkendara dan penegakan aturan lalu lintas yang lebih ketat.
Peristiwa ini juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Unggahan foto terakhir di media sosial menjadi saksi bisu kebahagiaan yang berakhir tragis. Bagi masyarakat, kecelakaan ini menjadi pelajaran berharga bahwa keselamatan di jalan adalah prioritas utama, terlepas dari situasi apa pun.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah bagaimana pihak berwenang dapat meningkatkan keselamatan di ruas jalan tol, khususnya pada titik-titik rawan kecelakaan. Apakah perlu ada pembatasan kecepatan yang lebih ketat atau penambahan rambu peringatan? Yang jelas, nyawa tidak bisa digantikan, dan setiap kecelakaan adalah tragedi yang seharusnya bisa dicegah.



