Sabalenka Lolos ke Babak Kedua US Open, Rebut Hattrick atau Kehilangan Takhta?
Baca dalam 60 detik
- Sabalenka menang atas Osorio 6-2, 6-4 di babak pertama US Open, menjaga asa meraih gelar ketiga beruntun.
- Posisi nomor satu dunia terancam karena Rybakina hanya berjarak 434 poin, dan Sabalenka harus mempertahankan 2.000 poin di New York.
- Jika gagal juara, Sabalenka berisiko mengakhiri musim tanpa gelar Grand Slam untuk pertama kalinya sejak 2022.

Aryna Sabalenka memulai langkahnya di US Open 2024 dengan kemenangan meyakinkan atas Camila Osorio, 6-2, 6-4, di Arthur Ashe Stadium, Selasa (27/8) waktu setempat. Kemenangan ini membawanya selangkah lebih dekat untuk menjadi wanita ketiga di era Open yang mampu meraih tiga gelar beruntun di Flushing Meadows, setelah Serena Williams dan Chris Evert. Namun, di balik kemenangan tersebut, tekanan besar tengah menghadang petenis Belarusia ini: mempertahankan takhta nomor satu dunia yang mulai goyah.
Musim 2024 dimulai dengan gemilang bagi Sabalenka. Ia mencapai final Australian Open, lalu menyapu bersih gelar di Indian Wells dan Miami, yang dikenal sebagai 'Sunshine Double'. Pada April, ia memimpin klasemen dengan keunggulan 3.000 poin atas rival terdekatnya. Namun, performa itu meredup di turnamen Grand Slam berikutnya. Kekalahan dini di Prancis Terbuka dan Wimbledon membuat posisinya di puncak ranking semakin rentan. Kini, Elena Rybakina, juara Australian Open, hanya tertinggal 434 poin. Jika Sabalenka gagal mempertahankan gelar di New York, ia bisa kehilangan posisi nomor satu untuk pertama kalinya dalam 99 minggu terakhir.
Pertandingan melawan Osorio, yang menempati peringkat 52 dunia, tidak berjalan mulus sepanjang laga. Set pertama memang dikuasai Sabalenka, tetapi di set kedua ia kesulitan, hanya memasukkan 48 persen servis pertama dan membuat 12 kesalahan sendiri. Meski demikian, juara empat Grand Slam ini mampu menyelamatkan tiga break point dan bermain agresif pada kedudukan 4-4 sebelum menutup pertandingan dalam satu jam 28 menit. "Saya merasa emosi terbaik saya ada di stadion ini. Kembali ke sini dan punya kesempatan untuk three-peat sangat berarti," ujar Sabalenka, seperti dikutip BBC. "Saya mencoba fokus pada diri sendiri, menikmati waktu di New York, dan siap melakukan apa pun untuk menang."
Kemenangan ini juga menjadi sinyal bagi pesaing-pesaingnya. Petenis tuan rumah, Jessica Pegula dan Coco Gauff, masih berpeluang merebut posisi nomor satu jika mereka mampu menjuarai turnamen ini. Sementara itu, Rybakina akan memulai kampanyenya melawan wildcard Amerika, Thea Frodin, pada Selasa. Dengan draw yang berat, Sabalenka harus tampil lebih konsisten jika ingin melaju jauh. Ia akan menghadapi kualifikasi asal Rusia, Polina Iatcenko, di babak kedua.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, persaingan di puncak klasemen WTA ini menarik untuk diikuti, terutama dengan semakin dekatnya jarak poin antara Sabalenka dan Rybakina. Dinamika ini juga berdampak pada penyebaran siaran langsung dan liputan media olahraga di tanah air, yang kerap menjadikan rivalitas petenis top sebagai sajian utama. Selain itu, performa Sabalenka yang naik-turun menjadi pengingat bahwa konsistensi adalah kunci di level tertinggi, sebuah pelajaran yang relevan bagi atlet muda Indonesia yang bercita-cita menembus panggung dunia.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Sabalenka mengatasi tekanan dan mempertahankan gelar, atau justru era baru akan dimulai di Flushing Meadows? Jawabannya akan terjawab dalam dua pekan ke depan, dan seluruh mata akan tertuju pada langkahnya di babak-babak berikutnya.



