Pogacar Jalani Operasi Klavikula, Karier di Vuelta dan Kejuaraan Dunia Terancam
Baca dalam 60 detik
- Tadej Pogacar sukses menjalani operasi tulang selangka kiri setelah crash di Vuelta a Espana, memaksanya mundur saat memimpin klasemen.
- Insiden ini tidak hanya mengakhiri ambisinya meraih triple crown Grand Tour, tetapi juga mempertanyakan kesiapannya tampil di Kejuaraan Dunia Road di Quebec akhir September.
- Tim UAE Emirates-XRG memastikan pemulihan akan diawasi ketat, namun jadwal padat musim ini membuat kepastian partisipasi Pogacar di ajang berikutnya masih menggantung.

Operasi tulang selangka kiri yang dijalani Tadej Pogacar pada Senin (31/8) berjalan mulus, sekaligus menutup sementara ambisinya menaklukkan Vuelta a Espana yang sempat ia pimpin sejak etape pembuka. Namun, di balik kabar baik tersebut, muncul pertanyaan besar: akankah pebalap Slovenia itu sempat tampil di Kejuaraan Dunia Road di Quebec akhir September?
Pogacar terpaksa menghentikan lajunya di Vuelta setelah mengalami kecelakaan pada etape kedelapan, hanya 30 kilometer dari garis finis di Xeraco. Padahal, ia tampil dominan dan diunggulkan merebut satu-satunya Grand Tour yang belum pernah ia juarai. Direktur Medis UAE Team Emirates-XRG, Adrian Rotunno, mengonfirmasi bahwa operasi berjalan lancar dan Pogacar akan menjalani observasi di rumah sakit selama beberapa hari sebelum dipulangkan.
Kecelakaan ini menjadi pukulan telak bagi Vuelta, yang kehilangan bintang utamanya. Sebelumnya, Pogacar baru saja meraih kemenangan kelima di Tour de France bulan lalu dan juga pernah menjuarai Giro d'Italia 2024. Ambisinya untuk menjadi pembalap kesembilan yang menuntaskan trilogi Grand Tour pun harus pupus, setidaknya untuk musim ini.
Yang lebih mengkhawatirkan, cedera ini berpotensi menggagalkan partisipasinya di Kejuaraan Dunia Road di Quebec. Dengan waktu pemulihan yang singkat, keputusan untuk tampil atau tidak akan menjadi dilema besar bagi tim dan pebalap. Rotunno menegaskan bahwa pemulihan akan diawasi ketat oleh staf medis tim, dan Pogacar baru akan kembali berlatih setelah dinyatakan siap.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, kabar ini tentu mengecewakan. Pogacar adalah salah satu ikon olahraga yang kerap menjadi sorotan, terutama di kalangan penggemar yang mengikuti ajang Grand Tour. Namun, di sisi lain, ini menjadi pengingat bahwa risiko cedera adalah bagian tak terpisahkan dari olahraga profesional. Tim dan pebalap harus bijak dalam mengelola pemulihan agar tidak memperparah kondisi.
Menurut analis olahraga, keputusan untuk tampil di Kejuaraan Dunia akan sangat bergantung pada perkembangan pemulihan dalam dua pekan ke depan. Jika pemulihan berjalan cepat, bukan tidak mungkin Pogacar tetap bisa tampil, meski dengan kondisi fisik yang belum seratus persen. Namun, jika tim memilih berhati-hati, mereka mungkin akan mengorbankan ajang tersebut demi menjaga kebugaran jangka panjang pebalapnya.
Pertanyaan yang kini menggantung adalah: apakah Pogacar akan mengambil risiko tampil di Quebec, atau memilih fokus pada musim berikutnya? Keputusan ini akan menentukan tidak hanya kariernya, tetapi juga daya tarik Kejuaraan Dunia tahun ini.



