Viral di TikTok: Klaim NASA Ramalkan Asteroid Hantam Bumi 2027, Ternyata Simulasi Latihan
Baca dalam 60 detik
- Sebuah unggahan di TikTok mengeklaim NASA memprediksi asteroid besar akan menghantam Bumi pada 2027 dengan peluang 96 persen memusnahkan kehidupan.
- Klaim tersebut menyesatkan karena berasal dari dokumen latihan simulasi yang rutin digelar NASA, bukan prediksi ancaman nyata.
- NASA memastikan tidak ada asteroid besar yang terdeteksi berada di jalur tabrakan dengan Bumi setidaknya untuk satu abad ke depan.

Sebuah video viral di TikTok mengeklaim bahwa NASA memprediksi asteroid raksasa akan menghantam Bumi pada 2027 dan berpotensi memusnahkan 96 persen kehidupan. Klaim itu ternyata menyesatkan: konten tersebut mengutip dokumen latihan simulasi yang digelar NASA, bukan ramalan ancaman nyata. Video berdurasi singkat itu telah ditonton lebih dari 4,2 juta kali sebelum akhirnya dihapus oleh platform, meski jejaknya sempat diarsipkan oleh pemeriksa fakta BiasBreak.
Dalam video tersebut, narator menampilkan tangkapan layar seolah-olah berasal dari International Asteroid Warning Network (IAWN) yang mengonfirmasi asteroid bernama 2017 PDC berada di jalur pasti menghantam Bumi pada 21 Juli 2027. Diklaim pula peluang tabrakan mencapai 96 persen dengan wilayah terdampak membentang dari Hawaii hingga Afrika. Namun, potongan gambar itu diambil dari dokumen simulasi yang sengaja dipotong dan dipisahkan dari konteks aslinya.
NASA memang secara berkala menggelar latihan skenario asteroid fiktif. Dalam simulasi tersebut, tim ahli dihadapkan pada asteroid buatan untuk menguji respons merekaโmulai dari meluncurkan misi pengalihan jalur hingga menyusun rencana evakuasi. Astrofisikawan Alfredo Carpineti menjelaskan bahwa skenario dirancang agar terasa realistis, termasuk skenario di mana misi pembelokan asteroid gagal. "Jika asteroid simulasi ini benar-benar nyata, dampaknya bisa sangat menghancurkan dalam skala benua," kata Carpineti, seraya menegaskan bahwa itu hanyalah latihan.
Dalam latihan itu, NASA dan badan antariksa lain bahkan menyimulasikan kegagalan misi penabrak kinetik yang dikirim untuk membelokkan asteroid. Pada hari terakhir konferensi, tim memodelkan potensi hantaman yang hampir pasti menimpa New York pada 29 April 2027 dengan energi 5 hingga 20 megaton. Leviticus Lewis dari Divisi Operasi Penanggulangan FEMA menekankan pentingnya menyatukan komunitas penanggulangan bencana dan ilmuwan. "Latihan ini sangat berharga karena melanjutkan upaya mengidentifikasi pertanyaan dan isu utama untuk skenario berpeluang rendah namun berdampak besar," ujarnya.
Meski demikian, NASA dan astronom di seluruh dunia terus memantau langit untuk mendeteksi asteroid berpotensi bahaya. Badan antariksa AS itu telah memastikan tidak ada ancaman hantaman asteroid besar yang terdata setidaknya untuk 100 tahun ke depan. Karena simulasi rutin digelar, tangkapan layar yang beredar di media sosial bisa dengan mudah disalahartikan sebagai peringatan nyata.
Di Indonesia, fenomena ini menjadi pengingat bahwa literasi digital dan verifikasi informasi masih menjadi pekerjaan rumah besar. Masyarakat perlu waspada terhadap konten yang memadukan data ilmiah dengan narasi menakutkan, terutama menjelang tahun-tahun yang disebut dalam klaim. Pemerintah dan platform digital diharapkan memperkuat edukasi agar hoaks semacam ini tidak menyebar lebih luas.
Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah asteroid akan menghantam Bumi dalam waktu dekat, melainkan bagaimana publik dapat membedakan antara latihan ilmiah dan ancaman sesungguhnya. Tanpa kewaspadaan, setiap simulasi NASA berpotensi kembali disalahgunakan untuk menyebarkan ketakutan.



