Leeds United di Ambang Krisis Skuad: Gnonto Hengkang, Farke Butuh Tambahan Pemain di Menit Akhir
Baca dalam 60 detik
- Leeds United menyetujui pelepasan Wilfried Gnonto ke Fiorentina dengan status pinjaman plus opsi pembelian, menyusul serangkaian kepergian pemain lain di bursa musim panas ini.
- Keputusan ini berpotensi menyisakan skuad senior Leeds hanya berjumlah 21 pemain, memperparah kekurangan di lini belakang dan sayap yang sudah diakui pelatih Daniel Farke.
- Manajemen Leeds kini menghadapi tekanan waktu untuk mendatangkan minimal satu atau dua pemain penyerang sebelum jendela transfer ditutup, demi menjaga kedalaman tim di Premier League.

Leeds United kembali kehilangan satu pemain kunci di penghujung bursa transfer musim panas. Klub asal Yorkshire itu dilaporkan telah mencapai kesepakatan lisan dengan Fiorentina untuk melepas Wilfried Gnonto dengan status pinjaman, disertai klausul opsi pembelian. Kabar ini pertama kali diungkapkan oleh pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano, yang memberikan tanda 'here we go' pada Senin (31/8) waktu setempat.
Kepergian Gnonto menjadi yang kedua belas bagi Leeds di musim panas ini, setelah sebelumnya sejumlah pemain senior hengkang. Meski demikian, manajemen klub yang kini berada di bawah kendali 49ers Enterprises telah mendatangkan lima pemain anyar, termasuk kiper Michael Zetterer yang resmi bergabung pada Sabtu lalu. Namun, arus keluar yang deras membuat skuad asuhan Daniel Farke semakin tipis, terutama di posisi bek tengah dan wing-back.
Pelatih asal Jerman itu sebelumnya sudah mengisyaratkan kekhawatirannya setelah laga imbang 1-1 melawan Brentford pada akhir pekan. Farke secara gamblang menyebut timnya kekurangan pemain di sektor pertahanan dan sayap, serta menegaskan bahwa "satu atau dua tambahan pemain pasti akan sangat membantu". Cedera hamstring yang dialami Joe Rodon semakin memperparah situasi, mengingat bek asal Wales itu berpotensi absen dalam waktu yang cukup lama.
Dari sisi pemain, kepindahan ke Serie A bisa menjadi angin segar bagi Gnonto. Pemain berusia 22 tahun itu kesulitan menembus tim utama Leeds sejak promosi ke Premier League, sehingga ia membutuhkan menit bermain reguler untuk mengembangkan kariernya. Namun, dari perspektif klub, keputusan ini berisiko membuat kedalaman skuad semakin menipis, terutama jika tidak ada pengganti yang segera didatangkan.
Leeds sebenarnya masih berupaya mendatangkan pemain sayap Chelsea, Mykhailo Mudryk, dengan status pinjaman. Namun, kebutuhan akan tambahan pemain di lini depan menjadi semakin mendesak setelah Gnonto dipastikan hengkang. Dengan waktu yang tersisa hanya beberapa hari sebelum jendela transfer ditutup, manajemen Leeds harus bergerak cepat untuk memenuhi permintaan Farke.
Menurut analis sepak bola Inggris, langkah Leeds melepas Gnonto menunjukkan adanya dilema antara kebutuhan finansial dan ambisi olahraga. Di satu sisi, klub mendapatkan kepastian pendapatan dari biaya pinjaman dan potensi penjualan permanen, namun di sisi lain, mereka harus rela kehilangan salah satu talenta muda berbakat demi menjaga keseimbangan skuad.
Konteks ini menarik untuk dicermati dari perspektif Indonesia. Banyak penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti perkembangan Leeds United, terutama setelah klub ini memiliki keterkaitan dengan pemain keturunan Indonesia, seperti Elkan Baggott yang sempat dikaitkan. Meski tidak ada dampak langsung bagi kompetisi domestik, keputusan Leeds dalam mengelola skuadnya bisa menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub Indonesia yang kerap menghadapi dilema serupa antara menjual pemain bintang dan menjaga performa tim.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Leeds mampu mendatangkan pengganti yang sepadan sebelum tenggat waktu. Jika tidak, musim yang sudah sulit bisa menjadi semakin berat bagi Farke dan anak asuhnya. Sementara itu, Gnonto akan menjalani tes medis pada Selasa (1/9) sebelum resmi diperkenalkan sebagai pemain Fiorentina. Apakah langkah ini akan menjadi keputusan yang saling menguntungkan, atau justru bumerang bagi kedua belah pihak? Waktu yang akan menjawab.



