Man City Kunci Iliman Ndiaye £65 Juta, Tottenham Gagal di Menit Akhir
Baca dalam 60 detik
- Manchester City mengamankan tanda tangan Iliman Ndiaye dari Everton dengan nilai transfer mencapai £65 juta, mengungguli Tottenham yang sempat lebih dulu mencapai kesepakatan.
- Kegagalan Richarlison menyetujui syarat pribadi dengan Everton menjadi batu sandungan yang memaksa Tottenham mundur dari perburuan Ndiaye.
- Langkah City ini terjadi di tengah ketidakpastian transfer Cody Gakpo dari Liverpool, yang kini berpotensi batal menyusul kesulitan The Reds mencari pengganti.

Manchester City memenangkan perburuan Iliman Ndiaye setelah mencapai kesepakatan dengan Everton senilai hingga £65 juta, sebuah manuver yang menggagalkan rencana Tottenham Hotspur di bursa transfer musim dingin. Kesepakatan ini mencakup pembayaran awal £60 juta ditambah bonus £5 juta, menjadikan pemain sayap asal Senegal itu sebagai rekrutan termahal City pada jendela transfer Januari.
Kabar ini muncul hanya beberapa jam setelah Tottenham mengumumkan kesepakatan dengan Everton untuk memboyong Ndiaye ke London utara, dengan Richarlison bergerak ke arah sebaliknya. Namun, negosiasi buntu ketika Richarlison menolak menyetujui syarat pribadi dengan mantan klubnya, yang menawarkan £35 juta untuk pemain asal Brasil tersebut. Akibatnya, Tottenham kehilangan momentum dan City dengan cepat mengambil alih.
Richarlison, dalam pernyataan emosional di Instagram, menegaskan bahwa ia tidak akan lagi membiarkan orang lain menentukan masa depannya. "Setelah semua yang saya lalui dalam beberapa tahun terakhir, saya memutuskan bahwa tidak akan ada lagi yang bisa memutuskan masa depan saya," tulisnya. "Jika mereka mencapai kesepakatan antara Spurs dan Everton, saya akan kembali ke klub yang saya cintai. Niat saya adalah kembali ke tempat di mana saya sangat bahagia, tetapi negosiasi hanya berjalan sesuai keinginan pihak tertentu, dan itu tidak akan terjadi lagi." Meski demikian, ia menegaskan tetap menghormati kontraknya di Spurs.
Dengan gagalnya transfer Ndiaye, Tottenham kini mengalihkan fokus ke pemain sayap Chelsea, Mykhailo Mudryk, yang dikabarkan akan dipinjam selama satu musim. Sementara itu, City yang telah mengamankan Ndiaye, juga masih memantau situasi Cody Gakpo di Liverpool. Upaya City untuk memboyong penyerang asal Belanda itu dengan tawaran £80 juta tampaknya akan gagal setelah Liverpool kesulitan mencari pengganti yang sesuai.
Liverpool sebenarnya telah menyelesaikan transfer Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain dengan nilai hingga £123 juta pada hari yang sama, tetapi mereka menginginkan tambahan pemain sayap jika Gakpo hengkang. Klub Anfield sempat mengincar Yankuba Minteh dari Brighton dan Ismaila Sarr dari Crystal Palace, namun nilai transfer kedua pemain dinilai terlalu tinggi. Alhasil, Liverpool diperkirakan akan mempertahankan Gakpo, 27 tahun, kecuali ada tawaran mengejutkan sebelum tenggat waktu Selasa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika bursa transfer ini menunjukkan betapa cepatnya perubahan arah negosiasi di level tertinggi. Kegagalan Tottenham mengamankan Ndiaye menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kesepakatan personal sebelum kesepakatan antar klub. Sementara itu, langkah agresif City di pasar transfer menegaskan ambisi mereka untuk terus bersaing di papan atas, yang bisa berdampak pada persaingan di kompetisi Eropa yang juga diikuti oleh klub-klub Asia, termasuk wakil Indonesia di ajang antarklub.
Dengan tenggat waktu transfer yang semakin dekat, pertanyaannya kini: akankah Tottenham berhasil mendapatkan pengganti yang setara, atau justru kehilangan dua target sekaligus? Dan apakah Liverpool benar-benar akan mempertahankan Gakpo, atau ada kejutan di menit-menit akhir? Bursa transfer selalu menyimpan drama, dan kali ini, klub-klub Inggris kembali menjadi pusat perhatian dunia.



