Mikey Moore: Bintang Muda Inggris yang Siap Bersinar di Bundesliga Bersama Cologne
Baca dalam 60 detik
- Pemain sayap 18 tahun asal Inggris, Mikey Moore, resmi dipinjamkan Tottenham ke Cologne untuk musim 2026/27, melanjutkan jejak sukses pemain Inggris di Bundesliga.
- Setelah musim pinjaman yang impresif di Rangers dengan gelar Pemain Muda Terbaik PFA Skotlandia, Moore kini diharapkan menjadi penggawa kunci lini serang Die Geißböcke.
- Dengan gaya bermain yang mengingatkan pada Florian Wirtz, Moore dinilai punya potensi besar untuk menjadi bintang baru Bundesliga dan memperkuat Timnas Inggris senior.

Liga Jerman kembali menjadi destinasi menarik bagi talenta muda Inggris. Setelah sukses dengan Jude Bellingham dan Jadon Sancho, kini giliran Mikey Moore, pemain sayap berusia 18 tahun milik Tottenham Hotspur, yang mencoba peruntungannya di Bundesliga bersama 1. FC Köln pada musim 2026/27. Langkah ini menjadi ujian sesungguhnya bagi pemain yang telah memecahkan sejumlah rekor di usia muda.
Moore bukanlah nama asing di akademi Tottenham. Bergabung sejak usia tujuh tahun, ia menapaki jenjang karier dengan cepat hingga mencatatkan debut di Premier League saat usianya baru 16 tahun 277 hari, menjadikannya pemain termuda dalam sejarah klub London tersebut. Gol perdananya di kompetisi Eropa pun lahir saat ia berusia 17 tahun 172 hari, mengukuhkannya sebagai pemain Inggris termuda yang mencetak gol di ajang antarklub Eropa. Total 21 penampilan bersama Spurs, termasuk kontribusi di musim gemilang 2024/25 saat Tottenham menjuarai Liga Europa, menjadi modal berharga sebelum ia menjalani masa peminjaman.
Musim lalu, Moore menjalani masa pinjaman di Glasgow Rangers, juara Skotlandia. Awalnya ia kesulitan beradaptasi, namun perlahan menunjukkan kelasnya. Dari 47 penampilan di semua kompetisi, ia menyumbang tujuh gol dan empat assist, dan namanya masuk dalam jajaran pemain muda terbaik. Puncaknya, ia dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik PFA Skotlandia. Pengalaman ini menjadi batu loncatan penting sebelum ia mendarat di Cologne.
Kepindahan Moore ke Cologne bukan sekadar pinjaman biasa. Klub yang bermarkas di RheinEnergieStadion ini sedang membangun skuad muda yang ambisius, dan Moore diharapkan menjadi motor serangan. Direktur olahraga Cologne, Thomas Kessler, memuji kemampuan teknis, keberanian dalam duel satu lawan satu, serta gaya bermainnya yang dinamis. Bahkan, rekan setimnya di Tottenham, James Maddison, sempat berkomentar bahwa saat melawan AZ Alkmaar di Liga Europa, Moore tampil seperti Neymar di sisi sayap. Perbandingan dengan Florian Wirtz pun muncul, mengingat cara Moore membawa bola dan menusuk pertahanan lawan.
Di level internasional, Moore telah menjadi langganan tim muda Inggris sejak U15. Ia turut membawa Inggris menjuarai Piala Eropa U17 pada 2023. Catatan impresifnya bersama U19, dengan tujuh gol dalam 14 laga, menegaskan potensinya untuk menembus tim senior. Namun, persaingan di lini depan Inggris sangat ketat, sehingga performa konsisten di Bundesliga menjadi kunci untuk menarik perhatian pelatih Thomas Tuchel.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, fenomena Moore menarik untuk disimak. Bundesliga telah menjadi kiblat pengembangan pemain muda Eropa, dan keberhasilan para pemain Inggris di sana sering kali menjadi tolok ukur. Meski Indonesia belum memiliki pemain di liga selevel Bundesliga, cerita Moore bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola muda Tanah Air bahwa kerja keras dan keberanian mengambil tantangan di luar negeri dapat mengantarkan pada kesuksesan. Selain itu, laga-laga Cologne di Bundesliga musim ini akan semakin menarik untuk diikuti, setidaknya untuk menyaksikan aksi pemain yang disebut-sebut sebagai 'Wirtz baru' ini.
Dengan segala potensi yang dimilikinya, pertanyaan besarnya adalah: akankah Moore mampu mengulang jejak sukses Bellingham dan Sancho di Jerman? Atau justru ia akan menjadi bintang yang bersinar lebih terang? Musim 2026/27 akan menjadi jawabannya.



