Norwegia Berduka: Peti Raja Harald V Dipindahkan ke Kapel Istana, Publik Bisa Memberi Penghormatan Terakhir
Baca dalam 60 detik
- Jenazah Raja Harald V dipindahkan ke kapel istana Oslo pada Senin (31/8) dan akan disemayamkan hingga pemakaman 9 September.
- Prosesi diwarnai kehadiran Marius Borg Hoiby, anak tiri Raja Haakon yang tengah menjalani tahanan rumah, memicu sorotan publik.
- Raja Haakon akan dilantik di parlemen Selasa (1/9), sementara tradisi penobatan telah dihapus sejak 1908.

OSLO โ Peti jenazah Raja Harald V resmi dipindahkan ke kapel Istana Kerajaan Oslo pada Senin (31/8) pagi, menandai dimulainya masa berkabung nasional yang akan berlangsung hingga pemakaman pada 9 September mendatang. Prosesi khidmat yang disiarkan langsung televisi ini menjadi momen pertama bagi publik Norwegia untuk memberikan penghormatan terakhir kepada raja yang memimpin selama 35 tahun tersebut.
Prosesi pemindahan peti yang diselimuti panji kerajaan ini diiringi oleh anak dan cucu mendiang raja. Momen yang paling menyita perhatian adalah kehadiran Marius Borg Hoiby, anak tiri Raja Haakon VIII yang berusia 29 tahun. Hoiby, yang tengah menjalani tahanan rumah sambil menunggu banding atas hukuman empat tahun penjara terkait dua kasus pemerkosaan, diizinkan polisi untuk menghadiri prosesi dan pemakaman pekan depan. Keputusan ini memicu perdebatan publik, mengingat status hukumnya yang masih menggantung.
Ritual pemindahan jenazah ke kapel istana ini bukanlah hal baru. Tradisi yang sama dilakukan saat ayah Harald, Raja Olav V, wafat pada 1991. Ratu Sonja, istri mendiang raja, serta Ratu Mette-Marit tampak berjalan beriringan di belakang peti, menggenggam tangan satu sama lain, menunjukkan duka yang mendalam. Sejak Jumat lalu, jenazah Harald disemayamkan di Ruang Merah istana setelah dipindahkan dari Rumah Sakit Universitas Oslo, tempat ia menjalani perawatan intensif.
Masyarakat Norwegia akan mendapat kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir di kapel istana mulai Selasa (1/9) pukul 14.00 waktu setempat hingga 8 September pukul 18.00. Antrean panjang diperkirakan akan terjadi, mengingat popularitas Harald yang tetap tinggi meskipun keluarganya dilanda berbagai skandal di penghujung masa pemerintahannya. Harald dikenal sebagai simbol Norwegia yang terbuka dan toleran, memimpin monarki yang modern dan sederhana.
Kepergian Harald meninggalkan warisan yang kompleks. Di satu sisi, ia dipuja sebagai pemersatu bangsa. Di sisi lain, ia menghadapi masalah kesehatan yang semakin parah dalam beberapa tahun terakhir, memaksanya mengurangi jadwal resmi. Sejak 17 Agustus, ia dirawat di rumah sakit karena anemia hemolitik, kondisi yang menyebabkan kelelahan dan sesak napas akibat penghancuran sel darah merah yang terlalu cepat.
Kini, perhatian beralih pada Raja Haakon VIII yang akan dilantik di parlemen pada Selasa (1/9). Haakon dan Ratu Mette-Marit tidak akan menjalani upacara penobatan, karena Norwegia telah menghapus tradisi tersebut sejak 1908. Namun, seperti ayah dan kakeknya, Haakon dapat memilih upacara pemberkatan di Katedral Trondheim, tempat para raja Norwegia dinobatkan antara 1814 dan 1906.
"Keputusan mengizinkan Hoiby hadir di pemakaman menunjukkan bahwa keluarga kerajaan berusaha menjaga netralitas di tengah proses hukum yang berjalan. Namun, hal ini tetap menjadi ujian bagi citra monarki di mata publik," ujar seorang analis politik di Oslo.
Bagi Indonesia, momen transisi kepemimpinan di Norwegia ini memberikan pelajaran tentang bagaimana sebuah monarki modern beradaptasi dengan tuntutan transparansi dan akuntabilitas. Meskipun Indonesia bukan negara monarki, dinamika suksesi kepemimpinan dan pengelolaan citra publik di tengah krisis selalu relevan. Pertanyaan besarnya, apakah Raja Haakon mampu melanjutkan warisan ayahnya yang dicintai rakyat, atau justru skandal keluarga akan membayangi awal pemerintahannya?



