Jakarta Menuju Kota Global: Sister City dengan AS, Indonesia Center, hingga Konser BTS
Baca dalam 60 detik
- Pemprov DKI Jakarta memperluas jejaring kota global melalui penguatan sister city dengan Los Angeles, Arkansas, dan rencana dengan New York serta Washington DC.
- Agenda strategis mencakup pembangunan Indonesia Center di Broadway, beasiswa S2/S3 ke universitas AS, serta fasilitasi konser musisi dunia seperti BTS dan The Weeknd.
- Langkah ini diproyeksikan mendorong investasi, pariwisata, dan industri kreatif Jakarta, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di forum internasional seperti U20.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengintensifkan diplomasi perkotaan dengan sejumlah kota di Amerika Serikat, sebuah langkah yang tidak hanya memperluas jaringan internasional tetapi juga menempatkan Jakarta pada peta kota global. Dalam pertemuan antara Gubernur Pramono Anung dan Duta Besar RI untuk AS, Indroyono Soesilo, di Balai Kota Jakarta, Senin (31/8), dibahas berbagai agenda strategis yang mencakup kerja sama sister city, pembangunan Indonesia Center di New York, hingga pengembangan industri kreatif dan hiburan.
Indroyono menegaskan bahwa Jakarta memiliki modal kuat untuk menjadi kota global. Menurutnya, kerja sama antarkota bukan sekadar hubungan diplomatik, melainkan instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, budaya, dan pendidikan yang berdaya saing internasional. "Kerja sama sister city, pengembangan pendidikan, industri kreatif, hingga peluang menghadirkan musisi dan industri film internasional harus kita lihat sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi Jakarta di panggung dunia," ujarnya dalam keterangan pers KBRI di Washington.
Salah satu kemitraan yang sudah berjalan adalah dengan Los Angeles, yang mencakup bidang perdagangan, pariwisata, seni budaya, lingkungan, perencanaan kota, pendidikan, serta sains dan teknologi. Kerja sama ini bahkan telah merambah transportasi ramah lingkungan, seperti kolaborasi antara TransJakarta dan pemerintah kota Los Angeles. Rencananya, Gubernur Pramono akan bertemu dengan Wali Kota Los Angeles Karen Bass dalam forum Urban 20 (U20) yang merupakan rangkaian G20 di New York pada 19-23 September 2026.
Selain Los Angeles, Jakarta juga memiliki kemitraan dengan Arkansas yang tercatat dalam dokumen resmi. Kemitraan ini membuka peluang kerja sama di bidang ekonomi, budaya, dan layanan publik. Sementara itu, rencana sister city dengan New York dan Washington DC juga terus digodok. Pertemuan dengan Wali Kota New York Zohran Mamdani dan Wali Kota Washington DC Muriel Bowser dalam forum U20 diharapkan dapat memperkuat jejaring Jakarta dengan kota-kota besar di AS.
Di sektor pendidikan, Pemprov DKI berencana mengirim pemuda-pemudi berbakat untuk menempuh pendidikan S2 dan S3 di universitas terkemuka AS melalui program beasiswa. Ini sejalan dengan upaya mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di kancah global. Sementara itu, pembangunan Indonesia Center di sekitar Broadway dan Times Square, New York, diharapkan menjadi etalase permanen Indonesia di pusat ekonomi dan pariwisata dunia.
Industri kreatif menjadi sorotan utama. Pemprov DKI membuka peluang fasilitasi bagi musisi internasional seperti BTS, The Weeknd, Guns N' Roses, dan Metallica untuk tampil di Jakarta. Kehadiran mereka dinilai tidak hanya berdampak pada penyelenggaraan konser, tetapi juga memperkuat citra kota, mendorong ekonomi kreatif, dan meningkatkan daya tarik Jakarta di mata dunia. Selain itu, kerja sama dengan Motion Picture Association tengah dijajaki untuk menjadikan Jakarta sebagai lokasi produksi film internasional.
Bagi pembaca di Indonesia, langkah ini memiliki implikasi nyata. Pertama, peningkatan konektivitas global Jakarta berpotensi menarik investasi asing dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Kedua, program beasiswa membuka peluang bagi talenta muda untuk mengakses pendidikan berkualitas, yang pada gilirannya akan memperkuat daya saing sumber daya manusia lokal. Ketiga, masuknya industri hiburan global dapat menggerakkan sektor ekonomi kreatif yang selama ini menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Namun, tantangan tetap ada. Koordinasi antarlembaga, kesiapan infrastruktur, dan regulasi yang mendukung menjadi kunci keberhasilan. Pertanyaannya, apakah Jakarta mampu memanfaatkan momentum ini untuk benar-benar bertransformasi menjadi kota global yang setara dengan New York atau Los Angeles? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan, terutama setelah forum U20 dan realisasi proyek-proyek strategis tersebut.



