Muktamar NU Ke-35 di Jombang: Persiapan Fisik 80 Persen, 1.300 Stan UMKM Siap Menggerakkan Ekonomi Lokal
Baca dalam 60 detik
- Kesiapan infrastruktur Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang, telah menembus 80 persen, dengan fokus pada penyelesaian interior dan pemasangan fasilitas.
- Sebanyak 1.300 stan UMKM akan dibuka untuk publik pada 20 Agustus, menjadi penggerak ekonomi warga selama perhelatan berlangsung.
- Presiden Prabowo dijadwalkan hadir pada pembukaan, menandai signifikansi politik dan nasional dari forum tertinggi NU tersebut.

Jelang penyelenggaraan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada 27โ31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, kesiapan fisik arena telah mencapai sekitar 80 persen. Ketua Panitia Lokal, KH Abdurrozaq Sholeh, menegaskan bahwa sisanya tinggal penyelesaian akhir untuk penataan interior, sebuah sinyal bahwa perhelatan akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia ini berjalan sesuai rencana.
Perhelatan yang akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada acara pembukaan ini bukan sekadar seremoni. Muktamar merupakan forum permusyawaratan tertinggi NU yang akan menentukan arah organisasi lima tahun ke depan, termasuk pemilihan ketua umum baru. Dengan banyaknya kandidat yang muncul, dinamika politik internal NU diprediksi menjadi sorotan utama, dan kesiapan logistik menjadi fondasi penting kelancaran acara.
Panitia lokal terus berkoordinasi intensif dengan Pengurus Besar NU untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung rampung. Tenda-tenda utama telah berdiri, termasuk tenda khusus seremoni pembukaan dan tenda besar untuk sidang pleno. Sebanyak 200 unit pendingin ruangan tengah dipasang di area tenda utama untuk menjamin kenyamanan ribuan peserta yang diperkirakan hadir, sebuah investasi infrastruktur yang tidak kecil.
Di luar arena utama, panitia menyiapkan UMKM Expo dan Bazar 2026 yang akan dibuka untuk umum mulai 20 Agustus. Sekitar 1.300 stan disiapkan untuk menampung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, pedagang kuliner, serta penjual pernak-pernik khas muktamar. Lokasi bazar membentang dari gang empat dan lima hingga kawasan parkir peserta, sebuah upaya untuk melibatkan masyarakat luas dalam perhelatan ini.
Gus Rozaq, sapaan akrabnya, menekankan bahwa bazar ini bukan sekadar pelengkap acara, melainkan instrumen untuk menggerakkan roda perekonomian warga selama kegiatan berlangsung. "Harapan kami ini membuka ruang bagi masyarakat untuk berusaha sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga selama kegiatan berlangsung," ujarnya. Ini menunjukkan bahwa Muktamar tidak hanya berdampak pada organisasi, tetapi juga pada denyut ekonomi lokal Jombang dan sekitarnya.
Bagi Indonesia, Muktamar NU kali ini memiliki signifikansi yang melampaui urusan internal organisasi. Sebagai organisasi dengan jutaan anggota, arah politik dan sosial NU akan memengaruhi lanskap nasional, terutama menjelang pemilu berikutnya. Kehadiran Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah memandang Muktamar ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat kohesi sosial dan stabilitas politik.
Dari sisi ekonomi, perhelatan ini menjadi ujian bagi kemampuan daerah dalam mengelola event berskala nasional. Dengan ribuan peserta yang datang, sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner di Jombang dipastikan bergairah. Keberhasilan panitia dalam menyiapkan infrastruktur dan melibatkan UMKM dapat menjadi model bagi penyelenggaraan acara serupa di masa depan.
Namun, tantangan tetap ada. Penyelesaian 20 persen pekerjaan yang tersisa, termasuk detail interior dan fasilitas pendukung, menuntut kerja cepat dan koordinasi yang solid. Pertanyaan yang menggantung adalah apakah panitia mampu memenuhi target waktu yang ketat ini, dan bagaimana dinamika politik internal NU akan memengaruhi jalannya Muktamar. Semua mata akan tertuju pada Jombang akhir Agustus nanti.



