Jadwal Carabao Cup Berantakan: Everton vs Wolves Dipindah, Liverpool Ikut Terdampak
Baca dalam 60 detik
- Pertandingan Everton melawan Wolves di babak ketiga Carabao Cup terpaksa diundur sembilan hari menjelang laga, menyusul bentrok jadwal dengan laga Liverpool di Liga Champions.
- Kepolisian Merseyside melarang dua klub sekota bermain di kandang pada malam yang sama, memaksa EFL memindahkan laga Everton dan mempercepat laga Liverpool kontra Tottenham.
- Perubahan ini juga berdampak pada jadwal Wolves di Championship, dengan laga melawan Portsmouth yang harus digeser ke Oktober, memicu kritik terhadap sikap UEFA yang dinilai tidak kooperatif.

Everton dipaksa menggeser laga Carabao Cup melawan Wolves hanya sembilan hari sebelum jadwal pertandingan, setelah UEFA mengumumkan Liverpool akan memulai kampanye Liga Champions melawan Atletico Madrid di Anfield pada 9 September. Keputusan ini memicu efek domino yang mengubah peta pertandingan di Merseyside dan sekitarnya.
Semula, laga babak ketiga antara Everton dan Wolves dijadwalkan pada Rabu, 9 September. Tanggal itu dipilih untuk menghindari bentrok dengan laga kandang Liverpool di kompetisi yang sama, mengingat The Reds dijadwalkan menjamu Tottenham pada 16 September setelah dipilih untuk slot siaran Sky Sports. Namun, ketika UEFA merilis jadwal Liga Champions pada Sabtu, Liverpool dipastikan menjamu Atletico Madrid di Anfield pada 9 September, bertepatan dengan laga Everton.
Kepolisian Merseyside memiliki aturan ketat yang melarang Liverpool dan Everton bermain di kandang pada malam yang sama. Aturan ini dibuat untuk mengatur keamanan dan lalu lintas di sekitar stadion. Akibatnya, EFL (English Football League) tidak punya pilihan selain memindahkan laga Everton-Wolves. Setelah berupaya meminta UEFA mengubah jadwal Liverpool, permintaan itu ditolak mentah-mentah karena jadwal kompetisi Eropa dianggap lebih prioritas.
Dengan keputusan ini, laga Everton melawan Wolves kini digelar pada Rabu, 16 September, sementara laga Liverpool kontra Tottenham dipercepat satu hari menjadi Selasa, 15 September. Perubahan ini juga berdampak pada Wolves yang harus menjalani laga Championship melawan Portsmouth pada 20 Oktober, setelah jeda internasional pertama, alih-alih pada September.
EFL telah menyampaikan permintaan maaf atas perubahan yang terjadi mendadak ini. Dalam pernyataannya, mereka mengaku tidak punya pilihan lain dan menyebut sikap UEFA yang 'tidak mau bekerja sama' sebagai hal yang 'frustrasi'. Ini bukan pertama kalinya jadwal klub Inggris berbenturan dengan kompetisi Eropa, namun kasus ini menyoroti bagaimana kalender sepak bola yang semakin padat kerap menimbulkan masalah logistik.
Ekspansi kompetisi klub UEFA sempat memunculkan kekhawatiran akan berakhirnya semifinal dua leg di Carabao Cup. Meski hal itu tidak terjadi, dampak nyata tetap terasa. Karena Liga Champions dan Liga Europa dimulai pada malam yang berbeda di bulan September, EFL kini harus melakukan undian awal untuk memastikan klub-klub yang terlibat tidak saling bertemu. Ini adalah konsekuensi yang tidak terduga dari perubahan format kompetisi Eropa.
"Kami meminta maaf atas perubahan yang terjadi mendadak, tetapi kami tidak punya pilihan. UEFA tidak mau bekerja sama dan itu sangat frustrasi," demikian pernyataan resmi EFL.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus ini menjadi pelajaran tentang kompleksitas penjadwalan di liga-liga Eropa. Di Indonesia, jadwal kompetisi sering kali juga bermasalah, terutama ketika bersamaan dengan agenda tim nasional atau turnamen internasional. Namun, perbedaan utama adalah bahwa di Inggris, faktor keamanan dan kepolisian menjadi pertimbangan utama yang tidak bisa ditawar.
Ke depan, pertanyaan besar yang muncul adalah apakah UEFA akan lebih fleksibel dalam menyesuaikan jadwal dengan kompetisi domestik, atau justru semakin memperketat aturan. Dengan semakin padatnya kalender sepak bola, konflik seperti ini diperkirakan akan semakin sering terjadi. Apakah EFL dan klub-klub Inggris harus mulai merancang jadwal yang lebih antisipatif, atau justru UEFA yang harus mempertimbangkan dampak keputusan mereka? Hanya waktu yang bisa menjawab.



