Pearly-Thinaah dan Chia-Tai Melaju ke Final Taiwan Open, Malaysia Berpeluang Raih Dua Gelar
Baca dalam 60 detik
- Pasangan ganda putri unggulan utama Malaysia, Pearly Tan-M. Thinaah, menaklukkan wakil Amerika Serikat dalam dua gim langsung untuk mengamankan tiket final Taiwan Open.
- Sementara itu, duet anyar Aaron Chia-Aaron Tai menunjukkan sinergi menjanjikan dengan menumbangkan tuan rumah dalam laga tiga gim yang menegangkan.
- Dua final tersebut membuka peluang besar bagi Malaysia untuk membawa pulang gelar ganda, sekaligus menjadi ujian bagi pasangan baru Chia-Tai di pentas internasional.

PETALING JAYA โ Ambisi Malaysia untuk meraih gelar ganda di Taiwan Open 2026 semakin nyata setelah dua wakil andalannya melaju mulus ke partai puncak. Pasangan ganda putri unggulan utama, Pearly Tan-M. Thinaah, sukses menundukkan wakil Amerika Serikat, Francesca Corbett-Jennie Gai, pada babak semifinal yang berlangsung Sabtu (1/8). Kemenangan telak 21-15, 21-17 dalam tempo 36 menit di Taipei Arena menegaskan dominasi mereka sepanjang turnamen.
Konsistensi Pearly-Thinaah sepanjang laga menjadi pembeda. Mereka tampil agresif sejak gim pertama, menekan pertahanan lawan dengan serangan cepat dan variasi pukulan yang sulit dibaca. Pasangan Amerika Serikat yang mencoba memberikan perlawanan di gim kedua tetap tidak mampu membendung determinasi juara bertahan peringkat dunia itu. Kemenangan ini sekaligus mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka atas lawan-lawannya di ajang ini.
Di partai final, Pearly-Thinaah akan berhadapan dengan pasangan Jepang, Sumire Nakade-Miyu Takahashi. Duet Negeri Sakura itu melaju setelah melewati laga sengit melawan wakil Thailand, Hathaithip Mijad-Napapakorn Tungkasatan, dengan skor 18-21, 21-11, 21-16. Pertemuan ini diprediksi berlangsung ketat, mengingat kedua pasangan sama-sama memiliki kualitas pukulan silang dan pertahanan solid. Namun, pengalaman Pearly-Thinaah di turnamen BWF World Tour bisa menjadi modal berharga.
Sementara itu, sorotan juga tertuju pada pasangan ganda putra anyar Malaysia, Aaron Chia-Aaron Tai. Meski baru berduet di China Open pekan lalu, mereka langsung menunjukkan kualitas dengan menembus final Taiwan Open. Pada semifinal, mereka tampil luar biasa dengan membalikkan keadaan setelah kalah di gim pertama. Pasangan tuan rumah, Chen Cheng-kuan-Liu Kuang-heng, sempat merebut gim pertama 26-24, tetapi Chia-Tai bangkit dan memenangi dua gim berikutnya 21-19, 21-16 dalam pertandingan yang berlangsung 61 menit.
Perjalanan Chia-Tai di Taiwan Open menjadi bukti bahwa kerja sama mereka memiliki potensi besar. Meski baru dua turnamen bersama, komunikasi dan pemahaman di lapangan sudah terlihat padu. Keberhasilan ini juga menjadi sinyal positif bagi sektor ganda putra Malaysia yang tengah mencari regenerasi. Di final, mereka akan menunggu pemenang antara pasangan Jepang, Hiroki Okamura-Kyohei Yamashita, dan wakil Indonesia, Leo Rolly Carnando-Daniel Marthin. Pertemuan dengan wakil Indonesia tentu akan menjadi laga menarik, mengingat rivalitas kedua negara di bulu tangkis selalu berjalan panas.
Bagi Indonesia, kehadiran Leo Rolly Carnando-Daniel Marthin di semifinal menunjukkan persaingan ganda putra Asia Tenggara masih ketat. Jika mereka lolos, duel Malaysia vs Indonesia di final akan menjadi tontonan bergengsi yang dinanti publik bulu tangkis regional. Namun, Chia-Tai tidak akan gentar; mereka justru melihat ini sebagai kesempatan menguji kemampuan melawan lawan-lawan tangguh.
Dengan dua wakil di final, Malaysia berpeluang besar meraih gelar ganda. Namun, tantangan terbesar justru datang dari konsistensi dan tekanan mental. Pearly-Thinaah yang sudah berpengalaman diharapkan bisa menjaga performa, sementara Chia-Tai perlu membuktikan bahwa kebangkitan mereka bukan sekadar keberuntungan. Pertanyaan besarnya: akankah duet anyar ini mampu merebut gelar perdana dan menjadi cikal bakal pasangan tetap di masa depan? Jawabannya akan terjawab di partai puncak nanti.



