Pakistan Lakukan Perombakan Besar-besaran Jelang Tes Ketiga Lawan Inggris
Baca dalam 60 detik
- PCB memulangkan tujuh pemain dan mengganti pelatih kepala menyusul dua kekalahan telak dari Inggris.
- Sarfaraz Ahmed dicopot dari jabatan pelatih, posisinya digantikan Mike Hesson yang sebelumnya menangani tim putih.
- Lima pemain tanpa caps berpeluang debut di Birmingham, sebagai bagian dari upaya pembenahan skuad.

Pakistan mengambil langkah drastis dengan memulangkan tujuh pemain dan mengganti pelatih kepala mereka hanya berselang beberapa hari sebelum pertandingan tes ketiga melawan Inggris di Birmingham. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Pakistan Cricket Board (PCB) pada Senin (31/8), menyusul dua kekalahan telak yang membuat tim tamu tertinggal 0-2 dalam seri tiga pertandingan.
Di antara pemain yang dipulangkan adalah dua mantan kapten, Mohammad Rizwan dan Salman Ali Agha. Imam ul-Haq, yang mengalami cedera betis kiri, juga dicoret dari skuad. PCB dalam pernyataannya menyebut bahwa langkah ini diambil untuk memberikan kesempatan bagi pemain baru dan menyegarkan tim yang tengah terpuruk.
Perombakan juga menyentuh kursi pelatih. Sarfaraz Ahmed, yang baru ditunjuk sebagai pelatih kepala tim tes pada April lalu, digantikan oleh Mike Hesson, pelatih yang selama ini menangani tim putih (one-day international dan T20). Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Sarfaraz baru beberapa bulan menjabat dan diharapkan mampu membawa perubahan.
Kekalahan Pakistan di dua tes pertama memang telak. Pada tes pertama, mereka kalah dengan selisih satu inning dan 103 run. Sedangkan di tes kedua di Lord's, Minggu (30/8), mereka takluk dengan margin 194 run. Yang lebih memprihatinkan, batting Pakistan ambruk di kedua pertandingan; tak satu pun inning mereka mampu menembus angka 200 run. Saud Shakeel, yang mencetak 97 run dalam upaya heroik menghindari kekalahan di Lord's, menjadi satu-satunya pemain yang nyaris mencapai abad.
Selain Rizwan, Salman, dan Imam, empat pemain lain yang dipulangkan adalah Ali Usman, Aamer Jamal, Awais Zafar, dan Khurram Shahzad. Sebagai pengganti, PCB memanggil sejumlah nama, termasuk Saim Ayub dan Abdullah Fazal yang masing-masing telah tampil dalam delapan dan dua tes. Ada pula Arafat Minhas, pemain serba bisa kidal yang telah mewakili Pakistan dalam tiga ODI dan empat T20I.
Yang menarik, PCB juga memasukkan lima pemain yang belum pernah tampil di level tes: Arafat Minhas, Mohammad Imran Junior, Saad Baig, Mohammad Imran Randhawa, dan Razaullah. Mereka akan berusaha mencuri perhatian saat Pakistan menghadapi Inggris di Edgbaston mulai 9 September. Skuad yang diumumkan mencakup nama-nama seperti Babar Azam sebagai kapten, Abdullah Shafique, Shan Masood, serta dua penjaga gawis, Muhammad Ghazi Ghori dan Saad Baig.
Keputusan PCB ini menunjukkan kepanikan yang mungkin dirasakan manajemen tim. Namun, di sisi lain, ini juga menjadi sinyal bahwa tidak ada satu pun pemain yang aman dari evaluasi. Bagi pengamat kriket, langkah ini bisa menjadi bumerang jika para pemain baru tidak mampu tampil di bawah tekanan. Namun, bagi Pakistan, ini adalah upaya terakhir untuk menyelamatkan gengsi di seri yang sudah nyaris pasti hilang.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, meski kriket bukan olahraga utama, perkembangan ini tetap menarik karena menunjukkan bagaimana tekanan kompetisi internasional bisa memaksa tim melakukan perubahan radikal. Ini juga menjadi pelajaran tentang pentingnya kedalaman skuad dan kesiapan mental dalam menghadapi lawan tangguh seperti Inggris.
Pertanyaan besarnya kini: akankah perombakan ini membawa perbaikan signifikan bagi performa Pakistan, atau justru memperburuk keadaan? Semua akan terjawab dalam pertandingan di Birmingham yang akan menjadi panggung pembuktian bagi para pendatang baru.



