Redzuan-Zi Yu Patahkan Puasa 19 Tahun Malaysia di Kejuaraan Asia Junior
Baca dalam 60 detik
- Pasangan ganda campuran Malaysia, Ahmad Redzuan Zulwaqqarizal-Low Zi Yu, merebut emas Kejuaraan Asia Junior 2026 setelah menundukkan wakil China di final.
- Gelar ini mengakhiri penantian panjang Malaysia selama 19 tahun sejak terakhir kali diraih Tan Wee Kiong-Woon Khe Wei pada 2007.
- Low Zi Yu juga menyumbang perunggu ganda putri, menunjukkan dominasi Malaysia di sektor junior Asia.

Malaysia akhirnya memecahkan puasa gelar ganda campuran Kejuaraan Asia Junior setelah 19 tahun. Ahmad Redzuan Zulwaqqarizal dan Low Zi Yu sukses menyabet emas di nomor tersebut setelah mengalahkan pasangan China, Zheng Weigang-Li Menghan, di final yang berlangsung di Kyushu, Jepang, Minggu (5/7).
Unggulan kedua itu menang dua gim langsung dengan skor 21-15, 22-20 dalam pertandingan sengit selama 43 menit di Yatsushiro City General Gymnasium. Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi bulu tangkis Malaysia, yang terakhir kali merasakan emas ganda campuran junior Asia pada 2007 melalui Tan Wee Kiong dan Woon Khe Wei di Kuala Lumpur.
Pencapaian Redzuan-Zi Yu tidak hanya mengakhiri paceklik gelar, tetapi juga menegaskan kembali kekuatan pembinaan usia muda Malaysia. Pasangan ini tampil konsisten sepanjang turnamen, menunjukkan kematangan teknik dan mental di atas rata-rata peserta lain. Keberhasilan mereka diharapkan menjadi modal berharga untuk melangkah ke level senior.
Low Zi Yu, yang baru berusia 17 tahun, pulang dengan dua medali. Selain emas ganda campuran, ia juga menyabet perunggu ganda putri bersama Genevie Lim setelah kalah dari unggulan kedua Jepang, Aoi Banno-Yuzu Ueno, di semifinal dengan skor 21-16, 17-21, 17-21. Konsistensi Zi Yu di dua nomor berbeda menunjukkan potensi luar biasa yang dimilikinya.
Bagi Indonesia, prestasi Malaysia ini menjadi pengingat bahwa persaingan di level junior Asia semakin ketat. Indonesia sendiri belum pernah meraih emas ganda campuran junior Asia sejak turnamen ini digelar. Keberhasilan Redzuan-Zi Yu bisa menjadi tolok ukur bagi pembinaan usia muda di Tanah Air, terutama dalam mencetak pasangan ganda campuran yang tangguh.
Kejuaraan Asia Junior tahun ini diikuti oleh puluhan negara, dengan China dan Jepang mendominasi beberapa nomor. Namun, Malaysia berhasil mencuri perhatian lewat performa gemilang Redzuan-Zi Yu. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah mereka mampu mempertahankan konsistensi dan bersaing di level senior, seperti yang dilakukan pendahulu mereka, Tan Wee Kiong dan Woon Khe Wei?



